Hago tidak mengerti.
Bagaimana pria yang tadi siang masih tampak sulit untuk Sean gapai sekarang bahkan masuk kedalam indekos miliknya.
KOK BISA?
Jadi tepat saat Atlan pergi, Hago dengan cepat merecoki Sean dengan pertanyaan yang bertubi - tubi tapi dengan satu point yang sama; "Kenapa kak Atlan bisa sampai disini?"
Dan Sean?
"Go, jangan terlalu excited. Kami bahkan belum sampai tahap itu." ucap Sean acuh.
"Itu?"
"Pacaran." sambung Sean sebelum bangkit dan masuk kedalam kamar mandi, meninggalkan Hago dengan wajah cengonya yang kentara.
Apa lagi itu? Mereka sudah sampai ditahap bahas tentang pacar?
Tolong Hago, situasi ini membuat dia yang memang aslinya orang yang mudah penasaran jadi semakin menjadi karena kalimat terakhir Sean.
Lalu sebenarnya, apa yang terjadi antara Sean dan Atlan?
Jadi begini, mari kita kembali pada siang menjelang sore tadi, di mana Sean berlutut tepat dihadapan Atlan.
"Kita bisa bicara baik - baik 'kan?" tanya Sean dengan wajah yang ia paksakan tersenyum.
Masih heran, campur sedikit rasa kavet dengan gerakan tiba - tiba itu, Atlan diam di tempatnya.
Itu sedikit, aneh dan,.
Skip, mengabaikan isi kepalanya, Atlan mengembalikan fokusnya. Dia sedikit penasaran apa yang akan disampaikan oleh manusia aneh yang sedang berlutut didepannya itu sekarang.
Jadi ia menghela nafas "Katakan."
Sean diam sebentar sebelum kemudian menghela nafas pelan. "Sam, kamu tau,." Sean membuka dengan kalimat ini, tapi ada jeda disini.
"Kau tidak sedang menguji kesabaranku kan?"
"Akusukasamalkamu." ucapan ini di ucap dengan satu tarikan nafas sembari Sean pejamkan matanya erat. Baru setelah kalimat ini selesai, setelah ia tidak merasa mendapatkan pukulan, mengumpulkan keberaniannya, Sean perlahan membuka matanya "Mau jadi pacar aku tidak?" tambah Sean, dengan kalimat mantap, berbeda dengan mimiknya yang jelas sekali canggungnya.
Sean mungkin tampak aneh, tapi dia juga sadar point ini.
Dan satu kata dalam kepala Atlan;
Freak.
Atlan berjalan meninggalkan tempat itu begitu saja. Jika dia lebih lama, ia rasa ia akan memuntahkan makan siangnya, paling parah, ia akan melayangkan tinjunya.
Tentu saja itu tidak boleh. Alasan yang sama kenapa dia menjadi presma ditahun terakhirnya disana.
Video kemarin sudah cukup membuatnya mendapat masalah. Berita baik karena anak bodoh yang sedang berlutut jauh dibelakangnya tidak membawa kasus itu kejalur hukum sedang buktinya sempat tersebar luas.
Meskipun sejauh ini, untuk kelompok seusianya, dia masih berada dipuncak rantai kekuasaan, hanya saja ada alasan kenapa Atlan menghindari masalah sebisanya.
Yah karena dia tidak ingin kehilangan semua yang dia punya. Terakhir Atlan terlibat masalah, ia harus menanda tangani kesepakatan dengan sang kakek. Hanya satu tahun dalam kontrak itu, setelahnya dia bisa bertingkah semaunya. 'Setidaknya, luluskan kuliahmu dengan benar tanpa terendus media terlibat masalah apapun.' kurang lebih begitu.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUDRA ATLAN || NOMIN
Fiksi PenggemarSean, si mahasiswa kupu - kupu tiba - tiba mencari masalah dengan presma kampus. Jm as Seanda Alwis Jn as Atlanta Samudra
