30.....

424 50 9
                                        

Halo semuanya!
Apa kabar kalian?
Semoga sehat ya.....

Selamat membaca😙








    Setelah selesai membuat jus apel, Name menuangkannya ke dalam cangkir dan mencicipinya sedikit. Senyum kecil muncul di wajahnya ketika rasa segar dari apel bercampur dengan sedikit manis yang pas di lidahnya. Tidak terlalu buruk untuk percobaan pertamanya.

Namun, sebelum ia bisa menikmati minumannya lebih lama, suara pintu depan yang terbuka menarik perhatiannya. Kakashi baru saja pulang dari kantor Hokage, tampak lelah dengan setumpuk dokumen di tangannya. Langkahnya sedikit berat, dan matanya terlihat sayu,Name dapat melihat wajah cemberut di balik masker yang ia kenakan.

Name yang melihat itu segera meletakkan cangkirnya di atas meja dan berjalan mendekatinya. "Ayah nampak lelah... Apa ayah mau jus apel?" tawarnya dengan suara lembut.

Kakashi menoleh ke arahnya dan mengangguk kecil. "Boleh juga," jawabnya sambil duduk di kursi meja makan, meletakkan beberapa map yang berisi dokumen-dokumen penting.

Name segera menuangkan sisa jus apel ke dalam gelas baru, lalu menyerahkannya kepada Kakashi. "Ini, ayah," katanya dengan senyum tipis.

Kakashi mengambil gelas itu dan meneguknya perlahan. Raut wajahnya tidak menunjukkan ekspresi yang jelas, tetapi Name bisa melihat bahwa sedikit ketegangan di bahunya berkurang setelah minum jus buatannya.

"Rasanya lumayan," kata Kakashi akhirnya, menaruh gelasnya di meja.

Name tersenyum lega. "Aku baru pertama kali membuatnya."

Kakashi mengangguk pelan, lalu menghela napas panjang sebelum mulai membuka salah satu map di hadapannya. Name yang duduk di seberang meja makan menatap dokumen-dokumen itu dengan wajah penasaran.

"Ayah, dokumen apa itu?" tanyanya, mencondongkan tubuh ke depan.

Kakashi menutup mapnya sebentar dan menatap Name dengan ekspresi serius. "Ini tentang kondisi politik di Konoha," jawabnya singkat.

Name mengangkat alis. "Apa yang terjadi?"

Kakashi menghela napas panjang sebelum mulai menjelaskan. "Situasi di Konoha tidak sebaik yang kau kira. Ada banyak pejabat pemerintah yang tidak menjalankan tugasnya dengan benar, korupsi semakin merajalela, dan keadilan mulai terasa tidak adil."

Name menatapnya dengan ekspresi serius. "Korupsi? Di Konoha?"

Kakashi mengangguk. "Ya. Dan masalahnya, mereka yang terlibat korupsi tidak dihukum mati karena itu dianggap tidak manusiawi."

Name menatapnya tanpa berkedip, mencoba memahami situasinya. Ia selalu berpikir bahwa Konoha adalah tempat yang damai dan tertata dengan baik. Tetapi sekarang, mendengar langsung dari Kakashi bahwa keadilan di desa ini mulai pudar, ia merasa sedikit kecewa.

"Kupikir Konoha adalah tempat yang sempurna," gumamnya pelan.

Kakashi tersenyum kecil, tetapi ada nada pahit di dalamnya. "Tidak ada tempat yang sempurna, Name. Setiap desa memiliki kegelapannya sendiri, hanya saja tidak semua orang bisa melihatnya."

Name terdiam sejenak sebelum akhirnya berkata, "Ternyata tidak jauh berbeda dari desaku dulu."

Kakashi menatapnya dengan penuh perhatian. "Apa maksudmu?"

Name menatap kosong ke meja, suaranya terdengar lebih pelan saat ia mulai berbicara. "Di desaku, tidak ada hukum. Jika seseorang ingin korupsi, mereka bisa melakukannya sesuka hati selama tidak ketahuan. Tapi kalau sampai ketahuan dan warga membencinya, mereka akan membunuh koruptor itu dan merebut hartanya.tidak ada yang kebal hukum"

Kakashi tetap diam, membiarkan Name melanjutkan.

"Di sana, tidak ada keadilan atau belas kasihan. Semua orang bisa melakukan apa pun yang mereka mau. Membunuh, menjual obat-obatan terlarang, perdagangan ilegal, bahkan jual beli organ manusia... itu semua adalah hal biasa di desaku."

Kakashi mendengarkan sambil meneguk sisa jus apelnya. Ia sudah mendengar sedikit tentang desa tempat Name dulu dari shikamaru,tapi Kakashi tidak tau kalau desa itu seburuk itu.

"Itu juga alasan kenapa aku menjadi pemb—"

"Jangan katakan itu," potong Kakashi tiba-tiba, suaranya terdengar lebih lembut dari yang Name kira.

Name menatapnya, sedikit terkejut.

"Saat itu kau hanya salah jalan," lanjut Kakashi. "Kau tidak harus terus menerus menyalahkan dirimu sendiri."

Name menggigit bibirnya. "Tapi—"

"Kau sudah di sini sekarang," kata Kakashi lagi, memandangnya dengan mata satu yang penuh ketegasan. "Kau punya kesempatan untuk menjadi seseorang yang lebih baik."

Keheningan melingkupi ruangan. Name menunduk, merenungkan kata-kata Kakashi.

Setelah beberapa saat, ia menghela napas pelan. "Tapi bagaimana kalau aku masih belum tahu siapa aku sebenarnya?"

Kakashi tersenyum tipis. "Tidak ada yang menemukan jati diri mereka dalam semalam, Name. Itu butuh waktu."

Name terdiam, tetapi ada sedikit kehangatan yang menjalar di dadanya. Ia tidak pernah memiliki seseorang yang bisa berbicara seperti ini dengannya. Kakashi selalu tahu cara menenangkannya tanpa menghakimi.

"Aku hanya takut," gumam Name akhirnya.

Kakashi menatapnya dengan sabar. "Takut apa?"

"Takut kalau aku tidak bisa menjadi orang baik. Takut kalau aku akan kembali ke masa laluku..."

Kakashi menatapnya dalam-dalam sebelum akhirnya berkata, "Selama kau masih memiliki rasa takut itu, maka kau masih memiliki harapan."

Name mendongak, menatap Kakashi dengan mata sedikit membesar.

"Orang yang benar-benar jahat tidak akan pernah merasa takut akan hal itu," lanjutnya. "Mereka tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan. Tapi kau peduli. Itu sudah cukup sebagai awal."

Name menggenggam tangannya sendiri, merasakan sedikit ketenangan dalam kata-kata Kakashi.

"Dan satu lagi," tambah Kakashi sambil mengacak pelan rambut Name. "Kau tidak sendirian."

Name terkejut, tetapi tidak menepis tangan Kakashi. Ia hanya menunduk, menyembunyikan sedikit senyum di wajahnya.

Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia merasa bahwa mungkin, hanya mungkin, ia benar-benar memiliki tempat di dunia ini.

Dan meskipun jalannya masih panjang, setidaknya, ia tidak perlu berjalan sendirian.

"Kau punya teman teman....,mereka akan membantu mu..."

---

Gimana?

Info:
Shikamaru mencari tau tentang informasi name lahir,tapi hanya beberapa saja yang di dapat shikamaru,itu alasan shikamaru tau tentang desa name😀

Kritik dan saran nya ya

Jangam lupa vote

WADAH  (Boruto: Naruto Next Generations x reader)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang