Rapat pun selesai dan aku menuju parkiran mobil. Ya aku diwajibkan membawa mobil kemana mana sama ayah. Yaudah nurut aja ya, jgn nantangin buat perang dunia lagi sama ayah. Wkwkwk
"Brukkkkkk......" Seseorang memeluk aku dari belakang
Aku langsung membalikan badan dan betapa terkejut nya aku, dialah mas dev. Kaka yang ping aku rindukan. Tanganku langsung mengusap pipi mas dev dengan pelan, tak sadar juga air mata aku menetes.
"Ade...." Mas dev langsung memeluk aku kembali
"Kenapa mas baru dateng, ael nunggu dari lama di jakarta sampai sekarang" tangisku di dalam pelukannya
"Maafin mas, mas harus balik tugas dulu ke Kodam. Kan mas jadi ketua pleton" jawabnya
Tak menghiraukan jawaban mamas dev, aku masih memeluknya dan tentunya menangis
"De udah peluknya, udah lama banget lho, gak mau dilihat orang???" Sahut mas dev
"Aku kangen mamas dev, biarin ke kaka sendiri inih" jawabku
Akhirnya aku pun melepaskan pelukanku dari badan mas dev.
"Mamas ke sini naik apa? Motor??"
"Mamas naik kreta, trus tadi naik taxi kesini"jawabnya
"Hmmm, pantesan" jawabku
"Yaudah mas dev yang nyetir" lanjutku
"Cie yang dibeliin mobil baru sama ayah" godanya
"Hahaha, apaan sih mas dev" jawabku shy shy tiger
Kami berdua pun melanjutkan perjalanan menuju tempat makan. Ditengah perjalan pun aku selalu menggenggam tangan mas dev sesekali mencubit perut akan tetapi perutnya keras. Dan pada akhirnya aku mencubit pipinya. Wkwkwk, maaf ya bestiiee aku orang nya gemesan.
"Hmmmmmm sudah kuduga, paling makan ke Solaria" batinku
"Yuk dek makan di Solaria, jarang banget mas makan Solaria sama kamu"
"Padahal angkringan lebih enak" jawabku ketus
"Cupp" ciuman mas dev mendarata di pipi
"Udah, nurut aja jangan ngedumel" utasnya
Aku masih terpaku, termelongo, dan pastinya pipi aku udah kaya udang rebus, ditambah lagi keringat yang selalu mengucur di kening dan badan. AUTO TREMORRRR BESTIEEE!!!????🥺🥴
Sesampainya di dalam mall ya seperti yang aku sudah tebak, banyak cewe.cewe yang ngeliatin mas dev, hmmmmm nyebelin banget. Akhirnya aku berinisiatif untuk memegang dan menggandeng lengan mas dev yang berotot.
"Tumben glendotan" tanya curiga mas dev
"Kan aku adeknya mas dev, gak boleh?" jawabku
"Kamu cemburu ya mas dilitain cewe cewe" bisikan dia di telinga aku
"Apaan si mas dev, itu Solaria nya udah kelihatan" jawabku langsung melepaskan pegangan aku di lengan mas dev
"Hahahaha , Dasar kalau cemburu gitu kamu ya de" tawa mas dev
Sesampainya di Solaria kamipun memesan nasi goreng seafood dan teh tarik, ya kedua menu itu favorit aku dan mas dev ketika makan di Solaria.
Memecah keheningan saat menyantap makanan, aku memberanikan diri bertanya ke mas dev, yaitu pertanyaan yang selalu aku ingin tanyakan dan ini waktu yang tepat.
"Mas dev, aku boleh tanya gak?" Tanyaku
"Tanyalah" utasnya
"Kenapa bang wira gak pernah ngabarin aku lagi mas"
"Uhuukkklkkk, uhuunkkkk" batuknya
"Minum dulu mas, makanya jangan buru buru. Ade enggak ambil nasgornya inih" candaku
"Kenapa ya mas dia enggak pernah ngabarin, pas aku waktu sakit dia juga enggak nanyain apa apa ke aku. Apa dia udah lupain aku??" Keluhku
"Gini ya ade ael, yang mas dev sayang, wira kan di tempatin di perbatasan kalimantan. Disana susah sinyal, dia harus patroli setiap saat, kalau dia butih listrik dia harus ke kota. Ke kota juga lama, medan yang di lewatin juga cukup berat. Jadi kamu paham kan keadaan dia sekarang" penjelasan panjang lebar mas dev yang menurut aku masuk akal
"Hmmmmmm" jawabku lesu
"Udah jangan sedih buru gih nasgor nya di habisin, mubadzir kan kalau enggak habis" utasnya
"Iya ich bawel" jawabku ketus
Setelah kenyang menyantap makanan aku dan mas wira melanjutkan perjalanan pulang menuju apartemen aku.
"De nanti kaka tidur dikamar yang mana?" Tanyanya
"Ya sekamar tidur berdua sama aku lah mas" jawabku spontan langsung
"Sssseeerriiuussss de??" Jawab dia gagap
"Kok gitu si jawabnya, ya iya lah mas dev tidur sama ael" jawabku sambil memeluk kembali mas dev yang sedang menyetir
"De mas lagi nyetir nanti aja peluknya di kamar, hahaha" jawabnya sambil terkekeh
"Ok aku tunggu!!!!" Jawabku menantang
Sesampainya didalam apartemen aku langsung memeluk erat mas dev. Aku sangat sayang kedia, bukan karena apa, tetapi dialah yang selalu menolong aku dan dia selalu ada di setiap momen entah duka maupun bahagia.
"De, jangan gitu. Mamas bau keringat" utasnya
"Kata siapa" ucapku sambil mengendus dada dan ketiak mas dev"
"De, jangan begitu. Mamas geli" utasnya
"Hehee biarin" jawabku
"Yaudah sana mamas mandi dulu" lanjutku sambil melepaskan pelukanku
*MAS DEV POV ON*
Sesampainya di dalam apartemen aku sangat terkejut dengan pelukan yang dijatuhkan ael didepan dadaku. Aku merasa degup jantungku berdetak lebih kencang, dan jangan lupa adik yang dibawah sana juga memberontak ingin dikeluarkan. Akan tetapi aku harus bersikap biasa saja, karena harus aku ingat dia adik aku sendiri. Tidak mungkin aku harus menjalin hubungan inses.
"Yaudah sana mamas mandi" ucapnya
"Huftttt, untunglah aku bisa menahan semuanya" batinku
"Yaudah mamas mandi dulu" jawabku dan tergesa gesa masuk ke kamar mandi
"Kenapa mamas tergesa-gesa!!!" Teriak ael
Untung saja aku bisa menahan semuanya. Aku mulai membuka seragam aku dan baju dalam dan aku mulai untuk mandi. Dan ketika aku keluar kamar mandi....
"De kenapa kamu cuma pakai celana dalam??" Utasku
"Memangnya kenapa??? Kan dikamar ini cuma ada mamas" jawabku
"Iya mamas tahu, tapi kamu nggak boleh begitu" utasku
"Mamas bergairah ya melihat aku??" Bisiknya di telinga aku dan berjalan menuju kamar mandi
"Ahhhh shitttttt!!!!, Sial dibawah sana memberontak lagi" Batinku
Aku pun mulai membaringkan tubuhku di kasur yang empuk dan berusaha melepaskan penat yang aku rasakan selama sehari ini. Dan aku berharap ael tidak menggoda aku kembali dan keluar dengan menggunakan baju.
Ditengah lamunanku
"Heii..... Kok mamas melamun" kaget ael kepadaku
"Dasar sukanya nggangetin aja" ujarku dan aku sangat lega, ael sudah menggunakan baju.
Malam semakin larut dan kami berdua masih saling mengobrol satu sama lain. Kami menceritakan kegiatan yamg kami lakukan ketika berjauhan. Dan pada akhirnya ael tertidur diatas dadaku dan dia mengigau memintaku untuk memeluknya
"Mas dingin, peluk aku" pintanya sambil tertidur
Aku langsung memposisikan kepala ael diatas lenganku dan aku mulai memeluknya.
"De, mamas sayang ael" batinku
*MAS DEV POV OFF*
Sinar matahari mulai memasuki ruangan kamarku dan membuat aku silau, akan tetapi aku merasakan
"Shittt.... Mengapa pantat aku sakit... Aghhhh tidakkkk" kesalku
TBC
Mimin up lagi nih semoga kalian suka. Please ya jangan shipin ael sama mas dev, yakali inses.
Love you all udah selalu nunggu cerita mimin.
Thanks ❤️💓🥰😍
KAMU SEDANG MEMBACA
Sefruit Cinta
Teen FictionBerjuang, Sabar dan Setia! Apa akan berakhir bahagia ? Cerita gay alias homo 18+
