Pagi menyambut Name dengan sinar matahari yang perlahan menyinari jendela-jendela rumahnya yang kecil. Namun, ketenangan pagi itu segera terganggu ketika beberapa shinobi Konoha muncul begitu tiba-tiba di depan pintu rumahnya,name pun langsung membuka kan pintu.
"Name, aku datang atas perintah yang sangat penting. Aku adalah utusan dari Konoha." Ucap salah satu shinobi itu tegas
Name mengangkat alisnya, menatap penuh kecurigaan pada shinobi yang muncul tanpa aba-aba tersebut.
"Apa yang kau inginkan?"tanya name sinis
Shinobi itu menghela nafas" Aku membutuhkan jasa khususmu. Tuan Hokage ke-6 menjadi target yang harus dihilangkan."
Name merespon dengan tatapan tanpa ekspresi, mencoba memahami permintaan yang begitu tiba-tiba itu.
" Dan apa yang membuatmu yakin aku akan melakukannya?" Ucap name dingin
" Kami tahu tentang kelamnya langkah-langkahmu di malam hari. Kami tahu siapa kau yang sebenarnya" ucap shinobi konaha itu
Sebuah senyuman muncul di wajah Name, tanpa kehilangan sikap misteriusnya.
" Dan apa bayaran yang kau janjikan?"
"Kami akan memberimu imbalan yang sangat mahal. Uang, kekuasaan, atau bahkan kebebasan. Pilihlah apa yang kau inginkan." Jawab shinobi itu serius
Name memandang jauh, berpikir tentang konsekuensi dan keuntungan dari tawaran yang diajukan ninja Konoha. Pagi yang cerah menjadi saksi dari pilihan yang tak terelakkan, dan Name harus memutuskan apakah ia akan melangkah lebih jauh dalam aliran gelap takdirnya.
Name membiarkan kata-kata ninja Konoha bergema di udara, menciptakan keheningan yang terisi dengan pertimbangan dan keputusan yang berat. Dalam rumah kecil yang dihuni oleh keheningan, seolah-olah waktu sendiri memberikan ruang bagi Name untuk merenung.
Setelah beberapa saat yang terasa seperti keabadian,Name akhirnya bersuara.
"Beri aku waktu untuk memutuskan." Ucap name tegas
Ninja Konoha mengangguk, menunjukkan pemahaman terhadap situasi yang kompleks ini. Dia tahu bahwa meminta seseorang seperti Name untuk membuat keputusan secepat kilat adalah permintaan yang tidak masuk akal.
"Kami akan kembali nanti sore" sahut shinobi itu
Setelah pintu tertutup, Name duduk sendirian di sudut ruangan. Pagi yang sejuk memasuki jendela, tetapi dalam hatinya terasa panas oleh pertimbangan moral dan takdir yang terus menghantuinya.
Di tengah pertimbangannya, kenangan malam-malam gelap muncul dalam pikirannya. Langkah-langkahnya yang meninggalkan jejak kematian di malam yang gelap, konsekuensi dari setiap pilihan yang diambilnya. Namun, tawaran ninja Konoha menawarkan sesuatu yang lebih besar, menggoda dan merayu Name untuk melangkah lebih jauh dalam aliran gelap takdirnya.
Pada akhirnya, Name harus membuat keputusan yang akan membentuk jalan hidupnya. Matahari pagi terus bersinar, namun keputusan Name dapat membawa bayangan yang gelap atau cahaya terang dalam kisahnya yang tak terduga.
............................................................................
Dalam keputusannya untuk menerima tugas yang berat, Name membenamkan dirinya lebih dalam ke dalam aliran kegelapan yang melingkupi takdirnya. Pada saat senja melukis langit dengan warna oranye dan merah, Name memakai jaket putihnya yang selalu setia menemani setiap langkah kelamnya.
Senjata-senjata yang mematikan dipersiapkan dengan cermat, melekat erat pada tubuhnya yang terlatih. Di mata Name, pembunuhan bukan lagi sekadar aksi gelap malam, melainkan tugas yang harus diselesaikan demi uang.
KAMU SEDANG MEMBACA
WADAH (Boruto: Naruto Next Generations x reader)
De Todo"Kau Name bukan?" ucap pria itu dengan suara serak. "Siapa kau?" tanya Name dengan waspada, meski ketakutan terpancar jelas dari dirinya. "Panggil aku Jigen. Aku tahu segalanya tentangmu, Name. Apakah kau ingin keluar dari kehidupan yang kau jalan...
