Bell pulang sudah berbunyi dari tadi. Alih-alih langsung pulang, Renjun dan Haechan lebih memilih untuk bersantai sejenak dibawah pohon rindang belakang sekolah.
Haechan menguap bosan, "jun, katanya ada cafe baru loh."
Renjun hanya mengangguk dan kembali fokus pada hapenya, Haechan memutar bola matanya malas.
"Ada cafe baru elah Jun!" Ucap Haechan sekali lagi.
"Ya terus? Gua harus ngapain anjir kalo ada cafe baru!" Ucap Renjun.
Haechan berdecak, "ya kesanalah, emang lu mau duduk gini doang?"
Renjun hanya menatap malas kearahnya, Haechan bangun dari duduknya dan menarik Renjun. Ia menghidupkan motornya dan langsung cuss ke cafe yang katanya baru buka itu.
.
.
.
Haechan dan Renjun sekarang sudah duduk disalah satu bangku di cafe tadi. Cafe 127 namanya. Dengan desain kekinian membuat tempat itu banyak dikunjungi oleh anak muda yang mau updet ignya.
Seorang wanita menghampiri meja mereka berdua dengan buku menu dan catatan ditanganya, Ia tersenyum ramah.
"Mau pesan apa?"
"Nasi pad—"
"—kentang gorengnya dua porsi sama milkshake cokelat nya dua mba, ya" ucap Renjun menyela omongan Haechan.
"Baik, ada tambahan?"
Renjun menggeleng, "engga mba."
"Oke, mohon ditunggu ya" setelahnya mba-mba tadi pergi meninggalkan meja mereka.
Haechan menatap Renjun malas, "apasih Jun, gua kan mau nasi padang."
"Chan, pliss deh. Gua tau lu bego tapi jan malu-maluin kek tadi, untung masih gua anggep kawan lu!"
"Emang gua salah gitu? Kan cuma mau nasi padang!" Ucap Haechan.
"Ya lu pikir bego! Ini kafe bukan RM nasi padang, sabar banget gua ama lu ye!"
Haechan cengengesan, "hehe, ya maap Jun. Wajar salah kan gua manusia."
"Emang lu manusia?"
"Kurang ajar tuh mulut!"
Haechan menjambak rambut renjun membuat keduanya berantem, tapi gak lama harus berhenti karena pesananya datang.
"Makasih mba" ucap Renjun, mba-mba tadi membalas senyuman dan pergi darisana.
Baru saja Renjun balik muka tapi kentang dipiringnya sudah habis ludes tak bersisa meninggalkan Haechan dengan mulut penuh yang menatapnya santai.
Haechan menelan makananya, "kenapa?"
"LU MAKAN KENTANG GUA!" tunjuk Renjun kepiring dihadapanya.
Haechan memukul pala Renjun, "BUTA LU, HAH?!"
"INI KENTANG LU, GA GUA MAKAN MASIH UTUH!" Haechan menunjuk kepiring satu lagi yang kentangnya tak tersentuh sedikit pun.
"Hehe, maap lah. Jangan mwarahh~ wkwk"
"Jingin mirih nyi nyi nyet monyet!"
Haechan mengalihkan pandanganya kearah pintu cafe yang baru terbuka memperlihatkan empat remaja SMA yang baru masuk.
"Jun, kek kenal ga sih?" Tanya Haechan membuat Renjun ikut melihat kearah pintu.
Renjun membulatkan mulutnya, "itu mah Jaemin, Jeno, Yangyang, Shotaro."
"Oh iya bener!"
"WOY DILAN DAN KAWAN KAWAN!"
Karena mungkin Jaemin merasa mirip dilan, jadi dia noleh kearah Haechan yang menyuruh semuanya agar mendekat.
"Sini duduk bareng!" Ucap Haechan membuat keempatnya berjalan mendekat.
"Ayyo wassapp gess!" Ucap Jaemin dengan gaya sok swag nya.
"Berempat?" Tanya Renjun.
"Engga, tadi ketemu di parkiran" jawab Shotaro.
"Enak gasih makananya? Gua belum coba soalnya" ucap Jeno sambil melihat-lihat seisi kafenya.
"Yang lain gatau, tapi milkshake cokelat sama kentangnya enak."
Pelayan tadi datang lagi menghampiri meja mereka dengan buku menu dan catatan ditanganya.
"Mba, samain aja kaya mereka ya!" Ucap Yangyang diangguki yang lain.
"Iya, samain aja."
"Baik, tunggu sebentar ya!"
Pelayan tadi pergi meinggalkan meja diikuti Yangyang yang tiba-tiba berdiri.
"Kemana?"
"Kamar mandi!" Ucap Yangyang dan berlari kecil kearah kamar mandi.
"Minta No lu pada dong" ucap Jaemin.
"Buat apa? Jaminan pinjol ya?" Tuduh Haechan.
"Anj, ya engga lah!"
"Ya terus buat apa?" Shotaro.
Jaemin berdecak, "mang ngapa sih kalo gua minta No? Salah ya?"
"Weitss santai bos, noh hp" Haechan menyerahkan hpnya diikuti yang lain.
Yangyang yang baru dari kamar mandi menyeryitkan alisnya bingung.
"Ngapa nih?"
"Minta No lu dong."
Yangyang mengangguk dan menyerahkan ponselnya kepada Jaemin. Tak lama pesanan mereka pun datang.
Yangyang mencomot kentang didepanya, "lumayan lah kentangnya."
"Gua denger-denger kan, sekolah kita tuh—"
"—apa? Bekas kuburan?" Jaemin memotong ucapan Haechan.
"Engga nyet! Tapi bekas rumah sakit."
"Gitu aje terus! Kalo ga rumah sakit ya kuburan" ucap Jeno.
Yang lain tertawa setelah mendengar ucapan Jeno. Sadar tak sadar mereka semakin dekat satu sama lain, mulai dari Haechan dan Yangyang yang melontarkan candaanya dan ditanggapi oleh yang lain.
Waktu terus berjalan sampai akhirnya mereka baru pulang saat hari menjelang malam.
__________________________________
Dah sampe bawah aja nich
Untuk bab selanjutnya gweh bakal kasih tau gimana kehidupan mereka sebenarnya.
Makasih yang udah baca
Daa~~~
KAMU SEDANG MEMBACA
MANUSIA SQ || 00L
FanfictionManusia SQ "TUHANNN, KENAPA TEMEN GUA KAGA ADA YANG WARASS" Jaemin. "Tau ga apa bedanya kamu sama kupu kupu. kupu kupu terbang dilangit, kalo kamu terbang di hati aku" Jeno. "INI MASIH JAM 4 PAGI ANJIR" Renjun. "BU SITI, SAYA UTANG DULU YA, BAYARNYA...
