EPILOG

10 0 0
                                        

SELAMAT MEMBACA

-
-
-

"Ayah..."

"Ayah..."

"Ayah..."

Seorang pria paruh baya mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk begitu menyilaukan. Panggilan 'Ayah' itu membuatnya terbangun dari tidurnya. Dia menatap sekeliling, dia berada di kamarnya. Itu yang pertama kali ia yakini. Lalu suara itu? Siapa pemilik suara itu? Kenapa terdengar tidak asing di telinganya.

"SELAMAT PAGI AYAH!"

Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan menampilkan seorang gadis dengan senyum lebar di wajahnya. Senyum yang begitu ceria tidak ada beban sama sekali.

Pria itu menatap terkejut pada gadis itu, seperti tidak percaya siapa yang ada di hadapannya saat ini. Berulang kali ia mengucek matanya untuk memastikan apakah ia tidak salah lihat.

"Apakah itu Elen?" Batinnya yang masih tidak percaya.

"Tidak mungkin itu Elen!" Sanggahnya.

"Tapi, tidak ada orang yang memiliki wewenang masuk ke kamarku selain Elen," batin Pria itu yang masih asik di lamunannya.

"Astaga Ayah! Kenapa kau mengacangiku seperti ini? Apakah kau sudah tidak sayang padaku?"

Pertanyaan itu membuat pria paruh baya itu tersadar dari lamunannya. Dia langsung mengambil posisi duduk dengan menyandar ke kepala ranjang.

"Benar kau, Elen?" Tanya pria itu.

"Ayah, apakah kau melupakanku? Tentu saja aku Aileen Phylicia. Putri Winston yang paling cantik sedunia!"

Itu adalah ucapan khas milik Aileen, putri Winston. Melihat itu, Winston tersenyum hangat. Sekarang ia mengakui bahwa yang di hadapannya saat ini adalah Putrinya.

Winston merentangkan kedua tangannya, saat itu juga Aileen langsung berlari dan masuk ke dalam pelukan Ayahnya. Winston menciumi pucuk kepala Aileen dengan sayang, memeluk erat seperti takut kehilangan. Memejamkan matanya seperti melepas kerinduan yang amat dalam.

Pria itu tidak tau apa yang ia rasakan saat ini, hanya saja ia merasa begitu merindukan Aileen.

"Tetaplah menjadi Putri Winston, selamanya," lirih Pria itu pelan.

Lama keduanya saling berpelukan, hingga akhirnya Aileen melepaskan pelukan itu. Aileen menatap Winston antusias.

"Ayah, aku sudah lama tidak menangis, rasanya aku lupa akan rasa sakit sejak ada kau di hidupku," ucap Aileen tersenyum.

Mendengar itu Winston tersenyum menatap putrinya, mengusap rambut panjang Aileen.

"Ayah, kapan terakhir kau menangis?" Tanya Aileen yang membuat senyum di wajah Winston luntur seketika.

Pria paruh baya itu terlarut dalam lamunannya, dia tidak akan mungkin melupakan kejadian yang membuat ia meneteskan air mata kembali setelah sekian lama. Malam itu, malam yang menjadi saksi bisu seorang Winston Samuel menangis karena kepergian putrinya. Kala ia melihat Putrinya menghembuskan nafas terakhir di dalam dekapannya.

Malam itu juga adalah malam yang paling menyedihkan sepanjang hidup Winston. Para bodyguard menyaksikan seorang psycopat terkejam berada di titik paling rapuh. Rumput-rumput menyaksikan bagaimana Winston memeluk erat Putrinya yang sudah tidak berdaya. Semesta melihat jelas bagaimana hancurnya Winston malam itu.

"Kemarin," jawab Winston yang membuat Aileen menaikkan sebelah alisnya.

"Kemarin?" Tanya Aileen yang mendapat anggukan pelan dari Winston.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 26, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

REVENGECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang