Saat kissing aku memikirkan perkataan ku saat menangis dibelakang pintu apartemen "Ya Tuhan apakah ini jawabnya atas doaku tadi?"
Dia akhirnya menanyakan lagi hal itu dan aku hanya mengangguk pelan.
"Bang Wira nikmatilah tubuhku ini" utasku ya inilah jawaban atas doaku di belakang pintu apartemen tadi.
Setelah itu dia langsung menempelkan bibirnya kembali dengan bibirku. Aku belum bisa memberikan penerimaan. Akhirnya dia memulai menggigit bibir bawah dan mulai memasukan lidahnya ke dalam mulutku.
Aku hanya diam dan hanyut dalam hal itu, dan tanpa sadar kedua tanganku berada dipundak bang wira. Dan tangan bang wira mulai menarik tengkukku aku merasa sudah kehabisan napas. Dan kedua tanganku mendorong dan memukul mukul dada bidang bang wira
Dia segera melepaskan ciumannya yang bisa dibilang sangat bernafsu. Dia tersenyum begitu juga dengan aku membalas senyumannya.
Aku langsung dipangku diatas pangkuan bang Wira.
"Bolehkan Abang membuka bajumu?" Tanya nya padaku
AKu hanya bisa mengangguk malu. Bang Wira mulai membuka bajuku dan terpampang disana nipple aku yang berwarna pink. Bang Rama hanya memandangnya dan sesekali menelan ludah.
Dia mulai menghembuskan nafasnya ditubuhku dan aku hanya bisa merintih sekecil-kecilnya. Bang wira mulai meraba-raba badanku dan mulai mengisap putingku dengan penuh napsu.
Tanpa sadar pula kedua tanganku berada dibelakang tengkuk bang wira dan menekannya saat bang Wira menghisap putingku.
Melihat reaksi ku bang wira juga mulai membuka bajunya sendiri. Disana terpampang dan badan berotot, dada bidang milik bang wura.
Aku hanya melongo seperti bang Rama melihatku tanpa baju. Tanganku digenggam dia dan meletakkan di dadanya. Saat aku menempelkannya aku merasakan sengatan listrik didalam tubuhku.
Kami melakukan kiss tapi kali ini kami berdua sama sama bernafsu dan dengan sigap bang Wira menggendong aku dan menjatuhkannya ditempat tidur.
Setelah itu bang wira bermaksud membuka celana ku, aku hanya menutupi mukaku dengan lengan ku. Dan aku hanya menggunakan celana dalam boxer, begitu juga bang Wira.
Dia semakin gencar meremas putingku dan sesekali memainkan dan menggesek-gesek tangannya ke penis ku. Selanjutnya aku disuruh membuka celana dalam milik bang Wira.
Aku enggan karena malu, akan tetapi dia menuntun tanganku Sampai dengan pinggangnya,
"Buka aja de ini milikmu" utasnya dengan suara serak.dan berat
"iya--aa baa---ngg" jawabku sambil terbata bata
Aku memberanikan diri membuka dan perlahan menurunkan celana dalam bang wira. Aku hanya menelan ludah melihat Mr P bang Wira yang sudah tegang dan langsung menghantam pipiku. Dan sudah terdapat cairan percume miliknya dan menempel di mukaku.
Setelah itu aku hanya menatap ke atas menatap bang Rama dengan tatapan sayu. Aku salah mengira, aku berharap dengan tatapan sayu bang wira akan menghentikannya malah bang wira semakin bernafsu kepadaku.
"De coba emut punya abang" pintanya
Aku hanya menggelengkan kepala
"Kenapa de?" Tanya nya
"Nggk bisa bang, terlalu besar" jawabku
"Ok Abang nggak akan maksa kamu" jawabnya "sekarang berdiri" lanjutnya
Kami berdua sama sama berdiri dan saling bertatapan muka, keadaaan bang Rama sudah telanjang bulat sedangkan aku masih ada boxer yg menutupi kemaluanku,
Bang Rama langsung mendorong tubuhku dan aku duduk di pinggir kasur dan bang Rama jongkok didepan aku,
"De Abang buka ya?" Tanya nya padaku
"Kenapa harus dibuka bang?" Tanyaku
"Sudah waktunya burung Abang masuk ke sangkarnya" bisiknya
Dan aku hanya bisa menelan ludah
KAMU SEDANG MEMBACA
Sefruit Cinta
Teen FictionBerjuang, Sabar dan Setia! Apa akan berakhir bahagia ? Cerita gay alias homo 18+
