14. Club

2.6K 30 8
                                        

 

     Suasana di dalam sebuah ruangan kantor itu cukup ramai dan penuh dengan canda tawa. Saat ini adalah jam istirahat, dan para karyawan sedang bercanda sembari makan dengan berkumpul di atas meja kotak besar berukuran panjang dengan banyak kursi-kursi yang biasanya di gunakan untuk rapat.
Grace menatap Hans dengan aneh saat pria itu terlihat murung di saat semua teman-teman mereka tertawa dengan bahagia karena lelucon Lois yang cukup menghibur. Diletakan nya coklat panas yang saat ini di teguknya ke atas meja, jika yang lain tengah menikmati makan siang mereka dengan bersemangat, lain hal nya dengan Grace yang tiba-tiba kehilangan selera makan nya dan hanya menyesap coklat panas yang diantarkan anak buah Ken kepadanya saat menjelang jam istirahat.

Ken tentu saja juga memberinya banyak makanan, namun tidak ada yang di sentuhnya sama sekali kecuali coklat panas yang menggugah seleranya saat ini. Entah kenapa, Grace merasa selera makan nya menurun akhir-akhir ini.

"Sepertinya ada yang sedang putus cinta." goda Grace saat Hans yang semakin termenung, bahkan candaan Lois tak bisa menghiburnya sama sekali.

Seluruh perhatian kini tertuju ke arah Hans yang detik itu langsung sadar bahwa dirinya menjadi pusat perhatian dari mereka semua yang ada disitu.

Lois menimpali dengan senyuman mengejek yang menjadi khasnya. "Apa wanita mu berselingkuh hingga membuatmu sangat sedih seperti ini?"

Tawa Niva menggema seakan semakin mengejek Hans yang tak juga menanggapi sindirian Lois kepadanya. "Tentu saja. Itu akibat terlalu mencintai seseorang terlalu dalam, sudah ku bilang bahwa harusnya hanya sewajarnya saja, jadi ketika dia membuatmu kecewa, masih ada ruang dihatimu untuk bertahan sedikit, tidak sehancur seperti sekarang."

Grace mengernyit. "Bukan kah kau sudah melamarnya, Hans?"

"Itu tidak menjadi jaminan untuk membuat kekasihnya tidak mengkhianatinya, Grace." tambah Niva, seolah tak perduli dengan Hans yang semakin terpojokan.

Hans hanya melemaskan bahu nya, terlihat rapuh dan sangat tersakiti, membuat Grace keheranan oleh wanita seperti apa yang membuat Hans yang biasanya ceria menjadi seperti ini. Hans membiarkan mereka semua mengejeknya, karena apa yang dikatakan teman-teman nya adalah kebenaran.

"Bagaimana jika nanti malam kita pergi salah satu club yang baru itu? sepertinya terdengar menarik dan bisa menghibur seseorang yang saat ini sedang patah hati." ajak Lois yang langsung di setujui oleh Niva secepat kilat.

"Aku setuju. Mungkin kau bisa mendapatkan wanita lain disana, Hans. Lagipula kita jarang sekali bertemu di luar dan lupakanlah yang seharusnya di lupakan, dan mari kita bersenang-senang nanti malam."

Niva tersenyum dengan semangat, sementara kedua tangan nya bergerak bertepuk tangan dengan riang, seolah sudah tidak sabar untuk menyambut malam. Tatapan Niva dan Lois seketika teralih ke arah Grace. "Kau harus ikut bagaimana pun caranya, Grace." sambung Lois dengan sedikit memaksa yang langsung di setujui oleh Niva. "Aku akan menjemputmu." sambung Niva seolah Grace mengiyakan ajakan mereka di saat Grace belum memutuskan apa-apa.

"Aku akan berusaha ikut, tapi aku tidak bisa berjanji." Grace melihat Niva dan Lois mengangguk bersamaan. "Apakah pacarmu akan mengizinkan nya?" tanya Niva.

"Mungkin tidak akan di izinkan, tapi kurasa aku tak memperlukan izin nya." balas Grace cuek.

"Kau yakin? Ken terlihat bukan pria yang mudah di hadapi." Lois bergidik ngeri membayangkan, aura Ken terlihat sangat mendominasi.

"Benar. Tapi aku punya sesuatu yang membuat dia akan tunduk di bawah kaki ku." Grace tersenyum dengan penuh arti, Ken mungkin terlihat sebagai pria yang dingin dan susah dikalahkan jika Grace menantangnya, namun saat Grace berubah menjadi wanita penurut yang menggoda dan memanjakan pria itu, sudah pasti Ken akan tunduk begitu dalam dibawah kakinya, membiarkan Grace melakukan hal yang disenangi Ken dan pria itu akan bersedia melakukan apapun untuknya.

My Friend's Husband Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang