22 Jam🕙

44 31 4
                                        

SELAMAT MEMBACA

-
-
-

Di caffe, Moira dengan segera mengerjakan tugasnya dan langsung di bantu oleh Leon. Mereka menghabiskan waktu 4 jam untuk mengerjakan tugas tersebut.

"Akh... Akhirnya selesai juga," ucap Moira merentangkan kedua tangannya.

Leon tersenyum senang, terus memperhatikan Moira. Gadis itu yang merasa terus diperhatikan merasa canggung, dia tersenyum kikuk.

"Oiya, terima kasih banyak ya Leon. Kamu baik banget, benar-benar baik," ucap Moira yang begitu berterima kasih atas kebaikan Leon.

"Sama-sama Moi. Aku selalu ada di sini untuk membantu kamu dan juga mengingatkan bahwa kamu tidak sendirian. Kapanpun kamu butuh aku, aku ada Moi," ucap Leon dengan tulus. Moira menatap mata Leon, benar-benar ada ketulusan di sana.

Lama mereka saling tatap, penuh ketulusan, sebelum akhirnya tersadar. "Hm... Sebagai ucapan terima kasih, aku mau traktir kamu. Gimana kalau kita ke pasar malam?" Tanya Moira dengan senyuman manis di wajahnya.

"Boleh, bentar lagi kita berangkat," balas Leon yang di angguki Moira.

"Aku mau ke toilet dulu ya," pamit Moira.

Gadis itu pergi ke toilet untuk membasuh mukanya, rasanya lelah, tapi juga lega. Hari juga sudah hampir malam, seharian dia beraktivitas di luar. Tetapi rasa malasnya untuk pulang sungguh besar, sehingga ia akan pergi bersama Leon ke pasar malam terlebih dahulu.

Setelah selesai dengan kegiatannya, Moira ingin kembali menemui Leon. Namun hal tersebut terhenti karena kedatangan Kayra, Lisa, dan Aileen.

"Wah, ketemu si cewek munafik nih," ucap Lisa.

Entah takdir apa ini, Moira kira hidupnya akan tenang sehari saja, namun lagi-lagi takdir tidak pernah mengijinkan hal tersebut.

"Moi, kamu habis ngerjain tugas kelompok ya? Mau gabung aja sama kita? Kasian kamu sendirian," ucap Aileen lembut bak pantat bayi.

"Dih, ogah deh sekelompok sama dia. Aileen dengar, dia itu jahat, selalu jahatin kamu, jadi kamu gak perlu berbaik hati sama dia!" Ucap Kayra menolak keras.

"Gak boleh gitu Kay, bagaimana pun Moira tetap teman kita," jawab Aileen seperti malaikat padahal aslinya setan laknat.

"Kamu tuh kebaikan Ai, orang kayak dia gak pantas dapat kebaikan kamu," ucap Lisa yang tentunya membuat Aileen tersenyum kemenangan.

"Aku gak papa kok, aku juga udah anggap Moira seperti sauda_----"

"Sorry, aku gak minat gabung dengan kelompok kalian, dan juga gak minat dengar obrolan kalian," ucap Moira memotong ucapan Aileen, lalu segera pergi dari sana.

"Liat tuh, si gak tau diri, memang benar-benar munafik banyak gaya!" Ucap Kayra yang masih di dengar oleh Moira. Namun gadis itu tidak menanggapinya.

Moira segera menghampiri Leon dan langsung membereskan barang-barangnya. Setelahnya dia menarik tangan Leon untuk segera pergi dari sana. Ia muak jika harus bertemu lagi dengan ketiga gadis itu.

Leon heran, tapi ia masih diam saja, bertanya pada Moira pada kondisi seperti ini juga bukan pilihan terbaik. Hingga mereka sampai di parkiran, barulah Moira membuka suara.

"Kita langsung pergi aja yuk dari sini," ajak Moira.

"Yaudah ayo. Eh, tapi gak mungkin kamu pakai baju sekolah terus," ucap Leon yang baru menyadari. Ia juga memang masih pakai seragam sekolah, tapi setidaknya ia memakai jaket yang menutupi baju sekolahnya.

REVENGECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang