"Kau Name bukan?" ucap pria itu dengan suara serak.
"Siapa kau?" tanya Name dengan waspada, meski ketakutan terpancar jelas dari dirinya.
"Panggil aku Jigen. Aku tahu segalanya tentangmu, Name. Apakah kau ingin keluar dari kehidupan yang kau jalan...
Angin malam menerpa di tengah pertarungan yang intens. Kakashi, dengan kehebatannya sebagai Hokage Ke-6, mengeluarkan jutsu petirnya yang memancarkan cahaya kebiruan. Serangan petir itu menyala, memecah kegelapan dan menghantam area di sekitar Name.
Namun, dengan kecepatan yang belum surut, Name berhasil menghindari sebagian besar serangan petir tersebut. Tubuhnya meliuk dengan lincah, tetapi tak terelakkan, beberapa percikan petir menyentuh tubuhnya, menyebabkan teriakan rasa sakit yang tajam.
Kakashi melihat momen ini sebagai kesempatan untuk melancarkan serangan balasan. Dengan cepat, ia menerapkan serangkaian gerakan tangan dan tubuh yang menghasilkan serangan cepat yang sulit diprediksi. Name berjuang keras untuk bertahan, tetapi serangan Kakashi semakin mematikan.
Tubuh Name menjadi babak belur, luka-luka dari serangan sebelumnya semakin terasa. Darah mengalir, menciptakan gambaran kekejaman pertarungan malam ini. Namun, meskipun dalam kondisi terluka parah, tekad Name tetap tak tergoyahkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pertarungan terus berlanjut, setiap serangan dan pertahanan menandai ketangguhan dan kekuatan kedua belah pihak. Namun, Kakashi, dengan segala pengalaman dan keahliannya, mulai menguasai pertarungan. Serangannya semakin tajam dan mematikan.
Akhirnya, tubuh Name tak dapat lagi menghindari setiap serangan. Kakashi dengan cepat menangkapnya, membuat Name terjatuh. Kakashi menatapnya dengan dingin, menyadari bahwa pertarungan ini telah berakhir.
"Gadis seusia mu lumayan juga ya." Ucap kakashi
Namun, wajah Kakashi mencerminkan ketidaksenangan yang mendalam. Meskipun berhasil mengalahkan lawannya, Kakashi merasa terpukul oleh perjuangan Name yang gigih. Sebuah momen keheningan melanda, membiarkan hasil pertarungan meresap di tengah kegelapan malam.
Namun, meskipun terkapar di tanah dengan tubuh penuh luka, tekad dalam matanya masih bersinar. Name tetap mempertahankan kehormatannya, meskipun tahu bahwa misinya untuk membunuh Hokage Ke-6 telah berakhir dengan kegagalan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kakashi, meskipun juga terkejut dengan upaya penuhan yang dilakukan oleh gadis yang ditemuinya sebelumnya, menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih dalam dalam cerita ini. Wajahnya mencerminkan kebingungan ketika mendengar kata-kata Name.
Kakashi dengan ekspresi terkejut "Kukira kau gadis baik."
Name dengan suara lemah "Misi gagal."
Kakashi mencoba memahami makna di balik kata-kata itu. Ia mulai menyimpulkan bahwa Name adalah seorang pembunuh bayaran, datang untuk menjalankan misi yang sepertinya telah memaksa dirinya sendiri untuk mengakhiri hidup Kakashi.
Dengan kebingungan dan rasa cemas yang tumbuh, Kakashi menyadari bahwa Name tak lagi mampu berdiri. Tubuhnya yang lemah dan luka-luka yang parah memaksa Name untuk menyerah, dan tak lama kemudian, gadis itu pingsan di tanah.
Kakashi mulai panik "Eh! Apa kau mati!?"
Panik merayap di dalam diri Kakashi. Ia merasa bertanggung jawab atas nyawa gadis muda ini, yang mungkin saja melakukan upaya pembunuhan atas perintah seseorang. Kakashi, tanpa ragu, segera menggendong Name yang tak sadarkan diri dan membawanya menuju rumah sakit.
Perjalanan menuju rumah sakit terasa seperti kilas balik yang cepat. Langkah Kakashi cepat dan mantap, memastikan Name tiba di rumah sakit dengan segera. Di sana, ia memberitahu Hokage Ke-7 Uzumaki Naruto dan beberapa ninja penting tentang kejadian yang baru saja terjadi.
Sementara Name dirawat di rumah sakit, misteri di balik misi pembunuhan itu semakin terungkap. Kakashi, dengan ekspresi serius, merenungkan apa yang mungkin mendorong gadis muda ini untuk tiba-tiba menjadi pembunuh bayaran yang mencoba mengakhiri hidupnya.
............................................................................ Pagi yang cerah menyambut Name ketika ia bangun. Namun, sensasi dingin dan berat di kedua tangannya segera membuatnya terkejut. Ia menemukan tangan nya terikat dengan rantai, dan ketika matanya membuka lebar, wajah Hokage Ke-7, Uzumaki Naruto, menjadi sorotan pertamanya.
"Maaf kami harus merantaimu. Aku Uzumaki Naruto, Hokage ke-7." Kata naruto
Namun, ketidaknyamanan Name tidak berakhir di situ. Suara candaan dari laki-laki berambut nanas, Nara Shikamaru, menyusul pernyataan Naruto.
"Jadi, anda hampir kalah dengan seorang gadis?" Ujar shikamaru pada kakashi
Kakashi hanya bisa tertawa canggung sebagai tanggapannya. Namun, tatapan serius dari Naruto menunjukkan bahwa ini bukanlah saat untuk bercanda.
Pertanyaan-pertanyaan mulai diluncurkan, dan Name mendapati dirinya berada dalam pemeriksaan yang intens. Naruto mencoba mendekati dengan lembut, mencari informasi yang mungkin membantu memahami latar belakang Name.
"Jadi nama mu Name bukan?, berapa usiamu?" Tanya naruto lembut
Namun, Name tetap diam. Dalam keheningan yang memenuhi ruangan, ia memilih untuk menyimpan rahasia dan tidak memberikan jawaban apapun. Tatapan diamnya menunjukkan keteguhan tekadnya untuk tidak membuka diri.
Kakashi dengan suara lembut "Kami tidak bermaksud mencelakakanmu, tapi kami butuh tahu mengapa kau melakukan apa yang kau lakukan."
Meskipun Kakashi mencoba mendekati dengan cara yang lebih empati, Name tetap memilih untuk tidak berbicara. Pertanyaan dan upaya untuk mendapatkan informasi terus berlanjut, namun Name memegang rapat keputusannya untuk tetap diam.
Brak!. Shikamaru tiba tiba saja mengebrak nakas yang ada di sebelah ranjang name
"Jika kau tidak mau bicara tentang alasan kau ingin membunuh tuan hokage ke 6 kau bisa terancam hukuman mati!" Ucap shikamaru emosi
Kakashi dan Naruto mengamati dengan serius ketika Name akhirnya mulai berbicara. Meskipun di bawah ancaman dan tekanan, pengakuan Name mengungkap lapisan baru misteri yang membingungkan.
Name menjawab dengan ragu "name, aku berusia 12 tahun dan... aku... di bayar untuk... (suara gemetar) membunuh Hokage Ke-6."
Ketika kata-kata itu terucap, suasana di ruangan menjadi semakin tegang. Naruto menatap Name dengan rasa kekecewaan dan keprihatinan yang mendalam. Kakashi, meskipun tetap tenang, merenungkan ucapan dari apa yang baru saja diakui oleh gadis muda tersebut.
Naruto dengan nada lembut "Siapa yang membayarmu? Dan apa motif di balik ini?"
Name, setelah melepaskan beban rahasia yang selama ini dia pertahankan, masih ragu untuk memberikan rincian lebih lanjut. Namun, Naruto dan Kakashi tetap tenang, memberinya waktu untuk memikirkan jawabannya.
setelah sesaat berpikir name menjawab "Aku tidak tahu siapa yang membayar, dan motifnya... Aku hanya diberi tugas."
Ketidak jelasan dalam jawaban Name menambah kompleksitas misteri ini. Naruto dan Kakashi tahu bahwa untuk memahami seluruh konteksnya, mereka perlu mencari informasi lebih lanjut. Meskipun Name telah membuka diri sedikit, ruang interogasi ini masih dipenuhi dengan ketidakpastian tentang siapa di balik upaya pembunuhan ini dan apa tujuannya.
Proses penyelidikan akan menjadi tantangan baru bagi Hokage dan timnya, untuk mengungkap kebenaran di balik plot gelap yang melibatkan seorang gadis muda bernama Name.