9. Beautiful Village

94 10 0
                                        

       Hai!!
       Aku kembali. Maaf selama sebulan gak update. Ada something problem yang bikin pikiran ku pecah kemana-mana.
      But, for now, i'm happy.
      Sebenarnya draftnya udah sebulan siap, tapi ya gitu. Karena problem yang aku alami, sampe bikin dia kepending untuk ku pindahin.

      Semoga tetap ada masih nunggu cerita ini.

       Happy reading!

       *****
      

       Selama dua tahun menjadi siswi SIS (Swiss International School), ini adalah pertama kalinya aku ikut progran study tour

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

       Selama dua tahun menjadi siswi SIS (Swiss International School), ini adalah pertama kalinya aku ikut progran study tour. Dan untjk perjalanan study tour perdana ini dapat ku katakan menyenangkan.

       Semuanya masih terpantau kondusif sejak satu jam bus meninggalkan parkiran sekolah. Suasana bus selama perjalanan pun terasa ramai namun tetap tenang, beberapa siswa menyanyi dengan alat musik sederhana yang tampaknya sengaja mereka bawa. Sebagian memilih tidur agar perjalanan tidak terasa.

       "Kau mau?"

       Suara Leah membuyarkan lamunan ku yang tengah melihat pemandangan keluar jendela. Gadis itu menyodorkan sebungkus keripik kentang yang baru dibuka. Aku mengambil tiga keping besar dari dalam kemudian memasukkan satu keping kedalam mulut. "Thankyou."

      Hening kembali menyelimuti diantara kami. Leah sibuk dengam camilannya dan aku sibuk dengan pemandangan bentangan gunung alpen yang puncaknya terselimut salju. Indah sekaligus menenangkan.
      
       Ku buka jendela bus yang memang sejak tadi masih tertutup. Embusan angin dingin menyapa wajah ku. Sejuk sekali. Lantas melihat ke bawah dan mendapati mobil rubicon kuning yang atapnya sengaja tetap terbuka. Brandon dan empat orang lainnta juga tampak menikmati perjalanan. Lelaki itu duduk dibelakang bersama Brianna dan satu orang lelaki yang aku tidak tahu namanya. Sedangkan didepan, seorang lelaki berambut blonde dengan rambut klimis bersama seorang gadis bersurai panjang menyentuh pinggang disebelahnya.
        Di deretan bangku penumpang belakang, Brianna dan Brandon hanya diam dengan pandangan tersita oleh pemandangan. Sedangkan lelaki yang duduk diantara mereka sibuk dengan ponselnya-sepertinya ia bermain gane. Sedangkan didepan, dua orang itu tampak mesra. Si rambut blone tampak manly mengemudikan rubicon itu dan gadis disampingnya memeluk manja lengan si lelaki.

      Hingga tanpa sengaja Brandon mendongak dan netra kami bertemu. Tatapan mata itu masih sama datarnya. Tanpa ekspresi yang sulit ku baca. Dan entah perintah dari mana, kedua sudut bibir ku tertarik tipis kala melihat sepasang netra coklat gelap itu.

   ******

     Aku pernah bilang jika hanya melihat Lauterbrunnen dari vlog-vlog youtuber terkenal, kan?

      Aku bahkan tidak sebegitu ekspetasinya ketika bus kami benar-benar sudah memasuki wilayah desa itu. Jendela bagian kursi ku sengaja ku biarkan tetap terbuka dan disambut dengan pemandangan yang lebih cocok dikatakan lukisan hidup yang indah.

Unwanted StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang