SELAMAT MEMBACA
-
-
-
"Baguskan posisinya!" Perintah Aileen.
Dengan cepat salah satu bodyguard membuat posisi Dalia seperti semula, mata Wanita itu sudah hampir tertutup.
Aileen menepukkan kedua tangannya, pria berpakaian hitam langsung memberikan pistol padanya. Melihat itu Moira semakin menangis.
"Kau lihat Moira, di detik-detik akhir hidup Mamaku dulu, Mamamu menembak tepat di jantungnya. Sekarang aku tanya padamu, bagus aku menembak di jantung atau di kepala Mamamu?" Pertanyaan konyol. Moira tentu tidak menjawab pertanyaan itu, gadis itu hanya menangis menyaksikan kesakitan Mamanya.
"Kau tidak menjawab, kalau begitu aku akan menembak di kepala dan jantungnya. Kalau bisa 2 kenapa harus 1," ucap Aileen dengan semangat.
Moira masih diam saja, air mata yang terus mengalir sudah cukup menjelaskan seberapa sakit yang ia rasakan. Tapi Moira sadar, Aileen juga sakit, bahkan lebih sakit dari yang ia rasakan saat ini.
"Tante, ada kata-kata terakhir?"
Bahkan Dalia sudah tidak sanggup untuk membalas ucapan Aileen.
DOR
Aileen menembak tepat di kepala Dalia.
"MAMA..." Teriak Moira sangat menyakitkan.
DOR
Aileen kembali menembak tepat di jantung Dalia. Darah tidak henti-hentinya mengalir. Moira yang melihat itu semua merasa mual.
HUEKK
Dia memuntahkan isi perutnya, dia melihat jasad Mamanya yang sudah tidak berbentuk. Moira merasa kesadarannya hampir menghilang.
"Aileen.... Terlepas dari semua yang telah terjadi, nyatanya aku masih menyayangimu," lirih Moira pelan yang masih dapat di dengar oleh Aileen. "Di hatiku, ada rasa ingin hidup bersama sepupu kesayanganku."
Aileen tidak kuat mendengar ucapan Moira, pertahanannya hampir runtuh. Tapi sekali lagi ia menyakinkan dirinya bahwa semuanya harus berakhir. Dengan sekuat tenaga Aileen menahan air matanya, jujur saja dia tidak kuat melihat kondisi Moira yang begitu menyedihkan.
"Sekarang, kau harus melihat bagaimana Papamu membakar rumah kami Moira! Yang menyebabkan Papaku hangus terbakar. Tinggal lah didalam sini Moira, aku tidak akan membiarkanmu hidup, kau tidak sekuat aku!" Ucap Aileen dengan sekuat tenaga.
"BAKAR!" Teriak Aileen.
Pria berpakaian serba hitam itu mulai menyiram bensin ke seluruh gudang.
"A-ara, di kesempatan manapun, aku harap kita bertemu lagi, tapi tidak dengan kesakitan seperti ini," lirih Moira pelan yang masih dapat di dengar Aileen.
Perlahan gadis itu melangkah keluar dari gudang, meninggalkan Moira dan Keenan. Tidak lama setelahnya, api menyala dengan ganasnya. Aileen menyaksikan api mulai membakar habis gudang tersebut bersama orang didalamnya.
"Aku tidak membiarkanmu tetap hidup bukan karena aku tidak menyayangimu. Aku sungguh menyayangimu, tapi jika kau tetap hidup, aku yakin kau tidak sekuat diriku. Setelah semua kenyataan yang kau ketahui, dan kau lihat bagaimana aku membunuh Mamamu, aku tau kau tidak akan bisa hidup kembali seperti yang ku lakukan dulu, Moira!" batin Aileen masih menatap kobaran api.
"Kita akan bertemu kembali Moira, sebagai sepupu yang saling menyayangi seperti dulu. Aku tidak bisa hidup lebih lama lagi di dunia ini, selain karena paru-paru ku yang rusak, tugasku juga sudah selesai."
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGE
ספרות נוערFollow sebelum baca yuk♡ _-- Darah di bayar dengan darah Nyawa di bayar dengan nyawa Saya hanya melakukan apa yang orang lain perbuatan dengan saya, setimpal bukan? Hanya seorang gadis lugu yang berubah menjadi seorang perempuan yang haus darah. Sem...
