SELAMAT MEMBACA
-
-
-
"SEMESTA HARUS TAU, BAHWA AKU PUNYA AYAH YANG BEGITU HEBAT. SOSOK AYAH YANG SELALU ADA BUAT AKU, AYAH YANG BEGITU MENYAYANGIKU!"
"AYAH MENEMANI AKU MENGHADAPI DUNIA YANG KEJAM INI. AYAH SELALU MENGULURKAN TANGANNYA JIKA AKU TERJATUH, AYAH TIDAK PERNAH MENINGGALKAN AKU DALAM KEADAAN APAPUN!"
"AYAH MEMBESARKAN AKU DENGAN KERAS, NAMUN PENUH KASIH SAYANG. JIKA AKU MENANGIS KARENA GAGAL, AYAH AKAN MENGHAPUS AIR MATAKU LALU BERKATA 'AYO COBA LAGI. INGAT, TIDAK PEDULI SEBANYAK APAPUN KAMU GAGAL, AYAH SELALU ADA DI SAMPINGMU ELEN' YA, AYAHKU BEGITU ISTIMEWA."
"AYAHKU TIDAK ADA TANDINGANNYA, AYAHKU TIDAK ADA DUANYA. SELURUH DUNIA HARUS TAU, BAHWA AKU ADALAH GADIS KECIL YANG BEGITU BERUNTUNG MEMILIKI AYAH."
"AYAH, TETAP TEMANI AKU MENCAPAI SEMUA KEINGINANKU YA?"
Aileen tersenyum bahagia di atas kursi taman. Jam menunjukkan pukul 23.40 WIB, keadaan taman yang sunyi membuat Aileen bebas berteriak sesukanya.
"Aku rasa hidupmu cukup bahagia, tidak menyedihkan seperti saat kamu berpura-pura tersakiti," ucap Moira yang sudah lama berada di belakang menyaksikan Aileen yang berdiri di kursi taman dengan merentangkan kedua tangannya.
Aileen yang terkejut sontak menoleh kebelakang, gadis itupun turun dari kursi. Moira berjalan mendekati Aileen yang memandangnya sinis.
"Kamu memang orang yang serakah, padahal hidupmu bahagia, tapi kamu masih saja merusak kebahagiaan orang lain!" Ucap Moira dengan tatapan teduh namun menyimpan banyak kebencian.
"Gak usah ikut campur kau!" Ketus Aileen.
"Selain itu, kamu juga munafik! Bermuka dua! Berlagak tersakiti padahal kamu yang menyakiti. Kamu perebut! Haus kasih sayang! Seharusnya kamu sadar, kamu begitu merendahkan dirimu sendiri!"
"Kau pikir aku peduli? Gimana rasanya di benci banyak orang? Gimana rasanya gak di manja lagi sama nyokap dan bokap? Enak?" Tanya Aileen dengan wajah mengejek. "Kau gak pantas bahagia Moira, kau pantasnya ya kaya gini, tersiksa! Kau cocok kok di benci banyak orang, bahkan harusnya kau lenyap dari dunia ini, bitch!"
PLAKK
Aileen merasakan perih di pipi kirinya. Terkejut? Tentu saja! Dengan gerakan cepat Moira menamparnya. Seberani itu Moira sekarang? Moira yang di kenal lemah lembut sekarang menamparnya?
"Kamu kaya gak punya harga diri, dan sialnya kamu sendiri yang menjatuhkan harga dirimu!"
Setelah mengatakan itu, Moira pergi dari sana. Meninggalkan Aileen yang begitu murka. Gadis itu semacam kerasukan, mengamuk sampai menendang apa saja yang ada di sekitarnya.
Aileen memegang pipinya yang habis di tampar Moira. "Brengsek! Sakit banget anj*ng! Berani sekali dia sekarang!"
"AKU AKAN BUAT PERHITUNGAN SAMA KAU MOIRA! ARGHHH SIALAN!"
*****
Saat ini kantin SMA Tuna Jaya begitu ramai dengan murid-murid yang sedang mengisi perutnya. Beberapa kericuhan kecil juga terjadi yang di sebabkan banyak faktor, seperti tidak dapatnya tempat duduk.
Di meja tengah itu terdapat Carrel, Ardian, Theo, Lisa, Kayra, dan Aileen yang senantiasa duduk di dekat Carrel. Sudah seperti magnet yang tidak bisa lepas.
Aileen selalu memiliki banyak topik pembicaraan agar teman-temannya selalu terfokus padanya, gadis itu tidak membiarkan teman-temannya mengalihkan pandangan darinya. Jika itu terjadi, ia akan begitu marah, seperti sekarang ini. Aileen menggeram kesal sebab Carrel sedari tadi hanya fokus memperhatikan Moira yang duduk di kursi pojok kantin bersama seorang cowok.
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGE
Dla nastolatkówFollow sebelum baca yuk♡ _-- Darah di bayar dengan darah Nyawa di bayar dengan nyawa Saya hanya melakukan apa yang orang lain perbuatan dengan saya, setimpal bukan? Hanya seorang gadis lugu yang berubah menjadi seorang perempuan yang haus darah. Sem...
