SELAMAT MEMBACA
-
-
-
Hari ini SMA Tuna Jaya kembali di hebohkan dengan berita pembunuhan yang sangat tragis. Murid-murid saling bercerita bahwa kini korban pembunuhan berjumlah 4 orang, dengan kondisi yang sudah tidak lagi berbentuk. Semua bergidik ngeri kala membaca berita yang terbaru itu, bahkan pihak yang berwajib hingga sekarang belum dapat menemukan pelaku. Sama sekali tidak ada barang bukti yang dapat menjadi patokan penyelidikan, semuanya bersih tanpa terkecuali.
"Gila banget gak sih, udah banyak loh korban selama ini, tapi pelakunya tetap belum dapat."
"Benar-benar pembunuh handal."
"Serem banget cok, benar-benar udah gak aman kota ini."
"Jadi takut keluar malam."
"Psycopat parah, korbannya sampai gak berbentuk gitu."
"Intinya jangan pergi sendirian deh."
"Tapi korban itu gak sendirian, bahkan yang 4 orang itu ada di tempat yang sama, tapi tetap aja habis gak tersisa."
"Kita harus lebih waspada."
Kayra dan Ardian yang baru sampai mendengar omongan-omongan warga sekolah. Mereka sudah mengetahui berita tersebut, dan sama dengan yang lain, mereka juga shok mendengar berita menyeramkan seperti itu.
"Makin bahaya Kay, kamu jangan suka keluyuran malam-malam lagi," peringat Ardian.
"Dih, mana ada aku keluyuran malam-malam," tolak Kayra dengan tegas.
"Ngeles banget nih cewek, waktu itu aku lihat kamu jalan-jalan gak jelas di gang sepi, itu ngapain?" Tanya Ardian yang memang penasaran, pasalnya tidak hanya sekali ia mendapati Kayra keluyuran malam gak jelas.
"Oh itu, itu eee... Apa..."
"Apa?"
"Aku cuman nyari angin doang," ucap Kayra.
Ardian menyipitkan matanya menatap Kayra intens. "Bohong kan kau?"
BUGH
"Argh, kasar banget sih nih cewek halu!" Kesal Ardian yang memegang perutnya sebab habis di tumbuk oleh Kayra.
"Biarin wlee.... Udah ah, males aku sama kau," Kayra pergi berjalan lebih dulu meninggalkan Ardian.
"Woi cewek halu! Tungguin."
"Ihh sana, jangan ngikutin aku!"
"Pede benget, aku mau ke kelas kok!"
"Bacot! Sejak kapan kelas kau arah sini?"
"Ya aku mau ketemu Calista dulu di IPA 2."
Kayra menghentikan langkahnya membuat Ardian juga ikut berhenti. "Siapa Calista? Ada urusan apa kalian?"
"Ya ada deh, kenapa? Cemburu?" Tanya Ardian diikuti senyum nakalnya.
"Pala otak kau! Jijik! Sana lah kau, penting banget pasti urusanmu sama si Calista itu!" Setelah mengucapkan itu Kayra berlari meninggalkan Ardian yang masih tersenyum kemenangan.
Tidak sampai disitu, Ardian kembali mengejar Kayra. "Kay jangan cemburu dong, aku gak ada apa-apa kok sama Calista," goda Ardian yang sudah menyamakan langkahnya dengan Kayra. Mengejar kecepatan lari Kayra bukanlah hal sulit baginya, karena nyatanya Kayra yang berbadan mungil itu tampak seperti tidak berlari.
"Heh aku gak peduli ya, lagian siapa bener kau! Kau itu hanya cowok jelangkung yang gangguin hidup aku terus!" Pekik Kayra sambil terus mempercepat langkahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGE
Fiksi RemajaFollow sebelum baca yuk♡ _-- Darah di bayar dengan darah Nyawa di bayar dengan nyawa Saya hanya melakukan apa yang orang lain perbuatan dengan saya, setimpal bukan? Hanya seorang gadis lugu yang berubah menjadi seorang perempuan yang haus darah. Sem...
