16 Jam🕓

60 38 3
                                        

SELAMAT MEMBACA

Kayra pun langsung menghubungi Ayah Aileen, dengan cepat panggilan terhubung. Kayra menyerahkan handphone ke Aileen.

"Halo Ayah."

"Menangis?"

"Ayah dada Elen sakit, Elen susah napas. Elen tadi jatuh ke kolam Ayah, sekarang Elen di rumah sakit. Ayah, Elen mau Ayah."

"Apa yang terjadi Elen? Bukankah Ayah sudah suruh orang buat menjaga kolam renang di mansion?"

"Bukan kolam di mansion Ayah, Hiks dada Elen sakit."

"Mana bodyguard? Kenapa tidak becus menjagamu? Siapa yang mencelakai Putri Ayah?"

"Ayah pulang, Elen butuh Ayah, hiks."

"Bilang sama Ayah siapa yang membuatmu jatuh ke kolam? Bukankah itu membahayakanmu? Kamu bisa kehabisan napas Elen!"

"Aileen, biar Om yang berbicara pada Ayahmu ya?" Ucap Keenan yang sadar akan kemarahan Ayahnya Aileen.

Gadis itu pun memberikan handphonenya ke Keenan, lalu tatapannya bertemu dengan Moira. Ada senyum tipis di wajah Aileen saat menatap Moira.

Keenan sedikit menjauh dari brankar Aileen. "Halo Pak, perkenalkan saya Keenan. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, Aileen jatuh ke kolam renang saat acara di rumah saya dan itu karena Putri saya."

"........"

"Bukan seperti itu Pak, saya akui itu kesalahan Putri saya. Dan saya berjanji akan bertanggung jawab atas ini semua."

"........"

"Saya mohon Pak, masalah ini kita selesaikan secara kekeluargaan, mohon jangan di bawa ke jalur hukum. Saya mohon Pak, saya berjanji akan bertanggung jawab sampai Aileen sembuh sepenuhnya."

"........."

"Sekali lagi saya mohon Pak."

".........."

Keenan tak lagi berbicara dengan Ayah Aileen, Pria paruh baya itu menatap semuanya, lalu memberikan handphone ke Aileen.

Aileen membesarkan suara panggilan agar semua mendengar.

"Elen, Ayah akan pulang malam ini juga, setelah itu kita selesaikan masalah ini melalui jalur hukum."

Semua terkejut mendengar ucapan Ayahnya Aileen.

"Ayah, sepertinya tidak perlu dengan jalur hukum. Elen udah maafin Moira kok, walau Moira sama sekali tidak minta maaf ke Elen."

"Tidak bisa Elen, kejadian tersebut nyawa kamu jadi taruhannya!"

"Ayah Elen mohon, Elen tidak apa-apa Ayah. Hanya dada Elen yang sakit, nanti juga pasti sembuh. Kasian Om Keenan sama Tante Dalia Ayah, mereka baik sama Elen."

"Baik, tapi anaknya jahat kan?"

"Ayah, Moira pasti tidak sengaja melakukannya. Sudahlah Ayah, kita selesaikan secara kekeluargaan saja ya?"

"Elen_--"

"Ayah, Elen mohon."

"Baiklah kalau itu mau kamu, tapi kalau hal ini terjadi lagi, jangan halangi Ayah untuk bertindak. Ayah tidak mau kehilangan kamu Elen."

"Iya Ayah, Ayah cepat pulang, Elen kangen sama Ayah."

"Ayah pulang sekarang, tunggu Ayah."

Tut.

Panggilan berakhir.

Dalia langsung saja menggenggam tangan Aileen. "Terimakasih Aileen, kamu begitu baik nak," ucap Dalia terharu.

REVENGECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang