15. First Greeting

77 8 0
                                        

     Hai!!
     Akhirnya bisa up, meskipun pendek.
     Tetap ramein ya, ngumpulin ide buat part ini lumayan soalnya.

      Note: part ini di publish tanpa di revisi. Jadi, bantu cek dengan cara komen jika ada kesalahan ketik.

     Happy reading

     ****

     Seharusnya kegiatan ku di Lauterbrunnen adalah hal menarik yang akan ku bagi ketika pulang. Entah itu tempat-tempat yang ku kunjungi atau pun makanan-makanan yang ku coba.

     Tapi, sepertinya fakta yang diperlihatkan pada ku kemarin cukup menggeser hal-hal menyenangkan yang akan ku ceritakan. Bahkan sudah ku rangkai sedemikian rupa bagian mana yang akan jadi pembuka cerita. Namun, bukan berarti 'kejutan' itu adalah awal dari kisah yang akan ku ceritakan. Justru fakta itu terus memutar bagai kaset rusak tanpa diperintah.

      Pun ketika Brandon benar-benar membawa ku keluar dari hutan kurang dari waktu yang diperkiran. Lagi, kedatangan ku berdua dengannya mengundang tatapan tanya dari beberapa orang. Terkhusus Leah. Ia sampai mengatakan aku berhutang cerita-karena ia tidak ingin memaksa ketika melihat raut wajah ku yang lebih cocok di sebut kaget.

      "Are you okay, baby?"tanya ayah ketika tak mendengar suara ku sejak mobil meninggalkan pelataran parkir sekolah.

      Kami tiba pukul 7 malam, dan aku menghubungi orang tua ku ketika perjalanan kami tinggal setengah jam. Dan tanpa di duga, bukan cuma jemputan ku yang sudah stay di sekolah. Orang tua siswa yang lain juga sudah ada, menunggu anak-anak mereka.

       "Yeah," kata ku lirih. Aku berharap, raut lelah ku dapat menutupi rasa shock yang masih menyelimuti.
      "Apa di sana baik-baik saja? You enjoy with the trip?" Tanya ayah lagi. Ia melirik dari kaca yang tergantung diatas dashboard.

      "S-sure. Everything is good. I'm enjoy with the trip." Ku perbaiki mimik wajah. Berusaha terlihat meyakinkan jika semuanya baik-baik saja.

       "Okay."

      Hanya satu kata itu yang menjadi respon atas jawaban ku. Setelahnya, perjalanan kami ke rumah di isi keheningan.

       ******

       "Good morning Zeyra!"

       "Finally, you're back!"

       "You look beautiful, Zey."

       Tiga hari meninggalkan sekolah membuat ku rindu dengan suasananya. Pagi ini, aku sudah melangkah di koridor menuju kelas dengan satu tangan menenteng paper bag warna coklat. Isinya tidak banyak, hanya beberapa buah tangan kecil yang kemarin sempat ku beli untuk trio J. Nanti akan ku berikan ketika jam istirahat.

      "Good morning!"

      Gantian aku yang menyapa ketika memasuki kelas. Ku bawa langkah kaki ku menuju meja. Sudah ada Leah disana.

      "Aku kira kau tidak datang." Celetuk gadis itu setelah aku menggantung tas di sisi meja.

     "Justru aku yang berpikir begitu," aku memutar posisi duduk menjadi menyamping agar bisa berhadapan dengan Leah.

      "Kenapa?" Kedua alis gadis itu terangkat.

      "Aku mengirim mu pesan semalam, tapi kau tidak balas."

      Semalam, ketika bus kami sudah tiba dan aku menghampiri orang tua ku, aku tidak melihat Leah lagi. Ya selain karena lelah, banyak hal yang memenuhi pikiran ku.

Unwanted StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang