37. Antara Logika & Hati

616 30 16
                                        

Antara Logika & Hati

Semenjak kejadian malam itu, aku kembali menjadi orang pendiam, susah bergaul dengan orang, tidak suka kerumunan. Akan tetapi aku harus sadar diri tujuan KKN ini adalah pengabdian ke masyarakat, aku harus mengesampingkan urusan masalah pribadi.

Sudah beberapa hari juga aku tidak berkomunikasi dengan bang wira, dia selalu mengajak untuk bertemu dan menjelaskan semuanya. Tetapi menurutku udah jelas tanpa ada yang perlu dijelaskan lagi.

"Huhhhhh, capek banget ya hari ini" utas bu bidan
"Iya bu, hehe" utasku

"Permisi" utas angga datang dengan tergopoh-gopoh

"Eh angga, ada apa?" Sahut bu bidan
"Ini ael dicariin sama kakanya, nanti ael ke basecamp ya, sudah ditunggu sama kapten deva"
"Ka dev?? Dia datang kesini?" Utasku
"By phone si, hehe" utasnya

Perlu dimaklumi kalau mau sinyal yang bagus emang harus ngungsi ke basecamp TNI. Akupun langsung menuju ke basecamp TNI, semoga saja aku tidak bertemu dengan bang wira.

"Haloo de??"
"Iya mas"
"Sehat kan?"
"Iya mas ade sehat kok"
"Coba ceritain semuanya ke mas"
"Cerita apa???"
"Udah cepet ceritain semuanya!!"
"Hmmmmm, jadi begini mas.........." Aku menceritaian panjang lebar kepada mas dev

"Sekarang pilihan kamu tinggal pilih, mau dengan cara logika atau hati aja de" utas mas dev
"Iya mas, yaudah ade mau lanjut dulu"
"Ok de kaga kesehatan ya"
"Ok mas"

Tuttt...tutttt
Suara panggilan terputus

Aku segera bergegas pulang sebelum bertemu dengan bang wira, jujur aku sangat belum siap untuk bertemu dengan dia. Akan tetapi ada kehendak lain, bang wira baru saja sampai di basecamp dan langsung menghampiri aku.

"De.... Tunggu abang" utasnya berlari dan memegang tanganku
"Ayok kita bicarakan ini baik-baik" utasnya
"Udah jelas semuanya bang, tak ada hal yg perlu dibicarakn lagi"
"Ada de, ada yang perlu dibicarakn " utasnya

"Apa???? Aku hatus datang ke tunangannya abang? Gitu??" Utasku
"Bukan gitu de, please abang mau ceritain semuanya"
"Ok setelah abang ceritakan semuanya jangan muncul lagi dihadapan aku" utasku

"De jangan gitu, tolong ngertiin abang juga"
"Abang juga ngertiin ade dong!!!"
"Udah ayok ikut abang, jangan bicara disini"

Dengan berat hati aku mengikuti ajakan bang wira, aku tidak tahu mau dibawa kemana, yang jelas jauh ke suatu bukit.

"Ok, explain"
"Abang cinta sama kamu de"
"Cinta??? Kalau cinta kenapa selingkuh??" Utasku "udah berapa lama sama dia?" Lanjutku

"De... Ab...." Ucapnya terpotong olehku
"Aku belum selesai, jadi pilih aku atau dia?"

"Dee .. abang gak bisa pilih salah sat..." Ucapnya terpotong lagi

"Egois kamu bang sangat egois!!!! Gak bisa pilih aku atau dia. Ok aku aja yang pilih. Aku memilih untuk tidak mau berhubungan dengan mu lagi, i have done!!! Lagi pula aku sadar diri, mana ada TNI yang gay, aku juga mikirin karir dan jabatan abang, aku aja yang mundur"

"Belum, ini belum berakhir de, percaya sama abang de"  utasnya
"Percaya????"
"Tolong kasih abang waktu buat ngomong!!!!!" Ucapnya dengan nada tinggi

"Ok"
"Ok fine abang pilih kamu"

"Aku bilang aku aja yang mundur, abang mau karir abang hancur?!!!" Utasku
"Setidaknya kita hancur bersama, jangan sampai kamu hancur sendiri de"

"Bang kamu gak boleh gitu!!!!" Tangisku sambil memukul dada bang wira
"Kamu gak boleh gitu, kamu gaaakkkk bollleehhhh gituuu" suara ku parau

"Brukkkkk " bang wira memeluk aku
"Udah ini bukan salah kamu, ade tenangin diri ade dulu" ucap bang wira sambil menenangkan diriku

Sefruit CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang