18

1.1K 101 10
                                        




Hubungan Atlan dan Noah menjadi semakin, baik.

Atlan mudah menjadi seseorang yang membuat Noah merasa beruntung. Dering telpon di tengah malam menjadi semakin sering.

Atlan bercerita banyak. DAri Atlan juga Noah seperti melihat banyak hal dari kehidupan orang ini. Dari sahabat - sahabat Atlan yang paling dekat. Adalah Marko yang banyak bicara seperti orang tua, lalu kakek Atlan yang membuat jadwal untuk bertemu dengannya 2 kali seminggu yang harus Atlan tepati karena jika tidak dia akan mendapat pria tua itu merajuk seperti anak kecil, lalu orang tuanya yang tidak terlalu menarik.

Atlan bercerita banyak dan Noah akan mendengarkan dengan hati - hati, memperhatikan setiap detail dan terkadang hanya tersenyum pelan mendengarkan bagaimana Atlan menceritakan harinya setelah sekolah selesai. Dia punya beberapa les untuk mengisi harinya. Mulai dari berkuda, tenis, hingga kelas bahasa.

Tau reaksi Sean?

"Itu seru."

"Apa kau ingin ikut? Aku bisa,."

"Tidak, terima kasih. Aku punya jam pulang."

"Orang tuamu ketat sekali."

Lalu Nalend akan tertawa pelan sebagai reaksi.

"Lalu bagaimana denganmu?" tanya Atlan, hati - hati.

Lalu hening yang panjang menyelimuti percakapan mereka.

"Berkuda, apa kau tak takut jatuh?" adalah kalimat selanjutnya yang Nalend tanyakan setelah hening itu.

Dan seolah paham, Atlan akan bertindak seperti mau Nalend. Dan percakapan mereka berlanjut.

Atlan mungkin tidak tau, tapi Nalend jatuh terlalu banyak padanya. Suara Atlan menjadi yang paling Nalend dengar.

Disekolah, tak banyak berubah.

Hanya saja, Nalend selalu mendapati susu pisang di mejanya di pagi hari.

Siangnya, mereka menikmati waktu mereka dengan bekal yang Atlan bawa. Mereka banyak bercerita, tak kalah dari saat ponsel Nalend berdering di malam hari.

Tapi saat bertemu, mereka menjadi lebih dekat.

Atlan yang cukup tengil, dan Nalend yang banyak mengalah.

Itu timbal balik. Maksud: perasaan mereka.

Meski tak ada pembicaraan apapun tentang point ini, jika ada yang lihat bagaimana mereka saat bertemu, mereka akan sepakat kalau keduanya jatuh hati.








Kelas 3 Sekolah menengah pertama, dibawah atap kanopi tempat keduanya berteduh dari hujan yang tiba - tiba jatuh saat mereka sedang menunggu kelas diatap, Nalend mendapatkan ciuman pertamanya.

Jangan tanya situasinya.

Itu sedikit canggung, tapi setelahnya, mereka berdua sama - sama tertawa pelan.

Tak ada pembicaraan lebih lanjut tentang hubungan keduanya. Tapi tidakkah itu menjadikan hubungan mereka berbeda?

Setelahnya, banyak hal Nalend coba dengan Atlan menjadi pelopornya. Pertamanya Nalend bolos sekolah untuk bermain gim, pertama kalinya Nalend menikmati waktu di luar sekolah tanpa pengawasan, kebebasan pertama Nalend, itu datang dari Atlan.

Jadi jika ada yang bertanya letak Atlan untuk Nalend, kalian taukan jawabannya? Tidak perlu status atau semacamnya, mereka terikat dengan sendirinya.






"Untuk sekolah menengah atas,.." ada jeda "kau akan lanjut dimana?" tanya Atlan di suatu siang.

Saat itu pelajaran olahraga. Nalend sedang merebahkan kepalanya di atas mejanya dikelas, sedang Atlan yang duduk tepat didepan Nalend memutar kursinya untuk berhadapan lansung dengan si manis.

SAMUDRA ATLAN || NOMINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang