SELAMAT MEMBACA
-
-
-
Moira dan Aileen saling tatap, saling mengeluarkan air mata. Aileen yang tadi menatap tajam, kini mata itu teduh mengeluarkan bulir bening. Ini kali pertama Moira melihat Aileen menangis yang sebenarnya, selama ini Aileen selalu berakting. Tapi kali ini, Moira jelas melihat kesakitan di mata itu.
"A-ara?" Lirih Moira pelan.
"Apakah kau lupa siapa itu Ara Estella?"
"Sepupu kesayanganku," jawab Moira yang terisak.
Air mata Aileen semakin deras mengalir mendengar ucapan Moira. Dengan cepat ia menghapus air mata itu, tatapannya tajam penuh kesakitan.
"Apa kau tau Moira, apa yang Papa tercintamu ini lakukan?" Tanya Aileen yang membuat Moira menggeleng pelan. "Di malam yang sama, sebelum Mamamu dengan bejatnya membunuh Mamaku, Papamu lebih dulu membakar rumah kami. Kau tau? Aku mengirup banyak asap kala itu. Kau tau? Paru-paruku rusak Moira! Apakah kalian tau? Gimana sakitnya bertahan dengan paru-paru yang rusak? Bertahun-tahun aku bertahan hidup dengan paru-paru yang rusak ini, dan itu semua karena orang tuamu Moira!" Aileen dan Moira sama terisaknya.
"Kau tau Moira? Kebakaran hebat yang Papamu lakukan itu juga membuat Papaku hangus terbakar! PAPAKU HANGUS TERBAKAR MOIRA!" Teriak Aileen histeris.
Suasana sejenak hening, hanya ada isak tangis yang terdengar. "M-mengapa Mama sama Papa lakukan itu semua?" Tanya Moira menatap kedua orang tuanya. Mereka hanya diam, sama sekali tidak memiliki kata untuk menjawab.
"Karena kedua orang tuamu serakah!" Jawab Aileen cepat. "Mereka gila harta, sehingga melakukan segala cara untuk merebut harta keluargaku! Bahkan Papamu tidak lagi peduli bahwa Papaku saudara kembarnya sendiri. Dia rela menghabisi saudara kandungnya demi mendapatkan harta! Bukankah orang tuamu sekeji itu Moira?"
Keegan Melvin yang merupakan Papa Aileen, memiliki saudara kembar yaitu Keenan Marvin, Papa Moira. Keenan dan Dalia menghabisi orang tua Aileen karena mengincar hartanya. Keenan tidak terima bahwa Keegan mendapat warisan yang lebih banyak darinya, sehingga rasa iri itu yang membuat mereka melakukan segala cara agar dapat merebut harta tersebut.
"Moira, bukan kau yang menjadi seorang pendendam, tapi aku. REVENGE! Aku bertahan selama ini, aku hadir di sini, untuk membalas dendam! Aku tidak akan pernah lupa perkataan Mamaku, bahwa ada keadilan yang harus aku dapatkan. Aku akan membalas kematian kedua orang tuaku! Darah dibalas darah, begitupun dengan nyawa!" Ucap Aileen disusul tawa mematikannya. Gadis itu tertawa kencang.
"A-ara ak_--"
"Ara udah mati Moira! Kini yang ada Aileen gadis psycopat!" Potong Aileen cepat.
"Aileen, aku tau apa yang kau rasakan. Tapi, apa tidak bisa kita berdamai? Tolong, izinkan aku menebus semua kesalahan itu. Apakah kau tau? Aku begitu merindukan sepupuku. Aku rela ngelakuin apa aja, tapi aku mohon, jangan ada lagi pertumpahan darah. Aku ingin hidup bersamamu, itu impian kita dahulu kan?" Tanya Moira yang begitu memohon. Moira hanya tidak ingin kehilangan sepupunya untuk kedua kalinya.
Aileen tersenyum miris. "Kau tau apa yang ku rasakan? Haha omong kosong! Apakah kau tau, saat aku terjatuh ke jurang, aku berharap saat aku hidup kembali, aku tidak menemukan lagi yang namanya pembunuhan. Aku trauma menyaksikan pembunuhan yang Mamamu lakukan! Tapi apa yang aku dapatkan Moira? Aku di tolong oleh Winston Samuel, seorang psycopat terkejam! Aku di bawa ke rumahnya yang penuh dengan senjata tajam, penuh pertumpahan darah, penuh bangkai manusia. Kau tidak tau gimana rasanya ingin melupakan trauma, tapi sekeliling kita selalu mengingatkannya!"
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGE
Teen FictionFollow sebelum baca yuk♡ _-- Darah di bayar dengan darah Nyawa di bayar dengan nyawa Saya hanya melakukan apa yang orang lain perbuatan dengan saya, setimpal bukan? Hanya seorang gadis lugu yang berubah menjadi seorang perempuan yang haus darah. Sem...
