30. White puppy

17 2 0
                                        

Akhirnya bisa update lagi sebelum 2025 berganti.

   Sebelum baca, tekan bintang dulu ya!!
  Jangan lupa komen juga, senang tau baca komen kalian.

    Enjoy the story and...

   **Happy Reading**

   Aku kembali duduk dimeja belajar setelah menyelesaikan makan malam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

   Aku kembali duduk dimeja belajar setelah menyelesaikan makan malam. Alan masih ada. Dia melanjutkan kegiatan nontonnya dengan semangkuk besar keripik kentang dan tiga kaleng soda berukuran sedang diruang tengah. Orang tua ku seperti biasa, sibuk dengan pekerjaannya-ibu dengan jadwal operasinya dan ayah dengan penelitian arkeolognya. Beruntung mata ujian besok bahasa Inggris, jadi kembali mempelajari materi yang sudah dirangkum dalam satu kisi-kisi.

      Jendela kamar ku masih terbuka. Sengaja, meskipun angin malam mulai dingin karena tidak lama lagi masuk winter. Ku rapatkan sweater yang membalut tubuh dan menyamankan posisi duduk. Setengah materi sudah ku pelajari sebelum makan malam tadi, tinggal melanjutkan sisahnya.

    Tutup pena ku buka kemudian mulai menjawab soal materi sesuai kisi-kisi yang diberikan guru mapel.

      Drrt...drrrt

     Sampai akhirnya ponsel ku bergetar membuat kegiatan menulis ku terjeda. Ternyata panggilan video dari Leah. Ku geser keatas tanda telepon hingga panggilan terhubung.

      "Zeeey, look at thiis!"

    Suara hebohnya langsung menyambut ku kala wajahnya terpampang pada layar.

     Ku sandarkan punggung sambil memeluk boneka beruang, "look what Leah?"

      Gadis itu mengarahkan kamera pada seekor anak anjing berwarna putih, "ayah ku memberikan anak anjing, sangat lucu!"

      Ku lihat baik-baik anak anjing yang berbaring gemas diatas karpet itu, "dia seperti anjing pudel."

      Leah mengangguk antusias, "benar. Dia memang pudel. Jantan. Aku sudah memberinya nama."

      Kedua alis ku terangkat, penasaran, "siapa namanya?"

      "Woodie"

      Aku mengangguk pelan mendengar namanya, "bagus. Itu lucu." Lantas bertanya lagi ketika teringat hadiah yang ku berikan, "bagaimana dengan hadiah yang ku berikan, kau suka?" Karena aku hanya memberikan liontin berbandul kristal.

     Leah mengangguk bahagia, "bagus, aku sangat suka kalungnya. Kilau kristalnya sangat mewah."

     Aku tersenyum lega. Baguslah kalau dia suka.

      "Kau sudah pelajari kisi-kisi materi untuk besok?" Gantian dia yang bertanya.

     Ku pandang sejenak soal yang tengah ku jawab, "sementara ku pelajari, kau?"

Unwanted StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang