15

1.3K 103 4
                                        


Silau.

Sean menggeliat pelan ketika tidurnya mulai terusik.

Membuka matanya pelan, hal pertama yang Sean dapati adalah dada seseorang.

Awalnya, Sean kaget sedikit. Tapi ketika lebih banyak ingatan tentang kejadian semalam masuk kedalam kepalanya, berkedip pelan, Sean tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum. Pipinya memerah, itu sedikit membuatnya malu.

Dan untuk memastikan ingatannya tak salah, Sean mengangkat kepalanya sedikit.

Wajah terlelap yang ia dapati disana kemudian menjadi alasan untuk detak ribut yang kemudian jantungnya dentumkan.

Itu bukan yang pertama, tapi rasanya masih sama. Samudra selalu membuatnya begitu. Entah dulu atau sekarang.

Wajah terlelap Atlan, bulu matanya yang tak seberapa tebal, hidung mancungnya, bibirnya, juga tahi lalat yang tepat berada di bawah matanya.

Sean jadi ingat pertemuan pertama mereka, juga berapa banyak hal - hal baik yang dulu mereka punya.




Pertemuan pertama?






FLASHBACK.

Ruang Kelas.

Satu siswa baru di perkenalkan.

Dia tinggi, tampan, tapi tampak tak ramah.

Jangankan tersenyum atau bersikap baik, dia tampak terlalu sombong.

Dia berjalan dengan arogan, dan memilih kursinya sendiri, mengabaikan kursi yang diperintahkan oleh guru mereka.

Itu Atlan muda.

Tak di hentikan, gurulah yang mengoreksi ucapannya dan membiarkan Atlan duduk di tempat yang ia mau.

Kursi pilihan anak itu adalah posisi dekat jendela, 4 kursi dari barisan terdepan, tepat didepan Sean muda duduk.

Sebenarnya Sean tak terlalu peduli tentang siapapun anak baru di kelas mereka.

Hanya saja, satu tabrakan mata tak sengaja ketika anak baru itu berdiri didepan kelas, dan lucu untuk Sean muda ketika ia mendapati dirinya harus terbangun tengah malam karena mimpi basah.

Tau yang lebih membuatnya tak percaya? Tokoh utama dari mimpinya adalah orang itu. Anak baru di kelas mereka.

Dan itu adalah awal dari semuanya.

Mimpi bodoh itu membuat Sean banyak berfikir sembari menatap punggung anak laki - laki yang duduk didepannya.

Dia masih SMP waktu itu. Dan puber pertamanya datang dengan mimpi tentang anak laki - laki yang baru ia temui sehari, pendatang baru di kelas mereka.

Mereka bahkan tidak saling menyapa. Hanya tatapan sebentar yang sejujurnya jelas tak banyak artinya.

Lalu besok dan besoknya lagi setelah hari itu, Sean jadi sering memperhatikan punggung lebar yang duduk di depannya.

Sean muda bukan orang yang berinteraksi dengan mudah, dia tenang dan banyak menghabiskan waktunya berdiam di pojok kelas. Dia belajar dengan baik disana, dan hanya itu. Tak banyak berbeda dengan Sean yang kalian kenal sekarang.

Sedangkan Atlan? Dia sosok yang sama tenangnya, bedanya dia tampaknya lumayan populer. Karena sehari tanpaknya cukup untuk membuat kursi yang berada tepat di depan Sean menjadi ramai dijam istirahat.

Beberapa anak laki - laki dari kelas lain dan kakak kelas kesana.

Oh dan submissive paling populer di sekolah mereka juga.

SAMUDRA ATLAN || NOMINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang