"Kau Name bukan?" ucap pria itu dengan suara serak.
"Siapa kau?" tanya Name dengan waspada, meski ketakutan terpancar jelas dari dirinya.
"Panggil aku Jigen. Aku tahu segalanya tentangmu, Name. Apakah kau ingin keluar dari kehidupan yang kau jalan...
Maaf untuk saat ini aku akan jarang update karna sebentar lagi mau ulangan kenaikan kelas, jadi aku akan lebih fokus ke pelajaran sekolah dulu. Kalian juga ya, rajin rajin belajarnya
(Pas ulangan masih jauh belajarannya santai eh pas mau ulangan guru guru pada ngebut ngabisin materi)
Jujur aku sedikit lupa sama alur cerita buatan ku sendiri 🥲🙏
Eps 171.
Name duduk dengan tenang di dekat jendela, matanya terpesona oleh keindahan pemandangan yang terbentang di luar. Cahaya matahari pagi menyinari wajahnya, menciptakan bayangan yang lembut di sekitarnya. Namun, di sudut pandangnya, seorang nenek-nenek duduk di bangku seberang, memperhatikannya dengan penuh perhatian. Meskipun disadari kehadirannya, Name tetap acuh dan tak mengalihkan pandangannya dari pemandangan di luar jendela.
Nenek-nenek itu terus memandangin nama dengan tatapan yang menembus. Wajahnya penuh dengan ekspresi penasaran yang tak tersembunyi, seolah-olah mencoba membaca pikiran Name. Namun, Name yang merasa sedikit risih berusaha mengalirkan pandangannya ke arah lain, mencoba mengabaikan perhatian tidak diinginkan itu. Meskipun demikian, tatapan nenek-nenek itu terus bertahan, membuat suasana menjadi semakin tegang di antara keduanya.
Tiba-tiba, seorang anak kecil duduk di sebelah Name, menyela ketegangan di antara Name dan nenek-nenek. Meskipun Name awalnya tidak memperhatikan kehadiran anak kecil itu, perlahan-lahan kehadirannya mulai menyadarkan Name akan situasi di sekitarnya. Ketika anak kecil itu membuka bungkus makanannya dengan kesulitan, Name merasa tergerak untuk membantu. Dengan lembut, Name meraih bungkus makanan itu dan membukanya dengan tangannya yang lembut. Anak kecil itu tersenyum lega dan berterima kasih, sementara senyum manisnya berhasil meredakan ketegangan di sekitar mereka, bahkan nenek-nenek yang tadinya memperhatikan Name pun ikut tersenyum melihat interaksi mereka.
Saat kereta berhenti dengan gemuruh, menandakan bahwa tujuan Name telah sampai, dia merasa kaki-kakinya menjadi ringan karena antusiasme yang menyelimuti hatinya. Namun, di sela-sela kegembiraan itu, ia melihat nenek-nenek yang sebelumnya memperhatikannya mengalami kesulitan mengambil tasnya yang terletak di atas rak bagasi kereta. Name, tanpa ragu, tergerak untuk membantu nenek-nenek tersebut.
"Nek. Biar ku bantu ya," ucap Name sambil tersenyum ramah, berjinjit untuk mencapai tas yang terlalu tinggi bagi nenek itu. Dengan gesitnya, ia mengambilkan tas nenek-nenek itu dengan cekatan.
"Terima kasih,. Kau gadis yang baik," kata nenek itu dengan suara lembut, tatapan penuh penghargaan terpancar dari matanya yang keriput. Mendengar pujian itu, Name merasa sedikit lega. Namun, tanpa menunggu respon lebih lanjut, nenek itu tiba-tiba berkata, "Kau akan mengubah masa depan,Tapi kau tidak bisa mengubah takdirMu..."
Ucapan itu membuat Name terdiam sejenak, merasa sedikit penasaran dengan makna yang terkandung di balik kata-kata tersebut. Namun, tanpa menunjukkan rasa penasaran itu, Name tetap acuh dan mengangguk singkat sebagai tanggapan. Baginya, ucapan nenek itu hanyalah satu dari sekian banyak perkataan yang tidak penting.
Setelah turun dari kereta, Name disambut oleh seorang shinobi asing yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Dengan raut wajah yang serius, shinobi tersebut mengungkapkan tujuan kedatangannya.
"Nona Name, kau harus ikut kami menuju ke suatu tempat," ucap shinobi itu dengan suara yang tenang namun tegas.
"Kemana?" tanya Name, mencoba untuk memahami situasi.
Shinobi itu tidak menjawab secara langsung. Sebaliknya, ia diam sejenak seolah mempertimbangkan kata-katanya dengan hati-hati sebelum akhirnya berkata, "Aku hanya diberi tugas untuk mengantarkanmu ke suatu tempat. Aku tidak diizinkan untuk memberitahumu."
"Siapa yang menyuruh? " tanya name
"Tuan kakashi" jawab Shinobi itu
Meskipun Name merasa sedikit tidak puas dengan jawaban tersebut, namun ia bisa merasakan bahwa shinobi itu tidak akan memberikan penjelasan lebih lanjut. Dengan berat hati, Name akhirnya mengangguk sebagai tanda persetujuan dan mengikuti shinobi tersebut di belakang, menaruh kepercayaan pada arah yang ditunjukkan oleh shinobi suruhan Kakashi tersebut.
.........
Mungkin sampai sini dulu karna bentar lagi mo ulangan kenaikan kelas jadi aku akan lebih fokus belajar dulu.
Jangan lupa vote nya ya ......
(Kritik dan saran)
Babay sampai jumpa nanti..
Info.!
Lagi belajar gambar... Btw ini name versi aku ya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dimana nem versi aku tu rambut name berwarna hitam panjang dengan poni yang nutupi sebelah matanya yang buta, untuk rambutnya aku terinspirasi dari rambut sasuke, ino, dan Tenten. Dimana rambut depan sasuke nutupi sebelah rambutnya, rambut ino yang panjang dan badai, dan cepol andalan Tenten.
Untuk baju name aku terinspirasi dari baju Hinata pas the last, yang akan membuat bentuk badan name telihat lebih sexy💋 dan tambahan jaket sama seperti boruto btw inspirasinya dari outfit Sarada dewasa.
Untuk ikat kepala, name gak pakai pengikat kepala karna aku mau buat name beda dari yang lain jadi lambang konoha nya ku buat di perut aja.
Aksesoris yang neme pakai cuma anting yang ia pakai dari dulu dan pedang yang di gambar itu adalah pemberian dari.......