23. First Shot

3.1K 30 2
                                        



Tatapan Grace beralih kearah Peila yang sedang menguncir rambutnya dengan sangat rapi di belakang tubuhnya yang sedang duduk di depan cermin didalam kamar Kale. Grace menatap keterampilan tangan Peila dalam menghias rambutnya dengan sangat rapi dan luar biasa. Peila merupakan seorang pelayan yang berada di kediaman Kale, yang di tugaskan secara khusus oleh Kale untuk membantu keperluan nya sehari-hari, jadi jika Kale tidak bisa menemaninya seperti sekarang, maka pria itu memerintahkan Peila untuk selalu menggantikannya menemani Grace kapan pun agar dirinya tidak merasa kesepian di dalam rumah besar ini jika Kale sedang pergi seperti sekarang. Grace tersenyum berterimakasih kepada Peila yang langsung menunduk hormat, Peila memang tidak banyak bicara, namun wanita tua itu mampu membuatnya tidak kesepian dan selalu membantunya dalam segala hal yang di perlukan nya selama ini.

"Terimakasih, Peila."

Peila tersenyum ramah menatap Grace, sejak awal kedatangan Grace kerumah ini, Peila selalu menemaninya, bahkan bisa dibilang Peila lebih mengetahui tentang dirinya dibanding Grace sendiri. Peila bahkan selalu tepat sasaran dan semua hal yang dipilihkan oleh Peila kepadanya selalu sesuai dengan keinginan nya. Peila memberikan nampan berisi makanan lengkap yang di sediakan nya dari dapur, karena Grace berkata bahwa jika tidak ada Kale maka dirinya akan makan sendiri di dalam kamar. Tentunya tidak akan ada yang bisa menolak perintah Grace, yang menurut semua pelayan adalah nyonya besar mereka, karena posisi Grace yang menurut pengetahuan mereka merupakan kekasih tuan muda Kale.

Suara ketukan pintu kamar membuat Grace menghentikan makan nya sejenak, melirik ke arah Peila yang juga kebingungan. Grace jelas tau bahwa itu bukanlah Kale, karena sudah jelas Kale akan langsung masuk tanpa harus mengetuk pintu kamarnya sendiri. Dengan gerakan cepat Peila bergegas membuka pintu, Grace mendengar bahwa Peila berbicara dengan seseorang di depan pintu sejenak sebelum mengalihkan perhatian ke arahnya.

"Nona.. Aro ingin bertemu dengan anda." ujar Peila.

Grace menaikan alisnya kebingungan, setelah beberapa lama tinggal bersama Kale di dalam istana nya, Grace rupanya sudah mulai mengenali seluruh anak buah maupun pelayan Kale yang sering ditemuinya. Salah satunya adalah Aro, pria itu merupakan anak buah kesayangan Kale, dan hanya Aro yang bisa bebas keluar masuk untuk menemuinya secara langsung dan tentu saja atas izin dari Kale. Tapi sangat jarang komunikasi yang terjadi antara dirinya dengan Aro, karena sudah jelas kedatangan Aro pastilah karena sebuah perintah dari Kale, itu hampir tidak pernah terjadi karena Kale selalu bersamanya setiap saat.

"Biarkan dia masuk.."

Tanpa menunggu lebih lama, begitu mendengar persetujuan nya. Aro bergegas masuk dan menemuinya, Grace sedikit curiga saat melihat ekspresi Aro yang biasanya tenang dan tak terbaca, kini terlihat gelisah seolah hendak membawa berita buruk kepadanya.

Aro sedikit membungkukan tubuhnya ke arah Grace, memberikan sikap hormat sebelum memulai percakapan. "Saya.. ingin menyampaikan berita kepada anda menyangkut tuan Kale."

Seketika Grace mengehentikan makan nya, menaruh nampan di atas meja dan mulai berdiri, mendekat kepada Aro yang berdiri di dekat pintu dengan tubuh yang gemetaran.

"Ada apa? apa yang terjadi pada Kale?" tak bisa di pungkiri bahwa Grace merasakan kekhawatiran yang sama, meskipun tidak memiliki rasa apapun kepada Kale, namun selama beberapa bulan terakhir kedekatan mereka dan karena tinggal bersama dalam waktu yang cukup lama, Kale begitu merawatnya dengan sepenuh hati, bahkan terkadang pria itu lebih mementingkan kebutuhan Grace terlebih dahulu daripada kebutuhan untuk dirinya sendiri, membuat Grace cukup tau diri dan berterimakasih karena Kale begitu baik kepadanya. Bahkan Kale juga tidak mempermasalahkan ketika anak buah dan seluruh pelayan nya mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih, justru pria itu semakin menambahkan bumbu yang seolah mengkonfirmasi bahwa perkiraan mereka semua benar adanya dan tentu tak salah mengira.

My Friend's Husband Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang