Saat wajah Kak Ando makin dekat dengan wajahku hembusan nafasnya menyapa telingaku, aku bisa merasakan hawa nafas yang hangat terus menusuk pipi sebelah kananku.
"Aku sayang kamu !" Ucapnya pelan
"Hah ?! Maksud Kaka apa ?"tanyaku kaget
"Iya aku sayang kamu eh bukan lebih tepatnya aku cinta sama kamu dek" jelasnya yang membuat jantungku berdegup kencang. Seketika aku terdiam kaku. Hanya suara jantung kami berdua yang terdengar menggebu-gebu.
Aku tertunduk tak berani menatap matanya, kemudian dia mengangkat daguku lalu matanya menatap mataku makin lama makin dekat jarak diantara wajah kami. Aku cuma bisa diam melongo hingga bibirnya telah tepat di depan bibirku saat dia akan mencium ku aku langsung mendorong dadanya yang bidang.
"Apaa apaan si si ka" perkatanku kaget dan
Aku ingin segera lari dari tempat ini tapi karena saking gugupnya jadi kakiku lemas dan bergetar tak kuat melangkah pergi.
Lalu melihat kondisi aku yang tak bisa kabur Kak Ando langsung memegang lagi kedua wajahku kemudian dia mencium dan melumat bibirku.
"Hmmmp" suara ciuman
"Ahh rasanya bibirku hampir terlepas karena kekuatan sedotan dari bibirnya" batinku saat menerima ciuman ka ando dan aku makin gak kuasa untuk kabur dari sini.
Tapi aku terus berusaha agar bisa kabur dari sini dan setelah Kak Ando melepaskan bibirku aku langsung berjalan sempoyongan dari tempat ini dan pulang ke rumah, namun saat aku berjalan ka Ando tiba tiba
"Ini first kiss aku, makasih kamu udah mau Nerima, oh ya bibir kamu manis de ael" ucap ka Lando dengan nada tersenggal
------------------
Saat tiba di rumah aunty, aku langsung berbaring dikasur dan berusaha dengan keras melupakan kejadian tadi,
"akhhh makin berusaha di lupain malah makin terbayang-bayang wajah dan bentuk tubuh Kak Ando, apalagi kekuatan bibirnya saat menciumku. Ahh kenapa bisa dia mencium pria sepertiku? Apa dia gay ? Dia juga bilang ini first kiss nya" Pikirku
"Tapi aku bukan gay! Tapi aku juga ngerasa nyaman sama perhatian dan perlakuan Kak Ando padaku!" Gumam kecilku.
Diantara lamunan panjang ku yang semakin membuat aku bingung dengan isi hatiku sendiri. Tiba-tiba ada BBM yang masuk di hapeku.
"Gimana dek Ael ? Kaka di terima gak ?" Tanya dia tapi aku tak membalas pesan itu. Aku tak tau harus balas apa karena perasaan ku sendiri saja aku masih belum tau.
Waktu terus berjalan dan sejak ciuman itu Kak Ando makin nunjukin perasaannya padaku, dia sering main ke rumah dan makin akrab juga dengan aunty seperti hari ini, setelah kemarin sudah agak lama ka Ando melakukan hal konyol
Ting tong.... Ting tong
"Sebentar!, Ael buka pintunya dulu, aunty masih ada kerjaan" ucap aunty
"Iya sebentar" jawabku sambil membuka pintu dan aku mendengar suara yang tidak asing lagi ditelinga ku
"Hai de" ucap ka Ando sambil senyum 5 jari
"Hhhaiiii, ngapain ka ando kemari?" Jawabku dengan malu
"Main dong, emangnya nggk boleh main?" Jawab ka Ando
"Nggk, ka Ando nggk boleh main, sana pulang hus hus" usirku pada ka Ando
"Siapa si tamunya? Kok nggk diajak masuk kedalam ael??!!" Suara aunty dari dalam rumah
"Bukan siapa siap ko aunt......" Perkatanku terpotong oleh ka Ando
"Hai aunty ini ando, tapi sama ael nggk boleh masuk" ujar ka ando sambil memaksa masuk ke dalam rumah
"Ooohh de Ando, kamu apa kabar?" Sambut bibi ke ka Ando dengan sangat ramah sampai aku dilupain, so sad.
"Alhamdulillah sehat aunty, ini Ando bawain baju dari butik mamah" jawab ka Ando
"Wah wah ini nih yang nggk gue suka menyuap aunty aku" gumamku dalam hati sambil melirik tajam ka Ando
"Ya ampun de Ando repot repot segala bawain aunty baju, mari masuk" ajak aunty ke dalam rumah
Kami pun sudah di ruang tamu dan terdengar suara kringgg.. kringggg
"Sebentar ya aunty angkat telpon dulu" ucap aunty
Aku melihat dari kejauhan aunty seperti panik
"Ael nanti aunty tinggal ya, solanya aunty harus menginap di Lembang Bandung, soalnya temen aunty ada yang sakit" ucap aunty dengan panik
"Iya aunty, gimana kalau ael temenin ke Lembang??" Jawabku
"Nggk usah aunty bisa sendiri kok, lagian kan kamu ada tamu" sahut aunty sambil melirik ke arah ka ando
"Hmmm, tamu nggak penting penting amat juga aunty, bisa ael suruh pulang" jawabku lagi dan melirik tajam ka Ando
"De Ando maafin ael ya, biasa ael kalau nggk mood emang kaya gitu, maafin aunty ya belum bikin minum buat de Ando, gimana kalau de Ando nginep sini aja jagain ael" ide bibi yang sangat buruk buat aku
"Nggak usahhh aunty ak..." Perkatanku terpotong
"Siap aunty!!!, Ando pasti jagain ael disini" jawab ka Ando dengan semangat
"Okok makasih ya sebelumnya, aunty permisi dulu mau siap siap" sahut aunty sambil meninggalkan kami berdua
"Khem khem" ka Ando sambil batuk batuk ngode minta air minum
"Kenapa?!!" Sungutku
"Sensi bgt si kamu de, Kaka minta minum dong" pintanya dengan manja
"Haduhhh, makanya bawa minum sendiri" jawabku malas, mendengar perkatanku aunty langsung memarahi aku
"Ael kamu jangan kaya gitu ka Ando itu tamu, kamu harus layani dia sebagai tamu. Oh ya aunty pamit berangkat dulu ya" ujar aunty
"Iya aunty, ati ati dijalan" sahutku bersama ka Ando
KAMU SEDANG MEMBACA
Sefruit Cinta
Novela JuvenilBerjuang, Sabar dan Setia! Apa akan berakhir bahagia ? Cerita gay alias homo 18+
