Kini keduanya sedang berada di lampu merah, di sebelah mereka ada juga dua anak SMA yang sepertinya satu sekolah, itu dapat dilihat dari simbol pengenal di dasinya.
"Kiw kiw cewe."
Hanya dengan tiga kata itu, mereka berdua kompak menoleh kearah dua pemuda di sebelah, satu sok ganteng dan satu lagi sok manis, pertemanan yang cocok.
"Kamu tau gak bedanya kamu sama kupu kupu tuh apa?" Tanya salah satunya.
Haechan mah dah masang tampang mau muntah.
"Ga tau hihi, ngok." Jawab cewe yang di depan mereka.
"Kalo kupu kupu terbang dilangit, kalo kamu terbang dihati aku, slebew." Cowok yang mukanya sok ganteng itu berdehem kecil, bangga karena berhasil godain anak gadis orang.
Sedangkan si cewe langsung majuin motornya kedepan karena salting, Renjun yang mulutnya gak tahan buat julid terus ngelihat hal ginian langsung nyeletuk.
"Gombalan murah." Dengan begitu dua anak disebelah mereka langsung noleh, ya merasa dong, toh cuma tuh orang yang ngegombal.
"Gua maksud lu?" Tunjuknya pada diri sendiri, Haechan mah langsung pura pura ga kenal sama Renjun.
"Emang merasa kalo gombalanya murah?" Malah tanya balik si Renjun, emang kaga ada takutnya nih anak.
"Ngajak gelud ye lu sipit" ucap cowo yang mukanya kek dilan.
"Temen lu noh, lebih sipit" Renjun.
"Gelud hayyukk!" Cowo sipit tadi udah ngangkat lengan bajunya.
"Ngapain lu angkat angkat lengan baju? Kek ada ototnya aje." Haechan malah ikut-ikut an nyaut.
"Si anj—"
Tin..
Tin..
Tin..
Mendengar bunyi klakson, mereka langsung tersadar dari acara gelud geludnya, ternyata lampu udah berubah ijo, Haechan langsung tancap gass mendahului dua cowo tadi. Ia melihat kearah kaca spion, ternyata anak yang mereka ajak gelud tadi mengikuti dari belakang.
"Jun, coba lihat belakang." Haechan.
"Dua songong tadi kan? Itu bukan ngikutin oon, kan mereka satu sekolah ma kita."
"Kok lu tau, Jun?"
"Lu tengok dasinya pe'a." Jawab Renjun.
Haechan mengangguk paham, ia melihat gerbang sekolah barunya dan membelok kan stir masuk ke kawasan SMA. Ia mencari-cari tempat parkir yang bikin motor kecintaanya ini gak kepanasan, setelah parkir mereka berdua turun dan hendak masuk ke dalam.
"WOY MANUSIA JULID!"
Haechan dan Renjun kompak noleh, Ternyata yang neriakin anak cowo di lampu merah tadi. Melihat itu, kedua orang tadi kompak tertawa, merasa kalo orang di depanya ini merasa dipanggil demikian.
"Wkwkwkwk, merasa julid lu hah?"
"Gosah hah hah anying, napas lu bau neraka." Ucap Haechan kesal.
"Hidung lu bermasalah babik, wangi gini kok."
"Pala lu ada lima, wangi darimana tai" Haechan.
"Gue bukan tai sat."
"Pengalihan pembicaraan." Haechan.
"Bacot item."
"Ini eksotis sat."
"Sipaling eksotis."
Renjun sama cowo sok ganteng tadi akhirnya hanya menonton perdebatan unfaedah dari kedua temanya, padahal yang harusnya adu bacot kan mereka berdua. Sedangkan haechan masih ngotot masalah kulit dengan cowo muka dilan tadi.
"BACOT ANYING, KEBURU BELL TAR!" Renjun menarik tas haechan dan menyeretnya masuk kedalam sekolah meninggalkan dua anak tadi yang bengong doang.
_____________________________
Sampe sini dulu guys
Gua buatnya masih pendek pendek dulu, nanti kalo pertengahan bab pasti lumayan dipanjangin kok
Makasih yang udah mao baca
Janlup vote
Daa~~
KAMU SEDANG MEMBACA
MANUSIA SQ || 00L
FanfictionManusia SQ "TUHANNN, KENAPA TEMEN GUA KAGA ADA YANG WARASS" Jaemin. "Tau ga apa bedanya kamu sama kupu kupu. kupu kupu terbang dilangit, kalo kamu terbang di hati aku" Jeno. "INI MASIH JAM 4 PAGI ANJIR" Renjun. "BU SITI, SAYA UTANG DULU YA, BAYARNYA...
