20. liburan

270 18 7
                                        






"Gua yang duduk depan, titik!" Ucap Haechan menarik tangan Jaemin yang sudah duduk dikursi depan.

"Gua duluan yang duduk Haechan." Ucap jaemin ga mau kalah, ia menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

Haechan sama jaemin lagi ribut masalah kursi di mobil. Mereka sedang bersiap-siap untuk liburan ke villa Renjun yang berada di penggununga. Semalam mereka sudah memnyusun pakaian, setelahnya anak manusia pun memutuskan untuk tidur bersama di ruang TV. Tidak usah tanya bagaimana keadaan pria setengah baya yang dikunci Renjun Dan Yangyang di teras tadi malam, intinya ketika Renjun membuka pintu tadi pagi, teras sudah kosong tanpa ada kehidupan, ia hanya mengangkat bahu bodo amat dan kembali masuk untuk membangunkan anak manusia.

Kembali lagi ke Haechan dan Jaemin yang sudah saling menjambak, anak manusia justru hanya menatap sekilas lalu kembali sibuk dengan urusan masing-masing, bahkan Yangyang sudah duduk anteng di teras sambil menonton mereka.

"Paling bentar lagi dimarahin Renjun." gumam yangyang sambil tertawa kecil, ia melihat kearah Renjun yang masih sibuk menyusun tas di bagasi mobil.

"Lepasin rambut gua monyet!" Teriak Jaemin dengan tangan yang masih menjambak rambut pemuda di depannya itu.

"Elu duluan sat—ADOH SAKIT BABI!" Haechan berteriak kala jaemin semakin kuat menarik rambutnya.

"ELU DULUAN NARIKNYA KUAT." Jaemin.

"Bjirr, gua kira baku hantam tadi." Ucap Shotaro sambil duduk di sebelah Yangyang.

"Renjun kapan ngamoknya dah." Yangyang.

"Iya kan, lama bener anjir." Jawab Shotaro sambil melihat kearah Renjun.

Renjun yang sudah selesai menyusun tas bersama Jeno melihat kearah dua anak yang masih jambak-jambakan itu, ia mengambil napas sejenak lalu berjalan mendekat. Berkat ke lihaian tangan Renjun yang sudah terlatih, Jaemin dan Haechan diketuk satu-satu sama Renjun, ia berkacak pinggang sambil menatap kedua anak yang kini hanya cengengesan gajelas.

"BUKANYA KERJA MALAH GELUD, MANA TERIAK LAGI, GA ENAK DIDENGERIN TETANGGA MONYET!" Teriak renjun, sebenernya pengen banget haechan sama jaemin nyaut "lu juga teriak pendek" tapi gajadi, cari aman mereka mah.

Yangyang sama jeno mah menikmati banget tontonan gratis gini, beda sama shotaro yang udah keluarin hp buat ngerekam.

"GUA DUDUK DEPAN, ELU CHAN SAMA YANGYANG DUDUK PALING BELAKANG, TARO SAMA NI DILAN DUDUK TENGAH. JANGAN ADA YANG BANTAH!" Pungkas Renjun akhirnya, padahal tadi katanya jangan teriak teriak.

"Masuk sana." Titah Jeno, akhirnya anak manusia satu persatu mulai masuk mobil dengan Renjun yang paling terakhir karena harus kunci pintu rumah dulu.

"Udah semua kan?" Tanya Jeno sambil ngeliat kebelakang.

"Gass!"

Lagu seperti mati lampu by oppa nassar terputar, sudah pasti rekues an dari Haechan. Selama dimobil ada aja yang dilakuin, lebih ke Haechan sama Yangyang yang rusuh sih.

Penghuni paling depan alias Jeno sama Renjun adem adem aja. Jeno fokus nyetir sambil sesekali nyanyi nyayi kecil, Renjun lebih milih diem dan memperhatikan sekitar dengan earphone yang tersumpal ditelinganya, lagi males goyang dia kalo dengar lagu oppa nassar.

Penghuni tengah juga biasa biasa saja, Ada Jaemin yang sedang memperhatikan sekitar, siapa tau dapat janda kaya raya,  Kalo Shotaro mah diem bae sambil baca buku "bagaimana cara menjadi sukses."

Masalahnya ini nih, penghuni paling belakang, bacotnya bangetz pake z. Haechan sama Yangyang lagi main monopoli, kok bisa maen monopoli didalam mobil? Ya dibisa bisain lah sama nih dua bokem.

MANUSIA SQ || 00LCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang