35.keputusan

143 25 4
                                        


Halo apa kabar semuanya,semoga sehat ya....

Maaf aku udah jarang updet soalnya pas awal desember kemeren aku masuk rs dan harus di rawat sekitar 1 minggu😃.

Oh ya kalian jaga kesehatan ya,soalnya sekarang lagi banyak orang sakit,ok...

Selamat membaca










Tap… tap… tap…

Suara langkah kaki terdengar teratur menyusuri lorong rumah sakit yang sunyi. Lampu-lampu putih memantulkan bayangan panjang di lantai yang mengilap. Beberapa perawat berlalu-lalang dengan suara lirih, namun suasana tetap terasa tegang seolah udara sendiri menahan napas.

Di ujung lorong, Sakura berdiri dengan wajah serius. Tangannya menggenggam map berisi laporan medis. Ia berhenti sejenak di depan pintu ruangan paling ujung, ruangan yang biasanya dipakai untuk rapat darurat.

Ia menarik napas dalam, lalu membuka pintu perlahan.

Di dalam ruangan itu sudah ada beberapa orang penting desa: Naruto duduk dengan kedua tangan terlipat di dada, ekspresinya tegang. Kakashi bersandar di tembok, satu mata tertutup seperti biasa namun sorotannya tajam. Tsunade duduk di kursi utama dengan wajah serius. di sampingnya ada Shizune. Sementara Shikamaru dan Sai berdiri agak menjauh, memperhatikan situasi.

Sakura masuk dan segera menutup pintu, lalu menguncinya dari dalam.

"Maaf aku terlambat," ucap Sakura sambil berjalan ke tengah ruangan. "Ada pasien kritis yang harus kutangani terlebih dahulu."

"Tidak masalah," sahut Naruto cepat, meski nada suaranya jelas tidak sabar. "Jadi? Apa hasilnya?"

Sakura berhenti di tengah ruangan. Ia menatap satu per satu wajah di sekelilingnya, lalu membuka map yang dibawanya.

"Kurasa… Name memiliki gangguan serius pada kondisi mentalnya."

Naruto mengernyit. "Maksudmu apa? Dia gila?"

Sakura menghela napas pelan. "Naruto, jangan sederhanakan seperti itu."

Ruangan menjadi lebih sunyi.

"Menurut informasi yang diberikan oleh guru Kakashi, ditambah laporan dari ANBU yang mengawasinya secara diam-diam, kepribadian Name sangat tidak konsisten. Dalam satu waktu, dia bisa menjadi gadis yang modis, menyukai aksesori dan berdandan seperti remaja pada umumnya. Namun di waktu lain, ia bersikap polos seperti anak kecil berusia tujuh tahun… cara bicaranya, gesturnya, bahkan tatapan matanya berubah."

Shikamaru menyilangkan tangan. "Kepribadian yang tidak stabil… merepotkan."

Sakura melanjutkan, "Dan terkadang… dia menjadi sangat dewasa. Cara berpikirnya tajam, analitis, bahkan dingin. Lebih mengkhawatirkan lagi, ada momen di mana ia menunjukkan sisi yang sangat kejam dalam waktu singkat."

Sai sedikit memiringkan kepala. "Kepribadian yang berbeda dalam satu tubuh?"

Shizune yang sedari tadi mendengarkan dengan gelisah tiba-tiba menegang. "Jangan-jangan… Name—"

"Ya," potong Sakura pelan namun tegas. Kemungkinan besar Name mengalami Dissociative Identity Disorder. Atau DID."

"Apa itu?" tanya Sai.

Sakura menarik napas dalam sebelum menjelaskan panjang.

"Dissociative Identity Disorder adalah gangguan psikologis berat yang biasanya muncul akibat trauma ekstrem di masa kecil. Seseorang dengan DID bisa memiliki dua atau lebih identitas atau 'alter' yang berbeda dalam satu tubuh. Identitas-identitas itu bisa memiliki usia, sifat, bahkan cara bicara yang berbeda."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 25 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

WADAH  (Boruto: Naruto Next Generations x reader)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang