21. Dua netra yang bertemu

54 6 0
                                        

Maaf baru update.
Moga masih ada yang nunggu cerita berdebu ini.
Komen tiap paragraf biar seru!!
Jangan lupa vote and...

**HAPPY READING**

    Sepulang sekolah, aku langsung membersihkan ruang tengah. Dan kalian tahu, ibu ku adalah yang pertama antusias ketika ku katakan teman-teman ku akan datang untuk mengerjakan tugas kelompok.

     Bisa dibilang aku jarang membawa teman atau teman ku jarang berkunjung kerumah. Jadi, ketika tahu mereka akan datang, ibu langsung menyiapkan beberapa hidangan ringan dan berat-tak lupa soft drinknya sebelum ia berangkat kerja.

     Ting...tong...

     Suara dentingan bell menginterupsi kegiatan ku mengelap meja. Ku singkirkan lap dan cairan pembersih untuk beranjak membuka pintu.
     "Hello gu...Alan?"

    Dan netra ku seketika saat membola ketika membuka permukaan persegi itu dan mendapati Alan dengan sebuah paper bag berukuran sedang menggantung ditangan kanannya.

     "Hai!" Alan menyapa dengan riang.

     "Hai," aku balas menyapanya. "Kenapa tidak bilang jika ingin datang?" Aku bukan tidak suka ka datang, hanya saja terkejut karena terlalu tiba-tiba.

    Alan terkekeh sejenak, "i miss you, Zey."

    "Ck, kita bahkan baru bertemu hari minggu kemarin." Alasan yang terdengar konyol.

     "Kau tidak mempersilahkan ku masuk?" Netra bulat itu berkedip lucu dengan senyum tipis.

      "Sorry," dan aku lupa mempersilahkan tamu spesial ku masuk.

      "Hai Aunty!"

     Alan langsung menyapa ketika melihat ibu ku masih asyik menata hidangan diatas meja.

      "Hei, Alan. Hello! Glad to see you again handsome!"

       Ibu langsung memeluk Alan setelah melepas apron pinggangnya.

    "What are you doing aunty and..." Alan menjeda kalimatnya kala hidungnya sepertis mengendus sesuatu, "apa kau baru saja membersihkan, Zey? Ruang tengah mu wangi sekali?" Lanjutnya kala aroma pinus menyapa indra penciumannya.

     "Zeyra's friends will come for task group. Jadi ia merapihkan sedikit ruang tengah dan aunty membuat beberapa hidangan untuk mereka nikmati sambil belajar."

      Ibu menarik satu kursi makan, "sit down here. Try the cheese pie."

      Sorot binar terpancar dari netra bulat Alan. Tanpa malu-malu ia mendudukkan diri pada kursi yang ibu ku tarik. Mengambil sepotong cheese pie lalu memasukkan suapan kecil kedalam mulutnya.

     "Eum, so delicious aunty. Sudah bisa membuka toko pastry." Puji Alan kala rasa asin, manis dan creamy menyatu dalam mulutnya.

     Kami bertiga tertawa, "kau berlebihan Alan, itu hanya kue sederhana. Buatan toko kue masih lebih enak." Ibu ku merendah. Dia memang tidak begitu pandai memasak, namun dikeluarga ini, masakan ibu ku paling enak dari restoran bintang lima.

     Ting...tong...

     "Yuhu Zeyra Samantha Blaire!!!"

      Suara bell diikuti teriakan seseorang menginterupsi kami bertiga. Tanpa bertanya siapa, pun, itu sudah jelas suara Leah Alexandra.

     "Aku buka pintu dulu." Aku sudah memutar tubuh, namun suara Alan membuat kaki ku yang baru selangkah berjalan terhenti sejenak.

      "Aku ikut, aku mau kenalan sama teman-teman mu juga."

Unwanted StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang