25 Jam🕐

35 21 2
                                        

SELAMAT MEMBACA

-
-
-

Leonnnn🐣

| Moi, keluar dulu
| Aku di depan bawain kamu makanan
| Sekalian obatin lukamu

Kok kamu tau aku luka? |

| Udah, keluar aja dulu

Oke bentar |


Moira membuka pintu utama dengan pelan, takut kedengaran orang tuanya. Dia melihat Leon yang berdiri di halaman depan rumahnya.  Keduanya pun duduk di kursi panjang yang ada di halaman depan.

Tanpa berkata apa-apa, Leon dengan segera membuka kotak obat yang ia beli tadi. Perlahan-lahan mengobati luka yang ada di sudut bibir Moira, di lengan, dan kaki gadis itu.

"Kalau luka itu di obatin Moi, nanti infeksi," ucap Leon di sela-sela kegiatannya. Moira asik memperhatikan Leon yang begitu telaten mengobati lukanya.

"Auu sshhhh..." Lirih Moira merasa perih.

"Tahan ya, bentar lagi selesai kok," ucap Leon.

Tanpa sadar Moira tersenyum tipis memperhatikan wajah Leon dengan sangat dekat, wajah tampan dan tutur kata yang lembut. Sepertinya hidup Moira tidak sepenuhnya hancur, masih ada Leon yang selalu ada untuknya. Dan karena itu, Moira mensyukurinya.

"Oke, sudah," ucap Leon yang membuat Moira tersadar dari lamunannya. "Sekarang makan dulu, kamu belum makan," tambah Leon yang memberikan makanan untuk Moira.

"Kamu kenapa bisa tau aku luka? Terus kamu juga tau aku belum makan. Kamu pasang cctv ya di rumah aku?"

Leon tertawa ringan. "Hanya feeling. Dan ternyata benar."

Moira menyipitkan matanya menatap Leon. "Mana mungkin hanya feeling."

"Udah buruan makan, kalau makanannya habis aku kasih hadiah."

"Hadiah apa?"

"Mau tau hadiah apa?" Tanya Leon yang mendapatkan anggukan dari Moira. "Habisin dulu makanannya biar tau hadiahnya," tambah Leon.

"Siapp boss!" Moira langsung memakan makanannya, Leon menatap Moira dengan senyum tulus.

Selama Moira makan, tatapan Leon tidak berhenti dari gadis itu. "Mata kamu indah, dan mata indah itu tidak pantas menangisi hal-hal yang telah terjadi," lirih Leon yang membuat Moira menatap cowok itu.

Lama mereka saling tatap, Leon juga menaruh rambut Moira yang menutupi wajah ke belakang telinga.

"Kamu pantas untuk bahagia Moira!" Ucap Leon tersenyum manis.

"Kebahagiaanku telah di rebut, namun kamu datang. Kamu buat aku tidak sendirian, kamu berhasil buat aku tersenyum lagi," Moira membalas senyum manis Leon.

"Entah aku ditakdirkan untuk menetap atau hanya sementara. Tapi aku harap, kamu selalu tersenyum."

"Apa boleh aku egois untuk sekali ini saja? Semua sudah di ambil dariku, aku mau kamu jangan, tetaplah seperti ini Leon, tetap ada di sampingku," pinta Moira menatap teduh Leon.

Cowok itu tersenyum tipis. "People come and go itu nyata Moira. Kita tidak tau kedepannya aku atau kamu yang pergi. Tapi apapun itu, tetaplah menjadi diri sendiri. Jadilah perempuan yang kuat, hebat, dan selalu tersenyum."

Mata Moira berkaca-kaca, seperti tidak setuju dengan ucapan Leon. Tapi satu sisi ia tau bahwa perkataan Leon itu benar. Leon menangkup wajah Moira dengan kedua tangannya.

REVENGECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang