9.pertama kali membunuh

892 102 0
                                        

Tanpa kehadiran ibu panti yang melambangkan kehangatan dan perlindungan, anak-anak panti kini hidup dalam kegelapan kekejaman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tanpa kehadiran ibu panti yang melambangkan kehangatan dan perlindungan, anak-anak panti kini hidup dalam kegelapan kekejaman. Karma yang sebelumnya melindungi mereka kini telah berbalik, dan takdir menampilkan sisi pahit kehidupan yang semakin mengerikan.

Siksaan yang menjadi rutinitas sehari-hari mengubur harapan dan impian mereka. Pukulan dan cacian menjadi lagu yang terus-menerus mengisi udara di panti itu. Anak-anak yang seharusnya tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih dan peduli malah harus mengalami penderitaan dan kekerasan yang tak berkesudahan.

Name dengan suara penuh putus asa "Mengapa kehidupan harus begini?"

Kehidupan Name, yang sebelumnya penuh dengan impian dan harapan, kini semakin terbenam dalam keputusasaan. Setiap hari adalah medan perang tanpa ampun, di mana mereka harus bertahan dari serangan tak terduga. Rasa takut menyelimuti langit-langit kamar mereka, dan senyum yang dulu ceria kini telah sirna di wajah mereka.

Namun, di tengah kegelapan tersebut, Name mencoba mencari sumber kekuatan dalam dirinya. Meski keadaan semakin buruk, ia menolak untuk menyerah pada takdirnya yang kelam. Dalam hatinya yang penuh tekad, ia berharap dapat menemukan jalan keluar dari labirin penderitaan yang mengikatnya, dan mungkin, suatu hari, menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Keadaan panti semakin mencekam saat pembagian makan siang. Name, yang lapar dan takut kehabisan, berusaha untuk mendapatkan porsinya dengan cepat. Namun, keberuntungan tidak berpihak padanya, dan tanpa sengaja, piring yang dipegangnya terjatuh dan pecah.

Dalam sekejap, wajah marah penjaga panti muncul, membawa badai kemarahan yang tak terduga. Name merasa getir ketika tamparan pertama mendarat di pipinya. Tanpa ampun, penjaga panti melanjutkan serangannya, membanjiri name dengan kekerasan yang tak masuk akal.

Namun, kekejaman itu belum cukup bagi penjaga panti. Dalam kemarahan yang menggila, ia mengambil sebatang garpu dari meja dan menusukkannya ke arah name. Rasa sakit menusuk dan teriakan name menjadi paduan yang mengerikan di ruang makan tersebut.

"AAaaaakkhhhh!!!!"
Name berteriak kesakitan "Tolong... hentikan..."

Namun, seruan name hanya dihiraukan oleh penjaga panti yang terus melakukan tindakan kejamnya. Sementara anak-anak panti yang lain menyaksikan ketakutan, mereka merasa tidak berdaya dalam menghadapi kekerasan yang semakin meluas di tempat yang seharusnya memberikan perlindungan dan keamanan.

Dalam momen keputusasaan dan melihat penjaga panti yang kejam, Name merasa bara kemarahan membara di dalam dirinya. Dengan tangan gemetar, ia meraih sebatang pisau makan dari meja, mata penuh dengan tekad. Ketika penjaga panti menghampiri dengan niat jahat, Name melancarkan serangan mendalam tanpa ampun.

 Ketika penjaga panti menghampiri dengan niat jahat, Name melancarkan serangan mendalam tanpa ampun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pisau makan menusuk tubuh penjaga panti, menghentikan tindak kejamnya. Darah mengucur deras, menciptakan gambaran keputusasaan dan balas dendam. Name, yang sebelumnya menjadi korban, kini menjadi pelaku pemberontakan yang mengakhiri tirani yang tak berkesudahan.

Namun, kejadian itu meninggalkan Name terguncang dan bingung. Tubuhnya gemetar, bukan hanya akibat tindakan kekerasan yang baru saja dilakukannya, tetapi juga karena rasa takut akan konsekuensi yang mungkin menantinya. Dalam keputusasaan dan pertarungan melawan ketidakadilan, Name menemukan kekuatan untuk mengubah takdirnya, tetapi sekarang ia dihadapkan pada kenyataan bahwa tindakannya mungkin membawa konsekuensi yang tak terduga.

............................................................................

Name menceritakan separu masa lalu nya kepada kakashi.

"Saat kejadian itu aku kabur dari panti dan hidup di jalanan"

Kakashi mulai paham dan mengangguk.

............................................................................

Sementara itu di ruangan hokage Shikamaru dan Naruto, yang mendengarkan pembicaraan melalui penyadap yang dipasang di kamar rawat Name, merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Name. Ekspresi serius tergambar di wajah Shikamaru, sementara Naruto menatap layar dengan perasaan keprihatinan.

Shikamaru berbisik kepada Naruto Sepertinya "masih ada bagian dari ceritanya yang belum di ceritakan. Kita perlu tahu apa yang dia sembunyikan."

Naruto dengan serius "Kita harus mencari cara untuk membantunya. Name sudah cukup menderita."

Sementara Name masih berusaha menceritakan sebagian kisahnya kepada Kakashi, Shikamaru dan Naruto merasa tanggung jawab untuk membantu dan melindungi sesama shinobi mereka. Mereka menyadari bahwa masa lalu Name mungkin menyimpan rahasia yang lebih dalam, dan mereka bersiap untuk menghadapi tantangan apa pun yang mungkin muncul seiring berjalannya waktu.

 Mereka menyadari bahwa masa lalu Name mungkin menyimpan rahasia yang lebih dalam, dan mereka bersiap untuk menghadapi tantangan apa pun yang mungkin muncul seiring berjalannya waktu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Setelah Name selesai bercerita, terasa ada keheningan yang memenuhi ruangan rawatannya. Kakashi melihat ekspresi Name yang mencerminkan ketegangan dan ketakutan yang belum sepenuhnya hilang. Dalam usahanya untuk memberikan kesempatan kepada Name untuk istirahat dan meresapi semua yang telah diungkapkan, Kakashi memutuskan untuk meninggalkannya sendirian sesaat.

Kakashi dengan suara  lembut "Name, kau butuh istirahat sejenak. Aku akan meninggalkanmu sebentar. Jika ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan lagi, aku di sini."

Name mengguk sebagai balasan

Kakashi pergi dengan langkah hati-hati, meninggalkan Name sendirian di dalam kamar rawatan yang teduh. Namun, di ruang Hokage, Shikamaru dan Naruto masih memantau pembicaraan melalui penyadap.

"Dia tidak menceritakan tentang kekuatan yang ada di dalam nya" ucap shikamaru serius

Naruto sambil memandang layar dengan serius "pasti ada alasan lain,atau mungkin dia tidak tau dengan kekuatannya"

Sementara Name berada dalam keheningan kamar rawatan, masa lalu yang gelap dan rahasia yang belum terungkap tetap menggantung di udara, menantikan waktu yang tepat untuk muncul ke permukaan.

"Apa aku harus mengatakannya juga?"
"Tidak....."
"Biarkan itu menjadi rahasia....lagi pula aku tidak terlalu ingat...."

💫

WADAH  (Boruto: Naruto Next Generations x reader)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang