26. The girl

49 5 4
                                        



Yuhuuuu, aku baleeek. Gimana kabar kalian?

Gimana puasanya, lancar gak?

Ramein tiap paragraf dengan komen kalian yaa.

Jangan lupa vote and...

__happy reading__

     Waktu menunjukkan pukul 2 dini hari ketika Brandon bangun dan mendapati suasana ruang keluarga seperti kumpulan daging yang tengah dikeringkan. Semuanya tampak lelap tanpa merasa terusik sedikit pun. Netranya yang telah kembali ke warna semula jatuh pada Alden dan Damian yang tidur paling tenang diantara yang lainnya. Kedua lelaki itu tidur dengan tangan bersedekap dan nafas yang begitu teratur. Lantas berpindah pada Jaemin dan Jhonny yang seperti adik kakak dimana Jaemin memeluk Jhonny begitu erat seolah lelaki dengan tinggi yang hampir menyamai pilar sekolah itu akan pergi.

    Brandon berdecih, ternyata manusia memiliki gaya tidur yang berbeda dan...terbilang unik. Ia diam untuk sejenak. Hampir semuanya ada disini, hanya satu orang yang mereka tidak izinkan tidur beralaskan carpet. Tanpa mengganggu tidur salah satu dari mereka, Brandon berdiri. Ini adalah pertama kalinya ia datang ke rumah Zeyra, namun entah kenapa, instingnya mengatakan jika kamar gadis itu berada di lantai dua.

    Dengan perlahan, kedua kaki jenjangnya menaiki satu-persatu anak tangga. Terbilang tenang hingga tidak menimbulkan bunyi pada setiap langkahnya. Hingga akhirnya ia tiba di lantai dua, dimana terdapat tiga kamar dan satu lukisan berukuran sedang yang tertempel didekat pembatas tangga. Ia meraba lukisan itu sejenak, ini adalah lukisan kanvas, dan ia mendapati tanda tangan kecil disudut kiri bawahnya. Nama gadis itu tertera disana. Tertulis rapih dengan chat kuning yang warnanya masih cerah. Tanpa sadar, Brandon tersenyum. Kemudian ia kembali pada tujuannya, mencari kamar gadis itu.

      Disini ada tiga pintu, satu pintu menarik perhatiannya. Pintu berwarna peach dengan hiasan burung merpati warna putih yang diukir dari kayu. Dengan sangat perlahan, Brandon menekan kenop pintu, mendorongnya tanpa menimbulkan bunyi sedikit pun.

    Didalam kamar bernuansa pastel yang diterangi cahaya temaram itu, seorang gadis dalam balutan piayama biru muda yang selimutnya menutup sebatas dada terlelap nyaman. Brandon mendekatinya, mendudukkan diri sangat pelan disamping Zeyra yang hembusan nafasnya sangat teratur. Ia usap surai sepanjang punggung itu dengan lembut. Memindai setiap inci wajah Zeyra. Bulu mata gadis itu lentik, hidungnya mancung dan bibirnya plumpy. Satu kata yang mendefinisikan gadis itu. Cantik.

     Hingga indra penciuman lelaki itu turun pada leher Zeyra. Dimana aroma harum menguar disana. Aroma yang menurut Brandon, berbeda dari manusia lainnya. Aroma yang membuat vampir mana pun membuat dahaga semakin menggila. Tapi entah kenapa, aroma Zeyra tidak membuat Brandon tergoda. Ada sesuatu didalam dirinya yang secata otomatis menjadi tameng untuk tidak menyakiti gadis itu.

Unwanted StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang