"Bran, y-you..."
Seandainya hari itu Zeyra tidak sengaja mendapati teman barunya mengoyak leher seekor rusa, mungkin semuanya tidak akan seperti ini.
*****
Kejadian menjijikkan yang Zeyra lihat hari itu adalah awal dari perubahan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hai, cerita ini update lagi setelah enam bulan(lama banget gilaak).
Aku gak mau minta maaf karena pasti nanti keulang lagi. Oh iya, sebelum kalian baca, aku minta maaf untuk chapter ini, kalau ada yang salah soal narasi tentang dunia medis. Aku cuma modal search internet aja. Jadi kalau ada penjelasan yang keliru, boleh kalian komen ya.
Tanpa perlu banyak ngomong lagi, let continue reading this story. Ah, one more....don't forget vote and coment!!
Jangan silent readers dong, aku juga penasaran sama reaksi kalian baca cerita ini.
Enjoy the story and..
__Happy Reading__
Amarah memenuhi dadanya, rasa haus menggerogoti kerongkongannya bagai rayap, kenapa pribadi itu selalu datang disaat mereka akan mendapatkan mangsa. Dan yang lebih anehnya, meskipun frekuensi mereka sama, namun sinyal yang dirasakan berbeda. Sebenarnya apa hubungan lelaki itu dan gadis incarannya?
Mereka berhenti disatu pohon yang jaraknya sangat jauh dari keramaian. Tenggorokannya semakin terbakar membayangkan kegagalan mereka. Tidak, ia harus mencari cari lain untuk meredakan perasaan sialan ini.
Gadis bersurai sepekat darah disebelahnya mengelus lengannya, "aku tahu cara meredakan rasa haus mu," bisiknya sensual ditelinga lelaki bersurai putih keperakan itu.
Dengan nafas yang masih sedikit memburu, lelaki itu melirik tanpa minat, "how?"
Satu sudut bibir gadis itu tertarik samar, "look at there," ujarnya sambil memandang sebuah rumah sakit besar didepan sana, "you can enjoy the blood there." Lanjutnya.
Netra kemerahan lelaki itu mengikuti arah pandang gadisnya. Sudut bibirnya ikut tertarik, benar, untuk sekarang ia akan melampiaskan dahaganya disana. "Thanks babe." Ia mengecup bibir gadis itu.
Mereka bertiga kembali melesat. Sudah ada sebuah tempat yang akan menjadi tempat mereka berpesta dalam benak lelaki itu.
*****
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.