28. Birthday

44 3 0
                                        

Halo, ini bukan update, tapi ada scene part ini yang lupa aku masukin kemarin jadi aku edit ulang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Halo, ini bukan update, tapi ada scene part ini yang lupa aku masukin kemarin jadi aku edit ulang.

   Biar gak bingung, baca ulang yuk untuk chapter ini.

   Maaf kalau diperbaikinya lama. Niatnya Agustus diupdate, tapi kesibukan kerja aku, jadi ketunda lama.

   Semoga suka perubahan chapter ini.

  Jangan lupa voment!!

__Happy Reading__

   

    "Kau mau kemana?"

    "Pesta ulang tahun sahabat ku."

    Aku ingat betul ketika ke gereja hingga pulang tadi ponsel ku sepi dari tumpukan notif yang biasa memenuhi bar. Namun sore ini, sebuah kejutan yang begitu tiba-tiba datang kala aku tengah duduk didepan kaca, bersiap ke pesta Leah.

    Alan, lagi dan lagi lelaki itu datang tanpa mengabari terlebih dahulu. Yang katanya juga, ia sudah memberi tahu orang tua ku jika akan menginap beberapa hari karena sekolah mereka telah selesai ujian semester dan telah memasuki masa libur.

     Heol...Alan beruntung sekali.

     "Kau pergi sendiri?" Tanya anak itu yang tengah duduk anteng di tepi tempat tidur ku. Jangan lupa kalau ia sudah mendapat izin orang tua ku untuk masuk ke kamar ku.

     "Tidak, teman ku sedang dalam perjalanan kemari." Ucap ku sambil mengoleskan tipis lipcream pada bibir setelah membubuhkan eye shadow pada kelopak mata. Karena aku tidak handal dalam merias wajah, jadi hanya memoles tipis agar tidak terlihat pucat. Ah ya, satu lagi, keajaiban dunia lain yang ku dapat hari ini adalah, Brandon mengatakan melalui pesan jika ia sedang dalam perjalanan menjemput ku. Aku sempat bingung untuk beberapa saat karena itu adalah pesan pertama yang Brandon kirim setelah beberapa bulan kami berteman.

     Alan mengangguk paham, ia juga tidak mungkin meminta ikut ke pesta hanya karena kedua orang tua ku tidak ada dirumah. Bisa-bisa ia mendadak jadi manusia introvert yang duduk diam menikmati soda ringan dan sepiring kecil kue coklat.

      Tin....tin!!

    Alan beranjak ke jendela melihat siapa yang datang, "there he is."

     Riasan wajah ku sudah selesai, namun belum dengan rambut ku, mungkin butuh beberapa menit untuk membuat gelombang kecil dibawahnya, "can you please open the door? I'm still a while, my hair not done." Pinta ku padanya. Meskipun hanya pesta ulang tahun, aku ingin tampil sebaik mungkin untuk sahabat ku.

Unwanted StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang