Aku pun bangun di pagi hari dan aku merasa ditempat yang asing
"Ka Ando" aku memanggilnya tapi tidak ada yang menjawab
"De, tolong kakak" suara itu suara itu
"Ka andoooo, TIDAKKK!!!!!" Teriakku dan bangun dari mimpi buruk
"De kamu kenapa kok teriak teriak" tanyanya dan aku langsung meluk ka Ando dengan erat "aku nggk mau kehilangan ka Ando, ka Ando jangan pergi" utasku
Entahlah sudah beberapa hari ini aku selalu bermimpi buruk ka ando meninggal, tapi aku anggap itu mimpi saja. Dan kepercayaan orang Jawa kalau bermimpi orang meninggal pasti umurnya panjang, semoga itu menjadi kenyataan, Aamiin.
"Iya iyaa Kaka nggak akan pernah ninggalin kamu, kamu tenangin diri kamu dulu" jawabnya dengan mengusap punggung dan mengecup keningnku
"Yuk dek kita keluar, pasti kamu kaget ngeliat pemandangan diluar" ajak ka Ando
"Wah ka bagus banget ka, Ade suka banget" lanjutku
Ka Ando sambil berjalan mendekati aku dan memeluk ku dari belakang, "syukurlah kalau kamu suka, kamu mau berenang nggak" ajaknya
"Dingin ka" jawabku
"Kita berenang bareng gitu, biar nggak dingin" utasnya
"Ingat ka ini tempat asing, kita nggak boleh macam macam disini" jawabku
"Iya Kaka tahu, makanya Kaka mau jagain kamu pas berenang" utasnya
Kami pun berenang bersama sama, dan ka Ando membuka bajunya yang menunjukan badan atletisnya dan ketika aku mau membuka baju juga....
"De kamu jangan buka baju, Kaka nggak rela badanmu diliat sama orang lain" utasnya
"Lantas kenapa Kaka pamerin badan Kaka ke orang lain" sungutku
"Ya ini beda, kalau kamu buka baju pasti mereka akan perhatiin kamu terus" jawabnya
"Hmm" jawabku
"Jangan marah dong ayok berenang" ajaknya
Kami berenang bersama, dada bidang dan badan atletisnya menempel di badan depan dan belakang aku. Aku sangat merasakan perasaan yang berbeda.
"baru saja badannya nempel sama bajuku udah kaya gini, bagaimana, kalau kulit sama kulit" batinku dan aku beranjak meninggalkan ka Ando untuk berganti baju dan ka Ando mengikuti ku
"De ayok kita selfie dulu" ajaknya
"Ayok ka" balasku kami berfoto bersama dan dia mencium pipiku lalu difotonya
Sehabis dari Ranu Kumbolo, kami turun sekitar pukul 10 dan Sampai di pedesaan pukul 3 sore, biasa karena ka Ando over protective, selalu suruh istirahat terus padahal cuma bawa badan doang, tapi emang aku si yang manja.
Sampai di pedesaan kami mandi dan langsung ke kota malang buat nyari tiket pulang langsung dan kami sedang berada di customer service
"Ada yang bisa saya bantu" tanyanya
"Mau pesan tiket untuk perjalanan hari ini" jawab ka Ando
"Dengann tujuan" jawabnya kembali
"Stasiun Bandung" jawab ka Ando
"Saya cek dahulu. Untuk perjalanan hari ini tinggal kereta api malabar dengan 1 kursi dan untuk mutiara selatan sudah habis" jawabnya
"Ya udah mba pesan buat besok" tanya ka Ando kembali
"Untuk besok yang masih tersisa tinggal kereta api malabar" utasnya
"Pesan dua tiket mba yang duduknya barengan ya mba" pinta ka Ando
"Eksekutif atau ekonomi premium?" Tanya petugas
"Eksekutif saja mba" jawab ka ando
"Baiklah, boleh saya pinjam KTP" utasnya
Ka Ando menyerahkan KTP nya dan untuk aku menggunakan KK karena aku belum berusia 17 tahun
"Baiklah kereta api malabar tempat duduk 10 A dan B di gerbong 8, Tujuan stasiun Bandung berangkat dari Stasiun Malang jam 4 sore, totalnya 840 ribu" utas petugas
Ka Ando sambil mengambil uang,
"Maaf mba boleh pakai debit?" Tanya ka Ando
"Boleh, silahkan" jawab petugas
Setelah selesai kami pergi untuk mencari hotel
"Ka kenapa pesan yang eksekutif, ekonomi tadi juga ada" tanyaku
"Kaka nggk mau bikin kamu capek duduk di kereta ekonomi" jawabnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Sefruit Cinta
Novela JuvenilBerjuang, Sabar dan Setia! Apa akan berakhir bahagia ? Cerita gay alias homo 18+
