"Ayahku akan selalu mendukung ku, meskipun itu adalah hal yang salah."
Ken mengusap pinggul Grace dengan gerakan seirama di balik baju yang wanita itu kenakan. Bisikan Ken di sisi telinga kanan Geace mau tak mau membuatnya sedikit meremang.
"Lepaskan aku." Grace menggerakan tubuhnya untuk menjauhkan diri dari Ken yang mengukungnya dari belakang. "Ini tempat umum." sambungnya, saat Ken tak kunjung bergerak sedikitpun, saat usahanya telah mencapai batas, namun Grace melirik ke arah Ken tetap bergeming.
Semakin Grace berusaha melepaskan diri, maka Ken akan semakin bertingkah lebih. Bukan hanya kembali mengukungnya, kini Ken justru memeluk tubuhnya dari belakang, mengunci pergerakan Grace yang terus memberontak. Grace mengalihkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan ini, memastikan bahwa tidak ada yang melihat mereka dalam posisi seperti ini. Mereka masih berada di area rumah Remus, namun Ken justru menculiknya, lagi.
Tak cukup puas dengan keadaan Grace yang sudah terlihat kalah jika dibandingkan dengan Ken, secepat kilat pria itu membalikan tubuh Grace, membuat tubuh wanita itu berhadapan dengannya dalam jarak yang amat dekat, bahkan Grace bisa merasakan hembusan nafas hangat Ken yang menerpa wajahnya, belum lagi ditambah dengan gerakan tangan Ken yang menyapu seluruh permukaan kulit tubuhnya dari dalam.
Grace memejamkan mata, menahan desahan yang hampir lolos tatkala tangan Ken berhenti tepat di area privasinya, berhenti disana dan memainkan miliknya, seolak tak perduli kepada Grace yang memohon ampun untuk dilepaskan.
"Ku mohon Ken, kita tidak hanya akan ketauan oleh Kale, tapi Lily juga." Grace menghentikan tangan Ken yang bersiap akan mengangkat bajunya ke atas, menahan pergerakan pria itu agar tidak sampai terjadi.
Ken memberikan kecupan di atas bibir Grace yang terus meronta. "Kau ingin kita ketauan dengan gaya bagaimana?"
"Seperti ini?" Ken semakin merapatkan pinggang Grace kearahnya, menekan inti mereka dan membuat gerakan seolah mereka sedang bercinta dalam posisi itu. "Seperti ini?" tak mengambil jeda, kali ini Ken merubah posisinya, membalikan tubuh Grace kembali, dan menyatukan bokong wanita itu kepadanya dari arah belakang dengan gerakan yang sensual. "Atau seperti ini?" Ken berhenti sejenak saat bibir pria itu mengecup tengkuk Grace dari belakang, berbisik dengan amat lirih di telinganya, tangan Ken bergerak menyingkap rok yang sedang Grace kenakan, menampilkan tubuh bagian belakang wanita itu yang hanya dilapisi oleh celana dalamnya. "Atau aku harus menelanjangi mu sekarang?"
Grace menutup mulutnya, desahan sialan itu semakin memberontak untuk di lepaskan. Bahkan tanpa menelanjanginya pun Ken mampu membuatnya bergetar dan mendamba akan sentuhan pria itu, tak ingin Ken mengakhiri permainan tangan dan bibir pria itu atas tubuhnya yang memberikan reaksi terus-menerus. Perkataan Grace seolah memang selalu menolak Ken, namun tubuhnya sama sekali mengatakan hal yang sebaliknya.
"Hentik-"
Belum sempat Grace menyelesaikan ucapan nya, suara tembakan memekakan telinga terdengar. Grace belum berhasil menguasai dirinya dari perpindahan suasana yang tadinya sensual dan penuh akan gairah, kini menjadi mencekam, membuat ruangan itu dipenuhi oleh keterkejutan di sela tembakan yang terus dilayangkan tanpa henti hingga mereka berhenti.
Grace masih belum bisa memulihkan dirinya saat tiba-tiba Ken menarik tubuhnya ke belakang, membelakangi pria itu dengan gerakan gesit, bahkan sebelum Grace berhasil menilai situasi yang sedang terjadi saat ini. Hal pertama yang dilakukan Grace adalah memperbaiki penampilan dirinya yang sebelumnya sempat acak-acakan akibat ulah Ken yang tak tau tempat saat ingin menelanjanginya. Namun seolah tak mengizinkan Grace untuk memperbaiki penampilan nya hingga akhir, suara tembakan kembali terjadi. Namun kali ini tidak mengarah ke langit-langit seperti sebelumnya, melainkan menuju ke arah Ken yang sedang membentengi tubuh Grace, membuatnya tak melihat apapun, dan tak terlihat oleh siapapun dari depan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Friend's Husband
RomanceMenjatuhkan pilihan kepada seseorang yang salah, lalu memilih melanjutkan dan menjalani nya. Cinta yang dipaksakan begitu nyata sehingga membuat Grace harus menyakiti perasaan wanita lain nya. Grace dan Ken memulai semuanya dengan sadar, lalu merek...
