34

1.4K 102 21
                                        

Atlan duduk disofa, mendengar ucapan Marko dalam diam.

Itu terdengar cukup aneh, tak masuk dilogika Atlan.

Dalam diamnya, ia menyambung beberapa point yang Marko cerita dengan mimpi dan info yang ia dapat dari Bama.

Iya Bama. Soalnya Atlan sudah menyelidiki tentang ini. Tidurnya terusik, mimpi itu mengganggunya, dan aneh rasanya jika mimpi berulang itu tidak punya sebab sama sekali.

"Noah." Nama itu adalah satu - satunya petunjuk yang Atlan lempar pada Bama waktu itu.

"Aku yakin pernah bersinggungan dengannya dimasa lalu. Temukan dia." perintah Atlan.

Tapi meski memiliki uang dan kuasa, nyatanya hal ini tidak sesederhana itu.

Bama hampir tidak bisa menemukan apapun. Tau sulitnya dimana? Teman - teman sekolah Atlan, hampir semuanya berasal dari keluarga berpengaruh. Mereka sulit ditemui, dan jika berhasil pun, mereka mengatakan kalimat yang sama;

"Aku tak tau." Singkat, padat, mereka menolak.

Tapi Bama tau, mereka berbohong. Nalurinya memberitahunya dan kuberi tau pada kalian untuk tidak menyepelekan naluri seorang prajurit elite. Mereka masih hidup karena naluri itu.

Berita baiknya, setelah mengunjungi hampir puluhan teman sekolah Atlan, ada satu anak. Dia sederhana, hanya seorang guru private di tempat les kecil di sudut kota.

"Ah Noah yah." ucapnya.

"Tentu aku kenal." tambahnya.

"Aku tidak berasal dari keluarga yang bisa bersekolah disana. Seseorang mengatakan untuk pertama kalinya sekolah itu menerima siswa beasiswa karena seorang siswa bernama Noah Nalend. Jadi mana mungkin aku melupakan namanya?"

Bama mendengarkan waktu itu.

"Lalu aku punya banyak sebenarnya. Hanya saja seseorang pernah datang dan mengancamku untuk tidak pernah menyebut nama itu sampai mati, mereka menyuruhku hidup seolah aku tidak pernah sekalipun bertemu dengan Noah." ucapnya.

"Seseorang?"

"Mungkin dari Argon?"

"Maka bukannya kau seharusnya takut?"

wanita itu tertawa "Yah seharusnya, tapi kau lihat? Anak - anak kaya itu pada akhirnya tetap menjadikan ku asing. Aku terlalu menyedihkan sampai hanya bisa berakhir ditempat les kecil di pinggir kota. Mengungkapkan ini atau tidak, bukankah itu sama saja?"

"Lalu ceritakan soal Noah lebih banyak."

"Hanya jika kau mengirim sejumlah uang."

Uang terkirim, tapi selanjut dipertemuan yang sudah mereka buat, wanita itu hilang. Setelah diselidiki oleh Bama, dia meninggal. Penyebab; mengemudi dibawah pengaruh alkohol katanya, tapi lebih dari itu, Bama tau itu bohong.

Dan kejadian ini adalah sehari sebelum malam ini datang. Dimana Marko duduk sembari menjelaskan semuanya pada Atlan.

Tapi line besar yang ia dapat adalah; Sean adalah Noah Nalend: Seseorang dari masalalunya yang terdengar terlampau ia puja.

Separah itu sampai dia rela masuk penjara? Sean? atau haruskah Atlan mulai menyebutnya Noah?

"Kau memanggilnya dengan nama Nalend." Kata Marko

Atlan tidak membalas.

Selama Marko bercerita, Atlan tidak pernah sekaligus menyela.

Dia terlalu sibuk berfikir.

Setelah Marko selesai, barulah Atlan menanggapi dengan helaan nafas.

"Itu terdengar terlalu berlebihan." ini adalah tanggapan Atlan selanjutnya.

SAMUDRA ATLAN || NOMINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang