Carpen tambahan untuk memperingati ulang tahun name.
Maaf kalo alurnya kurang bagi kalian,makanya aku membutuhkan kritik dan saran kalian😊.
.........
Pagi itu, matahari bersinar cerah di atas desa Konoha. Di halaman rumah Kakashi Hatake, Name dengan tenang menyapu daun-daun yang berserakan. Tidak jauh darinya, Kakashi sibuk menata pot-pot bunga agar terlihat lebih rapi. Desa Konoha sedang bersiap menyambut tahun baru, dan suasana penuh semangat terasa di mana-mana.
Saat Name sibuk dengan sapunya, seorang remaja laki-laki dengan rambut mulet dua warna, hitam dan kuning, tiba-tiba masuk ke halaman tanpa permisi. Dia adalah Kawaki.
"Kawaki...?" Name memandangnya dengan bingung.
Kawaki menggaruk lehernya yang tidak gatal dan memalingkan wajah. "Mau... jalan-jalan?" tanyanya dengan suara pelan, wajahnya sedikit memerah.
"Apa?" Name semakin bingung dengan ajakan mendadak itu.
"Aku tidak memaksa, bodoh! Kalau gak mau, ya sudah!" Kawaki menukas dengan kesal, wajahnya tetap memerah.
Kakashi yang mendengar percakapan mereka hanya tersenyum kecil sebelum berkata, "Pergilah, Name. Lagi pula, kalian berdua masih baru di Konoha. Berkelilinglah, lihat-lihat desa."
Name ragu sejenak, tetapi kemudian tersenyum dan menyerahkan sapunya kepada Kakashi. "Baiklah. Kalau begitu, kami pergi," katanya, sebelum mengejar Kawaki yang sudah lebih dulu keluar dari halaman.
"Kawaki tunggu!...."
...........
Pusat desa Konoha ramai oleh aktivitas warga yang sibuk mempersiapkan festival malam tahun baru. Name berjalan di samping Kawaki, matanya memandang ke arah kios-kios makanan yang mulai buka dan beberapa kios permainan yang menarik. Kawaki melirik ke arahnya, ragu-ragu.
"Mau... um... beli taiyaki? Kudengar rasa kacang merahnya enak," ujarnya sambil berpaling ke arah lain, mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Tentu, tapi kau yang bayar," jawab Name ringan.
"Hah!? Kau kan anak Hokage sekarang. Pasti punya banyak uang!" protes Kawaki.
Name tertawa kecil. "Kau juga anak Hokage sekarang, pasti punya uang, kan?"
Kawaki mendengus kesal, akhirnya menyerah. "Ya, aku yang bayar," gumamnya.
Mereka berjalan menuju kios taiyaki dan memesan dua taiyaki rasa kacang merah. Saat memakannya di tempat, Name tersenyum puas.
"Tidak terlalu manis, aku suka," komentarnya senang.
Kawaki memandangi Name yang asyik memakan taiyaki, tanpa sadar bergumam, "Manis..."
"Apa?" Name menoleh bingung.
Kawaki langsung tersadar, wajahnya kembali memerah. "Maksudku taiyakinya! Taiyakinya manis, enak!" serunya dengan nada tinggi. Pemilik kios hanya bisa mengerutkan dahi, bingung dengan komentar mereka.
...........
Setelah puas dengan taiyaki, mereka melanjutkan perjalanan. Saat melewati toko bunga Yamanaka, mereka bertemu dengan Inojin yang sedang menata bunga di depan toko.
"Sedang kencan?" ledek Inojin dengan senyum jahil.Name dan kawaki sontak menoleh
"Berisik!" Kawaki langsung membalas dengan teriakan, membuat Inojin tertawa puas.
Sementara itu, Name tertarik pada bunga mawar merah yang dipajang. Inojin yang menyadari hal itu mengambil setangkai mawar dan memberikannya pada Name.
"Untukmu," katanya dengan senyum khasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
WADAH (Boruto: Naruto Next Generations x reader)
Random"Kau Name bukan?" ucap pria itu dengan suara serak. "Siapa kau?" tanya Name dengan waspada, meski ketakutan terpancar jelas dari dirinya. "Panggil aku Jigen. Aku tahu segalanya tentangmu, Name. Apakah kau ingin keluar dari kehidupan yang kau jalan...
