Ke-3?
Yah, itu yang ketiga.
Kita sedang membicarakan pertunangan Atlan.
Tapi jika hitung - hitungan, itu hampir 4.
Karena ada pada malam dalam ingatan Atlan yang tidak bisa ia ingat, Atlan hampir melingkarkan cincin kejari manis seorang anak laki - laki manis.
Agak rumit, usinya baru 17, tapi Atlan dengan otak cerdasnya berhasil memenangkan negosiasi dengan ibunya untuk menukar asetnya dengan ijin untuk bertunangan dengan pujaan hatinya.
Agak gila, tapi itulah Atlan saat itu.
Kau tau siapa orang itu?
Yap, Nalend Noah.
Seandainya itu masuk hitungan, seandainya malam itu berjalan lancar maka hubungannya dengan Renan adalah yang ke-4.
Sayangnya, malam yang sudah si tampan rencanakan dengan matang berakhir tragis.
Hujan turun deras malam itu.
Aspal basah, air menggenang, kilatan lampu dari truk gandeng yang berdiam ditempat kejadian, lalu mobil SUV hitam yang terbalik tak jauh dari si truk gandeng.
Atlan disana malam itu. Dengan seat belt yang masih memeluk tubuhnya, sendirian, dalam gelap dan dingin setelah benturan keras yang membalikkan mobil mahal yang ia curi dari garasi.
Darah segar mengalir dari kepalanya.
Kesadarannya tak menetap banyak tapi dalam kilas singkat itu, wajah Nalend dan moment yang mereka punya adalah semua yang melintas dikepalanya. Dia jatuh cintah terlalu banyak.
Lalu hari selanjutnya, berita itu booming. Anak konglomerat masih dibawah umur, ugal - ugalan, menerobos lampu merah lalu berakhir jatuh dalam kondisi diambang mati, tapi seperti mujizat, dia selamat.
Tak banyak yang tau hal ini. Semua berita tentang kecelakaan itu sempat booming tapi selesai setelah hampir 4 jam.
Argon menghapus semua berita dan percakapan yang memuat tentang kejadian itu.
Boomingnya terlalu sebentar untuk tersangkut dikepala seseorang, beritanya hilang seperti bagaimana selanjutnya Atlan sadar dan hidup tanpa ingatan tentang malam itu.
Tapi meski begitu, ada satu laki - laki manis yang tidak pernah lupa tentang mereka. Dia adalah laki - laki muda yang duduk di bangku ruang tunggu di malam itu dengan koper besar disampingnya. Ia meremat tangannya erat, matanya sembab, tatapannya kosong.
Nalend kemudian hidup dalam penyesalan yang masih bersarang sampai sekarang.
Kalau malam itu ia datang kepesta pertunangan mereka, apa sesuatu akan berbeda?
"Aku sangat merindukanmu." Satu tetes air mata lolos dari tubuh tak sadarkan diri yang berbaring diatas bangsal.
-
Itu kesalahan.
Sejak awal, semua rencananya adalah membawa Nalend kembali. Dia menyusunnya dengan baik untuk memastikan semuanya sempurna.
Itu dini hari waktu itu. Marko berdiri disamping bangsal tempat Sean berbaring dengan tenang.
Ini hari kedua, tapi dia belum juga bangun. Seolah memeluk nyenyaknya dengan tenang disana. Dokter hanya menyuruh mereka menunggu, tapi setiap detik memupuk keraguan untuk Marko.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUDRA ATLAN || NOMIN
FanfictionSean, si mahasiswa kupu - kupu tiba - tiba mencari masalah dengan presma kampus. Jm as Seanda Alwis Jn as Atlanta Samudra
