13. Napas yang tersendat

120 8 3
                                        

Halo!!      Akhirnya bisa up lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Halo!!
      Akhirnya bisa up lagi. Maaf telat karena aku ada acara keluarga.

       Oh iya, sebelum kalian lanjut membaca chapter ini, harap baca note terlebih dahulu

      NOTE!!

      Unwanted Story cuma cerita fantasi, untuk lebih jelasnya, ini 'Dark Fantasi'. Jadi kalau kalian nemuin hal-hal yang gak masuk akal atau mustahil terjadi secara logika. Itu wajar karena sekali lagi, ini FANTASI. Apalagi untuk tokoh utama cowoknya yang "aneh".

      Kalau kalian kurang suka dengan cerita ini, bisa mundur dari sekarang, dari pada udah baca sampai ditengah-tengah tapi kalian pergi karena ceritanya gak sesuai ekspetasi kalian.
   Terakhir. Cerita ini murni karangan aku. Aku menulis sesuai dengan yang aku suka. Tapi tentunya menyusun alur biar pembaca suka.

      Ok, itu aja ya.

      Jangan lupa tinggal jejak

     Happy reading!!


"Kau mau ikut juga?" Tanya Leah ketika aku keluar dari kamar mandi.

     Hari ini hari ketiga, sekaligus menjadi hari terakhir kami di Lauterbrunnen. Karena ini hari terakhir, kami tidak ada lagi jadwal kunjungan. Kami dibebaskan ingin mengunjungi tempat-tempat yang kami mau.

     Hari ini pun aku tetap bangun pagi meskipun tidur nyaris pukul 1 dini hari-keadaan mencekam yang Brianna ciptakan semalam sukses membuat ku dihampiri rasa kantuk.

     "No." Aku mengeringkan rambut dengan hairdryer yang ternyata Leah bawa. Hari ini, gadis itu akan ikut mengunjungi sebuah taman bunga yang tidak jauh dari hotel. Katanya ada festival bunga disana. Ia ingin membeli sebuket white rose untuk ibunya sebagai buah tangan.

     "Memangnya kau mau kemana?" Leah duduk ditepi meja dengan satu kakinya tetap terulur ke lantai.

     "Alestsch forest." Jawab ku. Beberapa kali melihat youtuber mengunjungi tempat itu, membuat ku tertarik juga untuk mengunjunginya.

     "Sendiri?" Tanyanya lagi.

     "Iya." Aku mengangguk pelan. Setelah selesai dengan riasan singkat dan padu padan casual outfits, aku berdiri dari posisi duduk. Mengenakan coat berwarna nude yang panjangnya sebatas betis juga sneakers berwarna chaki. Karena tempat yang akan ku datangi adalah taman nasional yang terhubung dengan hutan perawan, aku memilih warna yang mudah dibersihkan jika tidak sengaja terkena noda.

      "Aku pergi dulu." Pamit ku setelah mengenakan sling bag dengan warna yang senada dengan coat ku.

      ******

Unwanted StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang