Menyebalkan.
Atlan saat ini sedang mengikuti mata kuliah wajib ketika konsentrasinya terus - terus di usik oleh,. tentu saja Sean.
Sejak hari itu, orang ini terus mengekori Atlan hampir kemanapun Atlan pergi semampu yang ia bisa.
Dan itu berhasil membuat Atlan berfikir, mungkin dia salah untuk membiarkan orang ini.
Seperti saat ini.
Atlan menutup matanya, seolah berusaha menekan gejolak marahnya dengan baik.
Untuk kesekian kalinya, kepala si manis kembali jatuh pada bahu lebarnya. Entah sengaja atau tidak, Atlan tak peduli. Dia benci di ganggu ketika belajar.
Dan tepat seperti yang semua orang tau, Atlan itu kesabarannya sangat tipis. Satu kali sudah cukup untuk membuat amarahnya meledak.
Tapi hari ini tampaknya Atlan menekan amarahnya cukup baik, sebaik itu hingga sang pemilik kepala masih sempat menjatuhkan kepalanya lagi dan lagi.
Tapi itulah masalahnya.
Satu tarikan nafas, dan cukup sudah. Atlan sampai pada batas kesabarannya. Itu jelas saat kemudian Atlan mendorong kepala Sean kasar.
Sean dengan cepat membuka matanya, soalnya dia hampir jatuh dari kursi tempat ia duduk.
Untuk pertama kalinya selamat dari percobaan kekerasan yang Atlan lakukan, Sean mengelus dada sembari menghela nafas lega.
Tapi tetap saja, itu menyebalkan untuk Sean.
Maksud Sean, dia sedang mengantuk bukan main karena semalam gagal tidur nyenyak karena banyak pikiran (kalian pasti tau penyebab utamanya) ditambah penjelasan dosen yang sedang menerangkan sesuatu yang tidak Sean mengerti sama sekali didepan sana, semuanya sempurna untuk memancing mata Sean memberat.
Tapi lihat apa yang Atlan lakukan.
Sean melempar tatapan tak bersahabat kearah Atlan, tapi cepat luntur saat mendapati tatapan Atlan jauh lebih tak bersahabat darinya.
Jadi Sean tersenyum bodoh sebelum kembali duduk dengan tegap dan tenang, bertingkah seperti anak baik yang mendengarkan penjelasan dosen dengan mimik serius.
Sean lupa, Atlan yang ini bukan seseorang yang bisa ia perlakukan sembarangan jika ingin disana lebih lama.
Dan dari sisi Atlan, tentu saja dia tau keseriusan milik Sean adalah kebohongan. Tidak perlu dijelaskan lebih banyak, anak jurusan seni masuk kekelas Matematika Ekonomi?
Atlan menghela nafas lelah.
Tenangnya bahkan hanya berlansung 5 menit.
Karena selanjutnya, Sean menginterupsi Atlan yang memperhatikan pelajaran dengan tenang. Sean mencoret sesuatu diatas kertas milik Atlan, tentu menggunakan bolpoin milik si tampan juga yang ia rebut dengan cengiran tak berdosanya.
"Sam, kelasnya membosankan." tulis Sean melapor pada Atlan disana sebelum mendorong buku itu kembali pada Atlan.
Tapi alih - alih menjawab, Atlan hanya menatap kearah kertas itu sebentar sebelum melanjutkan fokusnya pada penjelasan dosen.
Sean tau, Atlan baca. Dan itu sudah cukup, dia tersenyum lalu selanjutnya menulis hal lainnya disana.
"Sam, kapan ini selesai?" tulis Sean lagi di sana sebelum menarik ujung kemeja yang Atlan gunakan.
Sangat mengganggu.
Dilirik sebentar, sebelum kemudian Atlan ikut menulis sesuatu di sana.
"Diam, atau keluar."
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUDRA ATLAN || NOMIN
FanfictionSean, si mahasiswa kupu - kupu tiba - tiba mencari masalah dengan presma kampus. Jm as Seanda Alwis Jn as Atlanta Samudra
