23 Jam🕚

40 29 6
                                        

SELAMAT MEMBACA

-
-
-

Malam ini Moira berjalan di sekitaran perumahan tempat dia tinggal, gadis itu baru keluar dari rumah sakit sore tadi. Dan sudah terhitung 2 hari ia tidak masuk sekolah. Bahkan sudah hampir mati dihajar habis-habisan kemarin, kini kehidupannya masih saja sama. Dalia dan Keenan masih tidak peduli dengannya. Bahkan yang lebih parahnya lagi, saat Moira belum sadarkan diri, kedua orang tuanya sudah pergi ke luar kota untuk urusan bisnis.

Memang sudah tidak ada lagi yang diharapkan Moira, ia hanya berharap bahwa dirinya mampu bertahan untuk menunjukkan kebenarannya. Ya, Moira sudah bertekad untuk membongkar kebusukan Aileen. Ia sudah tidak bisa diam saja, Aileen semakin menjadi-jadi.

Tanpa arah dan tujuan Moira terus berjalan, tatapannya lurus ke depan. Hingga gadis itu sampai di gang yang lumayan sepi. Tiba-tiba saja datang 2 orang yang berbadan besar, dan langsung memegang tangan Moira yang membuat gadis itu sadar dari lamunannya.

"Hai, mau kemana manis?" Tanya orang itu.

"Ayo ikut kita adik manis," ajak pria satunya lagi.

"Lepasin tanganku!" Ucap Moira dengan tegas.

"Mending nurut dan ikut sama kita, sebelum kita main kasar nih," ucap pria itu.

"Lepasin! Aku gak mau ikut kalian! Tolongg....." Teriak Moira yang berusaha lepas dari kedua pria itu.

"Haha... Percuma sekali kau berteriak, tidak akan ada yang mendengarmu!" Tawa pria itu.

Moira menatap sekitarnya, memang tempat itu sepi. Tapi persetan dengan itu, Moira harus berupaya agar bisa lepas.

BUGH

Moira menendang kaki pria itu

"Argh... Sialan!" Teriaknya.

Genggaman tangan pria itu terlepas, namun Moira belum bisa bebas. Pria satu lagi dengan cepat menghalang Moira agar tidak kabur.

"Mau kemana kau? Sudah lah, ikut saja sama kami. Atau kami akan melakukannya dengan cara kasar," ucap pria itu.

Moira memundurkan langkahnya perlahan saat kedua pria itu berjalan mendekat padanya. Bohong jika Moira tidak ketakutan, nyatanya ia lebih dari ketakutan. Hanya saja ia berusaha menutupi itu agar tidak terlihat lemah oleh dua pria jahat ini.

Perlahan namun pasti, kedua pria itu semakin dekat dan hampir menyentuh Moira.

BRAK

Moira terjatuh saat tidak sengaja tersandung batu, ia melihat kedua pria itu tersenyum melihat kondisi Moira. Gadis itu pasrah, ia menyembunyikan wajahnya di atas lutut dan memeluk kedua kakinya.

Beberapa menit Moira menunggu, ia tidak merasakan ada yang menyentuhnya. Merasa heran, gadis itu mengangkat wajahnya. Moira dapat melihat dua pria tadi berkelahi dengan 2 orang yang berpakaian serba hitam serta masker yang menutupi wajahnya.

Melihat itu, Moira segera berdiri. Ia juga melihat seseorang yang berdiri dekat pintu mobil bagian penumpang. Orang itu juga memakai pakaian serba hitam serta masker dan kacamata hitam. Dia dengan santai melihat perkelahian yang sedang terjadi. Dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada.

Tidak berapa lama, dua orang pria yang ingin menculik Moira tadi tergeletak di jalan tidak berdaya. Lalu datang sekitar 5 orang yang juga berpakaian serba hitam yang mengangkatnya dan di masukkan ke dalam mobil.

"Silahkan Naile!" Ucap 2 orang yang menghajar penjahat tadi, mereka mempersilahkan orang yang sedari tadi hanya menonton perkelahian untuk masuk ke mobil. Setelahnya mobil melaju dengan kecepatan tinggi.

REVENGECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang