21.jujur

774 77 2
                                        

Sesampainya di rumah, Kakashi langsung meminta Name membersihkan dirinya karena baru pulang dari misi.

"Name, segera mandi dan bersihkan dirimu," kata Kakashi dengan lembut tapi tegas.

Name mengangguk paham lalu berjalan menuju kamarnya terlebih dahulu. Saat sampai di kamar, ia mengambil baju ganti dari dalam lemari lalu tiba-tiba matanya tertuju pada dua gantungan kunci berbentuk beruang di atas meja yang dibelikan oleh Kakashi waktu itu.

Name mengambilnya lalu menatapnya dengan tatapan sendu. "Ini kehidupan baruku..." ucap Name lembut sambil melihat dua gantungan beruang yang ada di tangannya. Tapi seketika Name malah mengingat perkataan nenek-nenek asing tadi pagi.

"Kau akan mengubah masa depan tapi kau tidak bisa mengubah takdirmu?"

"Apa maksudnya? Aku tidak mengerti... apa takdir tak bisa diubah?" Jutaan pertanyaan muncul di otak Name.

Tiba-tiba suara ketukan pintu kamar mengejutkan Name. "Cepat pergi mandi, Name," perintah Kakashi dari balik pintu.

"Baik, Ayah," jawab Name lalu menaruh gantungan kunci itu ke dalam laci meja. Ia keluar kamar sambil membawa baju ganti lalu tersenyum ke arah Kakashi, kemudian berlari kecil ke arah kamar mandi.

Sementara itu, Kakashi yang melihat kamar Name tidak ditutup merasa penasaran dengan kamar Name sekarang. Dia iseng masuk kamar Name. "Kamar ini terasa lebih hidup, tidak kosong seperti dulu..." ucap Kakashi.

Lalu ia berpikir sejenak, "Kurasa aku harus membelikan Name beberapa aksesoris kamar," pikirnya.

Kakashi mengamati kamar Name. Walau tidak banyak berubah dari kamar yang dulu, yang berubah hanya tempat tidur dan meja belajarnya saja. Saat itu, mata Kakashi tertuju pada barang milik Name, yaitu sebuah kotak yang terkunci dan dua buah novel.

Kakashi iseng mengambil salah satu novel dan mulai membacanya. Ia terkejut saat ternyata novel ini tentang persahabatan. Namun, saat Kakashi membuka halaman selanjutnya, selembar kertas terjatuh ke lantai yang berasal dari novel yang ia baca.

Kakashi mengambil kertas itu dan ternyata kertas itu dilipat dua kali. Kakashi mulai penasaran dan membuka kertas itu. Ia bingung karena kertas itu hanya berisi nama-nama orang yang diberi tanda centang di sebelah namanya. Di paling bawah terdapat nama Kakashi yang belum diberi centang. Kakashi mulai paham kalau nama di kertas itu adalah nama-nama orang yang Name akan bunuh.

Kakashi mengambil kertas tadi dan memasukkannya ke dalam kantong. Ia meletakkan novel milik Name ke meja dan berjalan keluar kamar. Kakashi berjalan ke arah dapur dengan penuh penasaran tentang Name sebenarnya, dan ia berencana ingin melaporkan ini kepada Shikamaru.

Sementara itu, Name keluar dari kamar mandi dengan rambut setengah basah, baju putih lengan pendek, dan celana hitam panjang. Ia berjalan ke arah kamar dan mulai mengeringkan rambut dengan handuk. Setelah itu, ia menguncir rambutnya agar terlihat rapi, lalu ia mengambil penutup mata putih dan memakainya ke mata kanannya.

Name berjalan ke arah ruang tamu dan di sana sudah ada Kakashi dengan banyak cemilan. Kakashi memanggilnya dan menyuruh Name untuk duduk di sebelahnya.

"Name, sini duduk di sebelah Ayah," kata Kakashi sambil menepuk kursi di sebelahnya.

Name mengangguk dan tersenyum, mulai merasakan sosok ayah pada Kakashi. "Ada apa?" tanya Name dengan suara lembut.

"Aku ingin berbicara sedikit denganmu," jawab Kakashi sambil menatap Name dengan mata serius namun penuh kasih.

"Baik. Tentang apa?" tanya Name, penasaran.

Kakashi menarik napas dalam-dalam sebelum memulai. "Name, kau tahu, dunia shinobi itu penuh dengan rahasia dan kadang-kadang, hal-hal yang sulit dimengerti. Ayah ingin memastikan kau memahami ini dan siap menghadapi apapun yang mungkin datang."

Name menatap Kakashi dengan mata lembut dan penuh perhatian. "Ayah, aku tahu ini semua baru bagiku. Tapi aku berjanji akan berusaha sebaik mungkin untuk memahami dan menyesuaikan diri."

Kakashi tersenyum mendengar jawaban Name. "Ayah tahu kau bisa melakukannya. Hanya saja, ada sesuatu yang perlu kau jelaskan kepada Ayah."

"Apa itu, Ayah?" tanya Name, mulai merasa sedikit gugup.

Kakashi mengeluarkan kertas yang ia temukan di kamar Name dan menunjukkannya. "Ayah menemukan ini di kamarmu. Bisa kau jelaskan apa arti dari daftar nama ini?"

Name terkejut melihat kertas itu. Ia tahu tidak ada gunanya berbohong kepada Kakashi. "Itu... itu adalah daftar orang-orang yang........aku diminta untuk bunuh sebelum aku datang ke Konoha," jawab Name dengan suara pelan.

Kakashi menatap Name dengan tajam namun penuh pengertian. "Dan kau tahu siapa yang memintamu melakukan ini?"

Name mengangguk. "Ya, orang yang menyuruhku adalah seseorang yang sangat berkuasa,seperti pemimpin desa atau orang orang kaya. Tapi sekarang, aku tidak ingin melanjutkan misi itu. Aku ingin hidup sebagai shinobi Konoha dan belajar dari mu......."

Kakashi menghela napas lega. "Baiklah, Name. Ayah percaya padamu. Tapi kita harus berhati-hati. Ayah akan melaporkan ini kepada Shikamaru agar kita bisa mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kita semua."

Name mengangguk, merasa lega telah jujur kepada Kakashi. "Terima kasih, Ayah. Aku akan berusaha keras untuk menjadi shinobi yang baik."

Kakashi tersenyum dan mengusap kepala Name dengan lembut. "Itu yang Ayah harapkan. Sekarang, mari kita makan cemilan ini dan bersantai sejenak."

Name duduk di sebelah Kakashi dan mulai mengambil beberapa cemilan. Mereka berbicara tentang hal-hal ringan, mencoba melupakan sejenak semua masalah yang ada. Sesekali, Kakashi menceritakan cerita-cerita lucu dari masa lalunya sebagai shinobi, membuat Name tertawa dan merasa lebih dekat dengan ayah angkatnya itu.



Terima kasih sudah membaca cerita saya yang tak nyambung ini dan tak jelas ini.

Tetima kasih juga karna telah memberi vote!!.

(Keritik dan saran nya kakak)

Vote nya ya!

WADAH  (Boruto: Naruto Next Generations x reader)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang