Heliwww....
Akhirnya bisa update setelah dua bulan anggurin cerita ini. Bukan gak pengen update, tapi kurang ide.
Setelah baca balik beberapa chap, akhirnya idenya muncul.
Well, tanpa berlama-lama, kuy lanjut baca.
Tapi sebelum itu, jangan lupa vote dan komen yaa.
Cee you
--Happy Reading--
Aku tidak tahu kenapa Alan begitu kekeh ingin ikut kesekolah, padahal kesabarannya tidak setebal itu untuk menunggu. Aku sampai tiga kali mengatakan tidak ada hal yang seru saat momen ujian seperti sekarang. Bahkan hingga aku menuruni tangga dengan seragam lengkap dan mantel yang membalut tubuh, lelaki itu mengekor seperti kelinci.
"Aku tidak akan bosan, aku bisa ke perpustakaan membaca komik atau jalan-jalan keliling sekolah mu, atau bahkan duduk dikantin sambil main game." Alasannya untuk meyakinkan ku jika ia tidak akan bosan atau mengganggu ketenangan selama ujian.
Aku berdiri setelah selesai mengaitkan kaspir sepatu, "Alan, please....kau dirumah saja, aku akan kembali sebelum jam makan siang. Lebih baik kau bantu ayah mengurus tanaman ibu yang mau diganti." Peringat ku tentang rencana yang ingin ia lakukan hari ini.
Masih belum berhenti, ia tetap mengekori hingga aku meraih handle pintu dan membuka permukaan persegi panjang itu. "Ayolah Zeyra, aku sangat bosan dirumah. Atau begini saja, aku akan menuggu di cafe terdekat dari sekolah mu."
"Tetap saja Alan, aku akan la...Brandon?"
Ocehan ku langsung terjeda ketika memandang kearah pagar dimana lelaki dengan surai hitam pekat dengan gaya coolnya berdiri bersandar pada body mobil dengan senyum tipis. Apa yang ia lakukan dirumah ku sepagi ini?
"Kenapa dia ada disini?" Pertanyaan dengan nada dingin itu keluar dari mulut Alan.
Tidak menghiraukan pertanyaan lelaki dibelakang ku, aku menghampiri Brandon.
"What are you doing here early in this morning?" Tanya ku saat sampai dihadapannya. Cuaca yang dingin semakin membuat kulitnya tampak pucat.
"Want to pick up you. I want going to school together." Jawabnya dengan satu sudut bibir lagi yang tertarik membuat senyumnya sedikit lebih kentara.
Aku ikut tersenyum meskipun kening ku membentuk kerutan samar. "Why suddenly?"
Ia terbahak pelan sambil menggaruk ujung hidungnya yang aku yakin tidak gatal, " just i want."
Dan entah kenapa, aku merasa senang mendengar alasan randomnya. "Well, let's go." Tanpa menghiraukan Alan yang masih berdiri diambang pintu, aku masuk ke kursi penumpang disebelah kemudi saat Brandon membuka pintu. Tanpa menunggu lama, ia memutari mobil dan masuk ke kursi kemudi. Memutar kunci dan membawa kendaraan panjang ini meninggalkan rumah ku.
*****
Ada kehangatan yang ku rasa ditengah cuaca dingin ini. Meskipun terbangun dengan mood yang tiba-tiba turun karena planning pagi ini tidak sesuai ekspektasi. Namun, kedatangan Brandon yang tiba-tiba cukup membuat suasana hati ku kembali naik.
Bisa dihitung jari, berapa kali aku duduk di mobil Brandon. Namun untuk kali ini, ada perasaan yang berbeda. Jika sebelumnya begitu canggung untuk melirik atau membuka suara, kali ini ada bahagia yang terasa. Melihat lelaki dalam balutan seragam sekolah yang dirangkap coat musim dingin dengan tangan gagahnya memutar kemudi, cukup membuat satu sudut bibir ku tertarik tipis.
"You sleep well last night?" Satu pertanyaan itu keluar ketika kendaraan ini berbaur di jalan poros.
Aku mengangguk pelan, "yeah." Untuk semalam, jujur saja, ada rasa aman yang berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Meskipun angin dingin berhembus cukup kencang, tapi aku merasa seperti ada yang menjaga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unwanted Story
Fantasy"Bran, y-you..." Seandainya hari itu Zeyra tidak sengaja mendapati teman barunya mengoyak leher seekor rusa, mungkin semuanya tidak akan seperti ini. ***** Kejadian menjijikkan yang Zeyra lihat hari itu adalah awal dari perubahan...
