27 Jam🕒

33 21 8
                                        

SELAMAT MEMBACA

-
-
-

Moira menatap wajahnya di kamera handphone, make up tipis dengan rambut yang di gerai, serta dress simpel berwarna hitam sungguh membuat penampilan gadis itu memukau.

Kini ia berada di salah satu caffe ternama, sedang menunggu kedatangan Leon

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kini ia berada di salah satu caffe ternama, sedang menunggu kedatangan Leon. Mereka berjanji untuk dinner di tempat ini.

Sedari tadi senyuman manis tidak terlepas dari wajah cantik Moira, rasanya ia begitu senang malam ini.
Selain karena lega telah berhasil menunjukkan yang sebenarnya terhadap orang-orang di sekolah tadi, ia juga senang karena Leon mengajaknya dinner.

Sekitar 15 menit Moira menunggu, akhirnya Leon datang dengan tergesa-gesa. "Leon, kenapa ngos-ngosan gitu?" Tanya Moira.

Leon masih belum berbicara, cowok itu masih menetralkan nafasnya. Dia meraup banyak-banyak oksigen. Moira berdiri dari duduknya dan memegang bahu cowok itu berusaha menenangkan.

"M-moi, maaf aku telat," ucap Leon sungguh merasa bersalah.

"Gak papa kok, harusnya kamu gak perlu buru-buru gitu, sampai ngos-ngosan gini," ucap Moira memaklumi.

Leon menatap teduh Moira. "Moira, maaf. Aku gak bisa tepati janji untuk dinner malam ini," ucap Leon yang membuat Moira mengejutkan keningnya.

"Kenapa Leon?"

"Aku harus ke Yogyakarta sekarang juga Moi, Mama aku sakit parah," jelas Leon. Tercetak jelas raut sedih di wajah Leon.

"Ya ampun Leon, semoga Mama kamu baik-baik aja ya. Kamu gak usah pikirin aku, sekarang kamu pergi aja, kamu hati-hati ya," ucap Moira yang juga ikut sedih melihat kesedihan di mata Leon.

Cowok itu mengelus rambut panjang Moira, rasanya berat meninggalkan gadis itu. "Moi, sebelumnya kamu harus tau sesuatu."

"Apa?"

"Tadi sewaktu aku pulang nganter kamu, aku lihat Carrel dan Aileen yang bertengkar. Moi, sebenarnya Carrel terpaksa ngelakuin itu."

"Maksud kamu?" Tanya Moira yang sungguh tidak mengerti maksud Leon.

Leon menatap sekitarnya lalu berucap pelan pada Moira. "Ayahnya Aileen itu psycopat terkejam di kota ini. Namanya Winston Samuel, tidak banyak yang mengenalnya karena identitasnya begitu dirahasiakan. Aileen menggunakan kekuasaan Ayahnya untuk mengancam Carrel. Aileen menyuruh Carrel menjauhi kamu dan harus dekat dengannya, kalau tidak nyawa kamu terancam Moi. Carrel terpaksa melakukan itu, agar kamu tetap aman. Tadi, sewaktu kebusukan Aileen terbongkar, Carrel membawa Aileen pergi dan marah besar pada Aileen. Carrel marah karena Aileen udah buat kamu di hajar habis-habisan sama orang tuamu. Dan Carrel bilang bahwa dia tidak mau lagi berpura-pura dekat dengan Aileen," jelas Leon yang membuat Moira terdiam membisu.

REVENGECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang