SELAMAT MEMBACA
Seperti janji yang telah terucap, Ardian menepati janjinya pada seorang gadis. Pagi ini dia sudah sampai di pekarangan rumah orang tua Kayra, ingin menjemput gadis itu untuk pergi ke sekolah. Di dalam mobilnya Ardian sibuk menelpon Kayra, pasalnya gadis itu belum keluar juga. Namun sama sekali tidak di jawab telponnya. Ia juga mengirim pesan pada gadis itu, tetapi sama saja tidak ada hasil yang ia dapat.
Kayra jamet halu😎🔥
Woi aku di depan |
Cepetan anjir |
Heh mana kau |
Kayra kambing |
Angkat lah telpon ku woi |
Heh jamet |
Kayra ku tinggal kau ya |
Cepat lah nanti telat |
Kau niat sekolah ga sih? |
2 menit lagi ku tunggu, kalau gak keluar kau ku tinggal |
Ceklek
Setelah pesan terakhir Ardian kirim, sontak saja pintu utama itu terbuka. Dan menampilkan Kayra yang keluar dengan cengengesan tanpa rasa bersalah. Tanpa aba-aba juga gadis itu masuk ke mobil Ardian dan menutup pintu mobil dengan kencang.
Ardian memejamkan matanya berusaha sabar, ingin sekali rasanya cowok itu meluapkan emosinya sekarang juga. Tetapi ia masih bisa mengontrol diri, tidak seharusnya ia mengeluarkan kata kasar di depan perempuan. Apalagi perempuan itu adalah Kayra. Emang kenapa kalau Kayra?
"Ngapa kau tutup mata gitu? Sesak napas?" Tanya Kayra yang benar-benar tidak sadar diri bahwa dia lah penyebab Ardian seperti itu.
"Gak papa kok Kay, serius. Tadinya pengen terkam anak orang!" Ucap Ardian yang langsung menyalakan mobilnya dan pergi dari sana.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai, akhirnya mereka tidak telat ya walau 2 menit berikutnya bel berbunyi.
"Hufft, untuk gak telat, kau pula lama kali jemputnya. Sengaja kau ya?"
Ardian yang baru saja keluar dari mobilnya menatap tidak percaya pada Kayra. Ini orang beneran nih ngomong kaya gini?
"Heh jamet! Kau kok nyalahin aku? Jelas-jelas aku cepat datang ke rumah mu ya! Kau yang lama! Aku telponin gak di angkat, di chat gak di balas. Memang minta kena geplak kau nih!" Ucap Ardian mengeluarkan unek-uneknya. Sudah cukup Ardian sabar sedari tadi menghadapi tingkah gadis di sampingnya itu.
"Heh kok marah-marah kau, itu ya udah janjimu dan harus kau tepati. Masalah aku lama keluarnya ya itu resikomu!" Balas Kayra tak kalah garang.
"Serah kau lah Kay, capek ngadepin perempuan sumpah!" Ucap Ardian yang langsung pergi dari sana. Memang ya perempuan itu tidak mau kalah. Dan harus dirinya yang selalu benar.
Dalam hati Kayra tertawa terbahak-bahak, sukses dia membuat Ardian kesal. Memang sedari di rumah tadi ia sengaja melakukannya. Ingin melihat sejauh mana kesabaran Ardian menghadapi tingkahnya. Dan ya, Kayra salut dengan cowok itu. Ardian adalah cowok yang mampu menahan emosinya. Dia tidak akan kasar dengan perempuan, dan Ardian adalah cowok yang paling sabar yang pernah Kayra temui.
Cowok itu memang selalu jahil dan ngeselin, namun dia adalah orang yang baik. Terbukti dari setiap perlakuannya pada Kayra.
*****
Hari-hari berlalu, beberapa hari itu Aileen tidak berulah. Gadis itu tidak lagi melakukan segala cara untuk memfitnah Moira. Sedangkan kehidupan Moira pun jauh lebih tenang. Gadis itu banyak menghabiskan waktu bersama Carrel seperti dulu lagi. Hanya pertemanan gadis itu yang tidak berubah, Kayra dan Lisa tetap di pihak Aileen.
Sementara itu pembunuhan masih sering terjadi, bahkan setiap malam pasti ada berita yang menayangkan kasus pembunuhan. Dan lagi-lagi pelaku belum juga di ketahui.
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGE
Novela JuvenilFollow sebelum baca yuk♡ _-- Darah di bayar dengan darah Nyawa di bayar dengan nyawa Saya hanya melakukan apa yang orang lain perbuatan dengan saya, setimpal bukan? Hanya seorang gadis lugu yang berubah menjadi seorang perempuan yang haus darah. Sem...
