"Bran, y-you..."
Seandainya hari itu Zeyra tidak sengaja mendapati teman barunya mengoyak leher seekor rusa, mungkin semuanya tidak akan seperti ini.
*****
Kejadian menjijikkan yang Zeyra lihat hari itu adalah awal dari perubahan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku senang, chap kemarin ada yang komen meskipun dikit. Sesuai janji, aku update lagi.
Ramein lagi dengan komentar kalian biar aku cepat up.
Tanday typo and...
__Happy Reading__
Pemuda itu terkapar mengenaskan dengan mata terbuka diatas genangan darah, terdapat bekas gigitan disekitar tangan, kaki dan lehernya.
Gadis dengan surai yang warnanya senada dengan cairan pekat itu masih jongkok disamping lelaki itu, menghisap darah yang masih tersisa dipergelangan tangannya.
"Darah pemuda ini hambar, ayo cari yang lebih manis dan lebih banyak." Kegiatan menghisapnya berhenti, jejak darah tertinggal sedikit disudut bibirnya.
"Setuju, aku juga masih lapar." Vampir dengan surai putih keperakan itu menambahkan, ia tidak puas dengan mangsa malam ini. Ia pikir pemuda dengan proporsi tubuh yang lumayan ini memiliki darah yang lezat, tapi sialnya sedikit dan tidak ada rasanya.
Satu-satunya pemilik raut datar diantara mereka mengedikkan bahu, "rasa haus ku juga belum terbayar sepenuhnya," netra merahnya yang tajam namun dingin memandang sekeliling tempatnya berada, ini bukan pertama kalinya mereka berburu disini. Jalan ini, jalan menuju sebuah minimarket yang memang cukup sepi jika sudah malam. Tidak banyak yang lewat sini.
"Ayo." Tanpa mengatakan kemana, ia kembali melesat setelah mencium aroma yang jauh lebih nikmat dari manusia yang sudah terkapar itu. Dan dua orang itu hanya mengikutinya. Percaya jika penciuman rekannya ini tidak salah.
******
Sudah sangat lama Brandon mendapat sinyal tanda bahaya, itu sekitar lima tahun lalu ketika salah satu anggota keluarganya terancam. Dan sekarang, radar bahaya itu kembali datang membuat lelaki bersurai hitam dengan netra kuning keemasan yang indah itu melajukan trisula putihnya ke sebuah minimarket yang letaknya cukup jauh dari rumah. Entahlah, tapi sinyal itu berasal dari tempat ini.
Setelah memarkirkan mobilnya, ia keluar dari pintu kemudi. Netra keemasannya memindai sekitar, sepi. Hanya ada beberapa mobil dan motor yang terparkir.
Sstt....
"Hahahah..."
Ia melihat sekelebat bayangan melintas dari bagian kanan gedung. Brandon pun memutuskan untuk masuk kedalam minimarket, berpura-pura belanja sebentar sepertinya tidak buruk.
*****
Seingatku perayaan halloween masih tiga minggu lagi, tapi kenapa suasana minimarket ini begitu sepi seolah perayaan itu berlangsung besok. Sejak kami masuk tadi, hanya ada satu kasir yang buka dan tiga pramuniaga yang bertugas di beberapa lorong.