24 Jam🕛

43 27 3
                                        

SELAMAT MEMBACA

-
-
-

Kayra menyambut paginya dengan semangat, tampak pada senyuman yang tidak pernah luntur sedari tadi. Kini gadis itu keluar dari mobilnya dan langsung berjalan untuk menghampiri teman-temannya yang masih ada di parkiran sekolah.

"Halo teman-temanku tercintah terkasih, pinjam seratus dong!" Pekik gadis itu dengan suara cemprengnya.

"Boleh, tapi nanti balikinnya lima ratus," sahut Theo yang membuat Kayra membulatkan matanya.

"Dih parah nih cowoknya Lisa, membungakan duit itu haram brother!" Ucap Kayra yang begitu heboh, Theo hanya tertawa ringan menanggapinya.

"Eh, tu mata kenapa bengkak? Habis nangis kau?" Tanya Lisa yang memperhatikan wajah Kayra.

"Aaaaaa iya..... Cowok fiksiku mati Lisa.... Cowok fiksiku jadi ubi aaaa," teriak Kayra histeris. Sontak Lisa, Theo, Ardian dan Carrel menutup telinga mereka.

Pletak

Ardian menyentil kening Kayra.

"Auuu! Sakit bego! Mau cari ribut kau, ha? By one yok?" Ucap Kayra menantang Ardian.

"Dasar cewek halu! Makin gila kau lama-lama dengan cowok-cowokmu itu!" Ucap Ardian yang membuat Kayra sungguh marah.

Bugh

Kayra meninju lengan Ardian, membuat sang empu menatap sengit Kayra. "Kau tuh ya, udah tau aku lagi galau dan bersedih hati, bukannya di tenangin malah ngajak ribut! Harusnya kau ajak aku jalan-jalan kek, ke Gramedia kek, nonton konser kek! Huh, males deh sama cowok jelangkung!" Kesal Kayra lalu berjalan cepat meninggalkan teman-temannya.

"Hayo, marah tuh cewekmu Ar!" Tawa Theo yang juga mendapat tatapan sengit dari Ardian.

"Cewek matamu!"

Mereka memperhatikan Kayra yang berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya. Pertanda gadis itu sangat marah. Namun mereka melihat ada bola basket yang menuju ke arah Kayra.

"KAYRA AWAS!" Teriak Lisa.

Kayra yang menyadari langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangan. "Aaaaaaa....." Teriaknya.

"MOIRA!" Teriak Carrel. Semua kaget saat Moira menutupi Kayra dengan tubuhnya, akibatnya kepala Moira lah yang terkena bola basket.

Carrel ingin berlari menolong Moira, namun ia kalah cepat. Sudah ada Leon yang langsung sigap melihat kondisi Moira.

Kayra yang tidak merasakan apa-apa, perlahan membuka matanya. Ia dapat melihat Moira memegangi kepalanya dan Leon yang menatap Moira dengan sangat khawatir.

"Moi, pusing?" Tanya Leon yang menempelkan tangannya di tangan Moira yang sedang memegang kepalanya.

"Leon, sakit..." Rintih Moira dengan memejamkan matanya.

Melihat itu, langsung saja Leon menggendong Moira ala bridal style dan membawanya ke UKS. Semua kejadian itu di lihat oleh warga sekolah, termasuk Carrel. Cowok itu mengepalkan kuat tangannya, menahan amarah melihat Leon yang menggendong Moira.

Lisa, Theo, Ardian langsung menghampiri Kayra. Meninggalkan Carrel yang masih terbakar api cemburu.

"Kay, kau gak papa kan?" Tanya Ardian yang memutar-mutar tubuh Kayra.

"Ihhh aku gak papa!" Kesal Kayra dengan perlakuan Ardian. "T-tapi itu M-moira?" Tanya gadis itu yang menunjuk kepergian Moira dan Leon.

"Kasian juga Moira, dia lebih milih selamatkan Kayra," lirih Theo. Semuanya terdiam, menatap kepergian Moira. Ada rasa bersalah dan juga tidak percaya di dalam diri Kayra maupun Lisa.

REVENGECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang