Sean memang harusnya mundur selagi ia bisa.
Tapi ia pergi sejauh ini bukan untuk denial pada pilihan yang ia ambil.
Sebelum berdiri disana, sebelum memilih untuk kembali, ada beberapa malam panjang yang Sean lalui dengan mempertimbangkan semuanya baik - baik.
Ia sudah memikirkan semua resikonya dan yah, bahkan setelah semuanya, Sean tetap memilih berdiri disana.
Mundur? Tidak, kecuali Samudra mengusirnya, Sean tidak akan memundurkan langkahnya. Hanya jika kalimat itu akhirnya keluar dari mulut Samudra, barulah saat itu Sean akan mundur dengan benar.
Sean punya janji pada dirinya yang harus ia tepati.
Maka dari itu, jika harus menyaksikan berapa banyak luka yang ia beri, Sean akan menghadapi semua penyesalan itu. Dia tidak akan lari lagi, setidaknya untuk kali ini, Sean akan mencintai Atlan dengan cara yang benar.
Karena itu,.
"Kau sedang apa?" tanya Hago penasaran.
Hago terbangun karena haus saat itu. Mengecek jam dinding, itu sekitar jam 5 pagi, tapi tau yang ia temukan di dapur?
Sean sedang bergelud dengan banyak bahan masakan.
"Dan dari mana semua bahan - bahan (sayur dan teman - temannya) asing ini?" Hago memandang bahan makanan di meja dapur. Beberapa sudah di potong, beberapa lainnya sudah di wajan dan Sean disana sebagai pelaku dari aksi -mengacaukan dapur- pagi itu berdiri dengan tatapan acuh.
"Kau tak lihat? Aku sedang memasak."
Hago menaikkan satu alisnya, sebelum kembali mengecek jam dinding "Sedini hari ini?" tanyanya "Bukankah kelas kita siang hari ini?"
"Sam kelas pagi." Aku harus memberikannya lebih awal.
Hago menyipitkan matanya, menatap Sean agak aneh. Soalnya semalam, Sean bilang dia ingin berhenti. Tidak di katakan dari apa, tapi Hago kira itu untuk hubungannya dan Atlan. Soalnya Sean mengatakan kalimat itu setelah menghabiskan banyak waktu dengan pria itu.
"Tapi ku kira kau di campakkan." ucap Hago kemudian.
"Hei, pemikiran dari mana itu?" tanya Sean sebelum berlalu untuk mengurus masakannya.
Dan Hago,. ah sudahlah. Hago Haus, dan masih ngantuk.
Jadi ia memutuskan untuk mengambil air minum di lemari pendingin sebelum kembali ketempat tidur.
Masa bodoh dengan Sean dan apapun yang ia lalukan. Memangnya sejak kapan sarannya akan di pertimbangkan? Sean selalu bertingkah semaunya. Nanti kalau terluka dia juga akan berhenti. Iyakan?
"Apa ini?" tanya Atlan melihat kearah rantang tradisional yang sedang Sean ulurkan kearahnya.
Sean melakukan itu sembari tersenyum lebar dan tampak terlalu berseri - seri.
"Makanan."
"Sepagi ini?"
"Hari ini ada kelas pengganti, jadi aku tidak bisa memberikannya nanti siang."
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUDRA ATLAN || NOMIN
Hayran KurguSean, si mahasiswa kupu - kupu tiba - tiba mencari masalah dengan presma kampus. Jm as Seanda Alwis Jn as Atlanta Samudra
