8.masa lalu

908 101 3
                                        

Tubuh kecil Name terasa rapuh di bawah perlakuan kasar penjaga panti

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Tubuh kecil Name terasa rapuh di bawah perlakuan kasar penjaga panti. Tangisan dan rintihan kecilnya tak terdengar di tengah malam yang seakan menyimpan semua penderitaan. Dipaksa keluar dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan, Name terseret dan dilempar ke malam yang dingin.

Name terus menangis dan bergetar "Tolong, berhentilah..."

Namun, kata-kata itu seperti angin yang tak terdengar oleh penjaga panti. Name ditinggalkan sendirian di luar pintu, tubuhnya rapuh dan lemah. Penjaga panti tanpa belas kasihan menyiramkannya dengan kata-kata kejam yang membuat Name merasa tak berharga.
Tiba tiba saja name di seret dengan kasar keluar rumah oleh penjaga panti

Tiba tiba saja name di seret dengan kasar keluar rumah oleh penjaga panti

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Penjaga Panti bicara dengan keras "Mengemislah!"

Sebuah kaleng kosong dilemparkan ke arah Name sebagai tindakan terakhir penjaga panti, seakan-akan menciptakan garis batas antara kehidupan yang penuh penderitaan dan keputusasaan. Dalam kegelapan malam, Name berjalan pergi, langkah kecilnya menyisakan jejak kelaparan dan rasa sakit.

Mengemis di pusat desa, Name menarik perhatian beberapa orang yang memberikan sejumput uang sebagai bentuk simpati. Namun, kebanyakan orang melewatkan keberadaannya, meninggalkan Name dalam kehampaan dan kesendirian. Rintihan tangisan kecilnya bergema di lorong-lorong sepi, menciptakan lanskap kepedihan yang terasa tak terhingga.

 Rintihan tangisan kecilnya bergema di lorong-lorong sepi, menciptakan lanskap kepedihan yang terasa tak terhingga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Setiap uang yang diterimanya seperti sisa-sisa kehangatan di tengah dinginnya malam. Tubuh Name yang kecil merasa terpukul oleh kerasnya kenyataan, sementara malam yang tak berujung menyaksikan kisah kesengsaraan gadis kecil yang terbuang ini. Dalam kehampaan dan kesepian, Name terus mengemis untuk bertahan hidup, mencari sinar di tengah malam yang semakin dalam.

Tengah malam, Name pulang dengan sedikit uang yang berhasil dikumpulkannya. Beberapa temannya yang mengamati dari kejauhan hanya bisa menyaksikan dengan ketakutan karena tak berani melawan penjaga panti yang kasar. Saat Name melangkah masuk, kesalahan kecil memicu kemarahan penjaga panti.

"Apa ini? Kau berani membawa sedikit uang saat pulang!?" Ucap penjaga panti emosi

Dengan kemarahan yang meledak, penjaga panti memukuli Name sekali lagi. Teman-temannya hanya bisa berdiri diam, takut akan konsekuensi yang lebih buruk jika mereka bersuara. Tubuh Name yang rapuh merasakan pukulan demi pukulan, menghadapi kenyataan pahit bahwa bahkan keberhasilannya pun tak membawa kelegaan.

Namun, tiba-tiba pintu terbuka dan sosok ibu panti muncul. Dengan tatapan tajam, ibu panti melihat kejadian yang tak manusiawi ini.

" Apa yang terjadi di sini?!" Ucap ibu panti marah

"Ini anak  yang tidak patuh" ucap penjaga panti

Ibu Panti dengan tatapan tajam "Tidak ada alasan untuk memperlakukan mereka seperti ini!"

Namun, Ibu Panti tak tinggal diam. Dengan tegas, ia mendekati Name yang tengah menangis dan memeluknya dengan penuh kelembutan.

Ibu Panti berbicara sambil memeluk Name "Kenapa kau melakukan ini? Mereka masih anak-anak."

Name menangis "Aku sudah berusaha mendapatkan uang banyak"

Ibu Panti marah  "Tidak ada alasan untuk menyiksa anak-anak. Mereka butuh kasih sayang, bukan kekerasan." Ucap ibu panti pada penjaga panti

Ibu Panti memberikan pelajaran berharga kepada penjaga panti, dan sementara penjaga panti canggung dan terpaksa berhenti, Ibu Panti terus menenangkan Name yang masih merasa kesakitan dan ketakutan. Dalam pelukannya, Name merasakan sentuhan ibu yang penuh kebaikan, membawa kelegaan di tengah malam yang penuh dengan penderitaan.

Namun emosi penjaga panti meluap saat melihat ibu panti sangat menyayangi name.

Ia tiba tiba saja menyeret ibu panti dan mulai memukulinya di hadapan anak anak.

Ketakutan melanda hati Name saat melihat kebrutalan penjaga panti yang semakin menjadi. Ibu panti, yang mencoba melindungi anak-anak dari perlakuan kasar, menjadi korban berikutnya. Pukulan keras itu membuat tubuh ibu panti terpental, dan Name berteriak dengan panik.

Name yang ketakutan "Hentikan! Tolong, hentikan!"

Namun, seruan Name tak diindahkan oleh penjaga panti yang tengah mengamuk. Ibu panti terkapar di lantai, dan raut wajahnya mencerminkan rasa sakit yang mendalam. Name, dihadapkan pada kenyataan yang mengerikan, berusaha mencari cara untuk menghentikan kekerasan yang sedang terjadi.

Name memohon "Tolong, jangan sakiti ibu panti lagi! Kami hanya ingin hidup dengan damai!"

Namun, penjaga panti terus melampiaskan kemarahannya, tak menghiraukan permohonan Name yang penuh ketakutan. Sesak napas dan detak jantung Name berpacu, menciptakan suasana tegang yang tak tertahankan. Dalam kebingungan dan ketakutan, Name berharap ada seseorang yang bisa menyelamatkan mereka dari situasi mencekam ini.

Tubuh ibu panti terkapar lemas di lantai, dan kata-kata terakhirnya menggema di udara. Suasana yang awalnya penuh dengan ketakutan dan kekerasan, kini berubah menjadi duka yang mendalam. Name, gemetar dan terpaku di tempat, tidak bisa mempercayai apa yang baru saja terjadi. Mata ibu panti yang semula penuh kebaikan kini telah tertutup untuk selamanya.

Name dengan suara gemetar "Ibu panti... mati?"

Penjaga panti hanya melihat kejadian ini tanpa belas kasihan. Dalam keheningan yang menakutkan, kematian ibu panti menjadi penanda akhir dari kehidupan yang keras di panti itu. Name dan teman-temannya, meski bebas dari siksaan fisik, kini harus menghadapi penderitaan yang lebih dalam, kehilangan sosok yang telah memberikan sedikit kehangatan dan perlindungan.

"Sekarang, kalian benar-benar sendiri." Ucap penjaga panti senang

Ketakutan memenuhi hati Name dan teman-temannya. Mereka harus menghadapi takdir tanpa panduan dan perlindungan ibu panti yang sekarang telah pergi selamanya. Kematian ibu panti menjadi pengingat bahwa kehidupan di panti itu selalu keras, dan sekarang, mereka dihadapkan pada dunia yang lebih keras lagi. Dalam keheningan yang membeku, mereka harus meresapi kenyataan yang tak bisa dielakkan, bahwa takdir telah memutuskan untuk mengubah hidup mereka sekali lagi.

 Dalam keheningan yang membeku, mereka harus meresapi kenyataan yang tak bisa dielakkan, bahwa takdir telah memutuskan untuk mengubah hidup mereka sekali lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

💫

WADAH  (Boruto: Naruto Next Generations x reader)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang