"Apa kau gila?"
Grace nyaris berteriak dan menjadikan mereka pusat perhatian, namun Grace masih mampu untuk mengontrol nada suaranya. Apa yang dikatakan Ken sungguh membuatnya terkejut setengah mati. Menikah baginya adalah momen yang begitu sakral, Grace bahkan tidak sudi untuk menjalin hubungan serius dengan para pria sebelum-sebelumnya, Grace tidak pernah berpacaran sekalipun, bukan karena dia tak menginginkannya, namun menjaga komitmen dan kesetiaan tidaklah mudah baginya. Grace merasa dirinya belum siap untuk melakukan komitmen, apalagi untuk sebuah pernikahan. Berganti pria setiap beberapa saat sekali terasa lebih baik baginya daripada menjalin suatu hubungan bersama satu orang pria dalam jangka waktu lama. Grace tak siap untuk merasakan kekecewaan saat pria yang berkomitmen bersamanya ternyata mengecewakannya, Grace tak juga siap saat pria yang menjalin hubungan serius bersamanya ternyata adalah pia brengsek yang hanya berniat memainkan hatinya.
Bertemu dengan Ken kembali membuatnya membuang jauh-jauh fikiran tentang pernikahan yang sangat suci. Ken adalah salah satu contoh bahwa pria memang benar-benar brengsek, membuat Grace semakin sulit untuk memberikan sepenuh hatinya dan menjalin suatu hubungan serius bersama dengan makhluk yang di sebut lelaki.
Dan sekarang, dengan gampangnya Ken menawarkan sebuah pernikahan seperti menawarkan sebuah permen manis kepadanya, tanpa memikirkan bahwa permen itu bisa aja membuatnya sakit gigi karena kandungan gula yang berlebihan di dalamnya. Terlebih, Ken telah memiliki istri, bagaimana bisa dengan tanpa rasa beban justru mengajak wanita lain untuk menikah bersamanya?
"Mungkin ini terlihat konyol bagimu-"
"Benar-benar konyol, dan jangan membuatku semakin muak, Ken." Grace menyanggah dengan cepat, menarik kedua tangannya yang sebelumnya masih berada di dalam genggaman Ken.
"Dengarkan aku, Grace.."
"Tidak, semakin aku mendengarkan mu maka kau akan semakin-"
"Bukankah kau harus memberiku kesempatan?"
"Kesempatan?" Grace menatap horor kearah Ken yang justru terlihat semakin yakin dengan semua ucapan bodohnya. Bagaimana pria itu bisa terlihat yakin dengan kalimat tak masuk akalnya itu?
"Aku telah salah berfikir bahwa seorang Ken yang terhormat adalah pria hebat dengan segala otak dan kecerdasannya dalam mengambil keputusan apapun, tapi yang terjadi adalah, kau justru membuatku tidak habis fikir dengan semua jalan fikiran mu yang semakin menyulitkan dari waktu ke waktu. Baik, katakanlah seandainya jika aku setuju, bagaimana dengan Lily? bagaimana denganku? bagaimana dengan tanggapan semua orang? apa kau lupa telah menikah dan telah mempunyai anak-anak yang sangat lucu? kehidupan rumah tangga mu yang bahagia? apakah kau sadar saat mengatakannya? oh, kau benar-benar orang gila yang sesungguhnya."
Grace memegang kepalanya yang cenat cenut. Ken benar-benar menguji kesabarannya hingga nyaris meledak. Sebelah tangannya mengusap lengan terbukanya karena udara malam yang cukup dingin, lalu ditambah dengan obrolan konyol mereka yang membuat keadaannya semakin kacau. Grace melihat Ken yang terlihat menarik nafas di sela kebisuannya.
"Aku akan menceraikan Lily."
Satu tamparan keras mengarah kepada pipi Ken yang sengaja tak menghindar, membiarkan Grace yang terlihat semakin emosi memberikan tamparan kepada Ken yang masih duduk diam di hadapannya. Satu kalimat yang semakin berhasil membuat Grace meradang karenanya.
"Aku menerima semua perlakuan mu, menjadi simpanan mu, tapi bukan untuk menyingkirkan Lily dari hidupmu. Mungkin Lily yang akan mendepakmu dan menginjak-injak mu dalam kehancuran jika Lily sudah mengetahui semua ini, tapi tidak berlaku untukmu. Kau tidak bisa membuang Lily begitu saja dari hidupmu, Lily tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu dari bajingan sepertimu. Kau yang seharusnya menerima itu semua, akan lebih baik jika Lily yang mengusirmu dan menjadikan mu tak berarti lagi dan bukan sebaliknya."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Friend's Husband
RomanceMenjatuhkan pilihan kepada seseorang yang salah, lalu memilih melanjutkan dan menjalani nya. Cinta yang dipaksakan begitu nyata sehingga membuat Grace harus menyakiti perasaan wanita lain nya. Grace dan Ken memulai semuanya dengan sadar, lalu merek...
